<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4278532315769842325</id><updated>2012-01-17T06:28:31.086-08:00</updated><category term='Ekonomi'/><category term='Militer'/><category term='speecubing'/><category term='Ganyang Malaysia'/><category term='Mustar Bona Ventura Pembual'/><category term='Claire Hoy'/><category term='Cibinong'/><category term='Albert Einstein'/><category term='Dinar Dirham'/><category term='KRL'/><category term='Lingkungan'/><category term='Parenting'/><category term='Stasiun Senen'/><category term='LSM Bendera pembual'/><category term='Agama'/><category term='Once upon a time'/><category term='Israel'/><category term='Commuter'/><category term='SMA Negeri 1 Klaten'/><category term='SMU Negeri 1 Klaten'/><category term='Politik'/><category term='antibiotika'/><category term='SMAN 1 Klaten'/><category term='Fridrich'/><category term='Bekasi'/><category term='David Singmaster'/><category term='speedsolver'/><category term='Gito Rollies'/><category term='Krismansyah Rahadi'/><category term='Lars Petrus'/><category term='Melamin'/><category term='Kesehatan'/><category term='Sejarah'/><category term='Bogor'/><category term='Lingkar Pena'/><category term='Chrisye'/><category term='Jakarta'/><category term='kereta komuter'/><category term='Filsafat Ilmu'/><category term='Palestina'/><category term='Emas'/><category term='Birrul Walidain'/><category term='Taufiq Ismail'/><category term='SMUN 1 Klaten'/><category term='Kereta Api'/><category term='Asma Nadia'/><category term='Olah Raga'/><category term='Victor Ostrovsky'/><category term='Mossad'/><category term='Resensi Buku'/><category term='Investasi Emas'/><category term='Rubik Cube'/><category term='Sosial'/><category term='Kedokteran'/><category term='Relawan Malaysia'/><category term='Excel'/><title type='text'>BLOG SURAWAN</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://blogsurawan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4278532315769842325/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogsurawan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Surawan Tri Atmaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06536157167208318136</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nV3UWR-m_h4/TIRGE7ayboI/AAAAAAAAAQk/YQ82wOgCPNU/S220/Pas+Photo+Surawan.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>27</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4278532315769842325.post-6477996939639205102</id><published>2012-01-12T02:55:00.000-08:00</published><updated>2012-01-17T06:28:31.106-08:00</updated><title type='text'>Pledoi Sdr. Agus Imam Subegjo, Senin 9 Januari 2012</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-R-jZAkJHXDc/Tw6_vxb0ByI/AAAAAAAAAco/u3WYeRJ3iVg/s1600/palu.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 289px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-R-jZAkJHXDc/Tw6_vxb0ByI/AAAAAAAAAco/u3WYeRJ3iVg/s320/palu.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5696701406115006242" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p align="justify"&gt;Berikut adalah pledoi yang disampaikan oleh rekan saya Agus Imam Subegjo (Semoga Allah memberikan kesabaran dan keteguhan hati) pada Senin sore, 9 Januari 2012, saat menghadapi vonis atas kesalahan yang bukan menjadi tanggungjawabnya. Untuk lebih jelasnya atas apa yang menimpa rekan kami tersebut bisa dibaca di sini :&lt;br /&gt;&lt;a href='http://ekonomi.kompasiana.com/moneter/2012/01/10/solidaritas-untuk-ujung-tombak-penyerapan-apbn/'&gt;http://ekonomi.kompasiana.com/moneter/2012/01/10/solidaritas-untuk-ujung-tombak-penyerapan-apbn/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SEBUAH LEGITIMASI TERHADAP PERAMPOKAN UANG NEGARA&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Yang Mulia Ketua dan para Anggota Majelis Hakim, Yang terhormat Sdr. Jaksa Penuntut Umum, Yang terhormat Sdr. Panitera dan para Hadirin,&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Assalamualaikum Wr Wb, Selamat Siang dan Salam Sejahtera bagi kita semua,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat kesehatan kepada kita semua sehingga memungkinkan kita semua untuk menghadiri sidang yang terhormat pada siang hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puji syukur kepada Allah SWT, dan terima kasih yang sebesar-besarnya, khususnya, kepada Yang Mulia Ketua dan para Anggota Majelis yang telah memperkenankan saya untuk memberikan penjelasan kepada forum yang terhormat ini tentang apa yang sebenarnya terjadi dalam kasus ini, dan apa peran saya sebagai seorang pejabat di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN), Kementerian Keuangan dalam melaksanakan pencairan dana anggaran atas perintah pejabat SNVT Pengadaan Bahan/Peralatan Jalan dan Jembatan Kementerian Pekerjaan Umum melalui penerbitan Surat Perintah Membayar (SPM), dengan harapan agar nantinya Yang Mulia Majelis Hakim dapat memberikan keputusan yang seadil-adilnya berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Menghukum yang bersalah, dan membebaskan mereka yang tidak bersalah dan terdzolimi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Yang Mulia Ketua dan para Anggota Majelis Hakim,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dalam mesin birokrasi pemerintahan, pelaksanaan kegiatan dapat diibaratkan sebagai sebuah ban berjalan yang berputar mengikuti pola dan system baku yang telah dirancang dan ditetapkan sebelumnya. Pergerakan atau perjalanan mesin tersebut diatur sesuai dengan system operating procedure (SOP) yang telah ditetapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pegawai negeri, dalam system ban berjalan tersebut, dapat diibaratkan sebagai roda, baik besar maupun kecil, atau bahkan sekedar sebagai mur atau baut, tergantung jabatan atau posisinya. Para pegawai tersebutlah yang memungkinkan mesin ban berjalan bergerak sesuai iramanya dalam melaksanakan tugas pemerintahan dalam melayani rakyat untuk mencapai tujuan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, saya sebagai petugas di KPPN adalah sebuah roda kecil yang harus bergerak mengikuti putaran ban berjalan yang dikendalikan oleh sebuah SOP. Harus melaksanakan tugas sepanjang sesuai dengan SOP. Tanpa mampu bergerak sesuai kemauan diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Yang Mulia Ketua dan para Anggota Majelis Hakim,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Di masa lalu, sebelum lahirnya Undang-undang bidang Keuangan Negara pada tahun 2003, sistem Pengelolaan Keuangan Negara, khususnya, dalam bidang pengeluaran Negara, dapat dikatakan sangat buruk. Hampir semua keputusan, mulai penyusunan anggaran hingga pelaksanaan pengeluaran di setiap Kementerian/ lembaga dikendalikan atau diputuskan oleh Menteri Keuangan. Di tangan Menteri Keuangan lah (beserta Satuan kerja bawahannya) terkonsentrasi hampir semua kekuasaan keuangan Negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pelaksanaan pengeluaran anggaran Negara, setiap Kementerian/ lembaga yang diwakili oleh Satuan Kerja masing-masing hanya memiliki kewenangan mengajukan permintaan pembayaran, karena hanya memiliki kewenangan sebagai otorisator. Sedangkan keputusan pembayaran yang diwujudkan dengan penerbitan Surat Perintah Membayar (SPM) -kewenangan ordonnansering- dilakukan oleh Kementerian Keuangan, di. Kantor Perbendaharaan Negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana dinyatakan dalam Regelen voor het Administratief Beheer 1933 (RAB) yang menjadi acuan pengelolaan Keuangan Negara di masa lalu di samping Indische Comptabiliteits Wet (ICW) tanggungjawab pengeluaran Negara terletak pada penerbit SPM. Artinya, bahwa barangsiapa yang menandatangani SPM harus yakin terhadap adanya tagihan kepada Negara. Yaitu, harus yakin kepada siapa uang tersebut harus dibayarkan. Harus yakin, berapa besarnya. Dan harus yakin terkait dengan tahun anggaran saat dilaksanakan pembayaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkonsentrasinya kewenangan pengelolaan keuangan Negara di tangan Menteri Keuangan, yaitu kewenangan ordonnansering dan comptable (Bendahara Umum Negara) , disamping menyalahi konsep dasar manajemen yang baik, juga berakibat di satu sisi, Kementerian/ lembaga beserta satker jajarannya tidak pernah merasa bertanggungjawab terhadap pengelolaan keuangan di satker masing-masing. Di sisi lain, beratnya tanggungjawab di Kementerian Keuangan (dhi. Kantor Perbendaharaan Negara (KPN) sebagai pelaksana) mengakibatkan pelaksanaan pembayaran dan pencairan dananya memakan waktu relative lama (hingga dua hari kerja). Itu pun bila semua persyaratan pembayaran terpenuhi, termasuk bukti-bukti pengeluaran yang dilampirkan. Itu semua karena Kantor Perbendaharaan Negara (KPN) bertanggungjawab terhadap semua pengujian yang dipersyaratkan yang meliputi pengujian wetmatigheid, rechtmatigheid, dan juga pengujian doelmatigheid. Dalam pengujian rechtmatigheid, Kantor Perbendaharaan Negara (KPN) harus meneliti semua bukti pengeluaran, termasuk kontrak-kontrak yang menjadi lampiran permohonan surat permintaan pembayaran (SPP) semua satker Kementerian/ lembaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kenyataan seperti itu, pelaksanaan pengeluaran Negara (dhi. penerbitan SPM sebagai wujud pembayaran kepada pihak lain) justru dipandang sebagai penghambat kegiatan semua Kementerian/ lembaga. Hal ini berakibat terhadap daya serap anggaran Negara (APBN) dari masa ke masa yang relative sangat rendah. APBN tidak dapat diharapkan memacu dan mendukung perkembangan perekonomian Nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyadari hal ini, lahirlah pemikiran untuk melakukan reformasi pengelolaan keuangan Negara. Hal ini ditandai dengan lahirnya UU No. 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara, yang kemudian disusul dengan UU No. 1 tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara, dan juga UU no. 15 tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggungjawab Keuangan Negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang paling mendasar dalam reformasi pengelolaan keuangan Negara yang kemudian dituangkan dalam Undang-undang tersebut diatas, antara lain adalah pembagian kewenangan dalam pengelolaan keuangan Negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam UU no. 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara, yang kemudian diatur lebih lanjut dalam UU no. 1 tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara, kewenangan Menteri Teknis dalam pengelolaan keuangan di masing-masing Kementeriannya lebih dominan dibandingkan Menteri Keuangan. Efektif dimulai sejak tahun 2005, Menteri Teknis sebagai Pengguna Anggaran (PA), dan semua satker jajarannya sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), memiliki kewenangan sebagai otorisator dan sekaligus sebagai ordonnator bagi anggarannya masing-masing. Sedangkan Menteri Keuangan, beserta jajarannya, sebagai Bendahara Umum Negara, hanya memiliki kewenangan comptabel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konstelasi pembagian kewenangan tersebut di atas, Prof. Dr. Muhsan, SH, Mantan Hakim Agung Bidang Tata Usaha Negara, Professor Hukum Administrasi Negara, yang pada saat penyusunan UU Bid Keuangan Negara bertindak sebagai Pendamping Ahli Tim Penyusun, yang dalam persidangan kasus ini dihadirkan sebagai Ahli, berpendapat bahwa Menteri Teknis merupakan lastgevers (pemberi mandate/ perintah) yang memiliki kedudukan lebih tinggi dibandingkan Menteri Keuangan yang merupakan lasthebbers (penerima mandate/ perintah). Oleh sebab itu, semua perintah Menteri Teknis beserta jajarannya dalam hal pengeluaran Negara yang diwujudkan dalam bentuk surat perintah membayar (SPM), sepanjang sesuai persyaratan administrative yang ditentukan, harus dilaksanakan pencairan dananya. Hal ini, harus dilakukan karena semua tanggungjawab terhadap keputusan yang dilakukan merupakan tanggungjawab Kementerian Teknis/ satker yang bersangkutan. Kalaupun pihak Kementerian keuangan (dhi.KPPN) harus melakukan pengujian hanyalah pengujian administrative dan bersifat pengulangan (rechek). Bukan bersifat pengujian materiil (substantive).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Drs. Siswo Sujanto, DEA, sebagai Ketua Tim Kecil Penyusunan Paket UU Bidang Keuangan Negara tersebut, yang dihadirkan sebagai ahli dalam kasus ini menjelaskan bahwa pembagian kewenangan tersebut di atas didasarkan pula pada prinsip let’s the manager manage. Sebagaimana dikemukakan dalam persidangan bahwa prinsip tersebut pada hakekatnya menyatakan bahwa anggaran tersebut diajukan/ diminta oleh Kementerian Teknis, diberikan oleh DPR kepada Menteri Teknis untuk membiayai kegiatan yang diusulkan, diputuskan penggunaannya dan dilaksanakan sendiri oleh Menteri Teknis yang bersangkutan, dan konsekuensinya harus dipertanggungjawabkan oleh Menteri Teknis. Singkatnya, mulai dari perencanaan hingga pertanggungjawaban, anggaran setiap Kementerian/ lembaga/ satker harus dikelola sendiri oleh masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Yang Mulia Ketua dan para Anggota Majelis Hakim,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Inilah salah satu makna perubahan yang dimuat dalam reformasi pengelolaan keuangan Negara. Yang memperoleh dana anggaran, yang menggunakan dana tersebut atas dasar keputusan yang dibuatnya harus bertanggungjawab terhadap semua keputusannya. Dan Menteri Keuangan, selaku Bendahara Umum Negara, hanya melakukan pengecekan apakah penggunaan dana tersebut sesuai dengan alokasi yang disediakan sebagaimana tertuang dalam UU APBN dan DIPA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menindaklanjuti gagasan yang tertuang dalam undang-undang tersebut, Direktorat Jenderal Perbendaharaan menyusun system pembayaran baru yang diimplementasikan pada kantor-kantor daerahnya yang kemudian dikenal dengan nama KPPN Percontohan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inti perubahan tersebut adalah bahwa karena KPPN tidak lagi merupakan ordonnator, KPPN tidak lagi melakukan pengujian substantive dalam arti yang sebenarnya melainkan hanya melakukan pengujian substantif yang bersifat recheck terhadap keputusan pengeluaran Negara. Tegasnya, KPPN tidak lagi melakukan pengujian rechtmatigheid yang menjadi dasar diterbitkannya SPM, dan juga tidak melakukan pengujian doelmatigheid. Secara kasar dapat dikatakan bahwa setiap SPM yang diterbitkan Kementerian/ lembaga dan satkernya wajib dicairkan dananya oleh KPPN karena keputusan pembayaran tersebut menjadi tanggungjawab Kementerian/ lembaga dan satker yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghindarkan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan (antara lain, pemalsuan SPM), setiap Kementerian/ lembaga disamping memiliki program SPM dengan password khusus, SPM tersebut memiliki unsure/ elemen sebanyak 13 elemen dasar yang hanya diketahui oleh satker yang bersangkutan yang nantinya akan dicocokkan dengan data base di KPPN. Hal tersebut sebagaimana disampaikan oleh Sdr. Bagus Konstituante sebagai ahli IT sekaligus saksi fakta yang dihadirkan dalam persidangan kasus ini. Oleh karena itu, setiap penerbitan SPM (hard copy) harus disertai dengan Arsip Data Komputer (ADK-soft copy).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Drs. Siswo Sujanto, DEA sebagai perancang system tersebut yang ketika itu menjabat sebagai Sekretaris Ditjen Perbendaharaan, yang dihadirkan sebagai ahli dalam kasus ini menyatakan bahwa dengan adanya konfirmasi elektronik/ computer terhadap semua elemen dasar yang merupakan kunci penerbitan SPM, maka akan melahirkan power of payment. Artinya, bahwa SPM tersebut benar-benar berasal dari Satker penerbit SPM, dan sebagai konsekuensinya, KPPN wajib mencairkan dananya dengan menerbitkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D). Inilah inti dari verifikasi elektronik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, untuk memastikan bahwa SPM tersebut syah SPM dimaksud harus ditandatangani oleh pejabat yang berwenang, yaitu Pejabat Penandatangan SPM. Inilah pengujian manual yang harus dilaksanakan oleh staf di KPPN (FO).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan system pembayaran model baru tersebut, norma waktu pembayaran yang dahulu mencapai minimal 8 jam hingga 2 x 24 jam, dapat dilaksanakan hanya dalam tempo 45 menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecepatan tersebut dapat terjadi karena KPPN tidak lagi menguji dasar-dasar pembayaran (yaitu : kontrak dan bukti lainnya) yang menjadi tanggungjawab Satker. Untuk menunjukkan tanggungjawab pengeluaran Negara di satker tersebut, maka setiap SPM harus dilampiri Resume kontrak dan Surat Pernyataan Tanggungjawab Belanja (SPTB). Resume kontrak akan digunakan oleh KPPN untuk mencocokkan penerima pembayaran, besaran pembayaran, dan tahun anggaran SPM yang disampaikan. Sedangkan SPTB pada hakekatnya berisi pernyataan Satker bahwa pengeluaran telah dilaksanakan sesuai ketentuan, dan seluruh bukti ada di Satker ybs.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Yang Mulia Ketua dan para Anggota Majelis Hakim,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengutip norma di atas, yaitu : bahwa barangsiapa yang menandatangani SPM harus yakin terhadap adanya tagihan kepada Negara; yaitu, harus yakin kepada siapa uang tersebut harus dibayarkan; harus yakin, berapa besarnya; dan harus yakin terkait dengan tahun anggaran saat dilaksanakan pembayaran jelas bahwa tanggungjawab penerbitan SPM dan segala konsekuensinya berada di tangan satker, dan lebih khusus lagi, di tangan penandatangan SPM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, bila kemudian beban tanggungjawab penerbitan SPM dialihkan dari Satker kepada Kementerian Keuangan (dhi. KPPN) dengan menggunakan dalil-dalil yang tidak benar karena berasal dari penafsiran ahli yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum yang tidak berkompeten, sama artinya dengan MELAKUKAN LEGITIMASI TERHADAP PERAMPOKAN UANG NEGARA YANG DILAKUKAN OLEH PIHAK-PIHAK LAIN DENGAN BEKERJASAMA DENGAN SATUAN KERJA KEMENTERIAN/ LEMBAGA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Yang Mulia Ketua dan para Anggota Majelis Hakim,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kejadian ini, bila benar-benar terjadi akan memiliki akibat yang luar biasa dan di luar yang diperkirakan. Saat ini, ketika kasus ini sedang bergulir sudah terjadi beberapa kali percobaan serupa yang dilakukan di beberapa KPPN oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Dengan tuntutan yang diusulkan Jaksa Penuntut Umum yang dapat dianggap sebagai legitimasi, akan marak kasus-kasus serupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila keputusan penyelesaian kasus ini adalah dengan mempersalahkan KPPN, maka legitimasi tersebut akan mengorbankan orang-orang yang tidak bersalah. Dan tentunya, Kementerian Keuangan, khususnya semua pegawai di KPPN tidak akan sanggup lagi bekerja sesuai konsep baru dengan pembagian tugas sebagaimana dituangkan dalam undang-undang. Semua pegawai KPPN, khususnya FO dan seksi-seksi tertentu akan mengundurkan diri daripada ketimpa musibah dalam bentuk menanggung dosa yang tidak pernah mereka lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaupun dipaksakan, semua pegawai akan bertindak dengan cara yang luar biasa, antara lain meneliti sedetil-detilnya apa saja yang disodorkan untuk dikerjakan, walaupun data yang diteliti tidak memiliki keterkaitan dengan keputusan yang harus diambil. Semua kesalahan, sekecil apapun, seperti kesalahan ketik dalam surat lampiran, akan mengakibatkan SPM dikembalikan. Dan ini semua dilakukan hanya untuk tindakan berhati-hati agar tidak sampai masuk ke penjara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua pegawai di KPPN akan bertindak ibaratnya seorang polisi lalu lintas yang menilang seorang pengemudi hanya gara-gara dalam kotak P3K-nya tidak terdapat verband yang merupakan kelengkapan. Padahal, semua surat maupun kelengkapan lainnya ternyata ada. Dan ini merupakan tindakan yang dipandang kurang rasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itu tentu dapat dibayangkan, betapa pembayaran SPM akan menjadi berlarut-larut. Penyerapan APBN yang kini menjadi keprihatinan Pemerintah (baca: Presiden) akan menjadi sesuatu yang lebih jelek lagi. Dan, lebih jauh lagi implikasi terhadap layanan public dan perekonomian nasional menjadi luar biasa buruknya. Dan ini tentunya sangat mungkin terjadi, padahal hanya didasarkan pada keputusan pihak-pihak yang tidak benar-benar memahami logika dalam tata kelola keuangan Negara (peraturan yang ada).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Yang Mulia Ketua dan para Anggota Majelis Hakim,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Berbagai ketentuan dalam pengelolaan keuangan Negara seharusnya ditafsirkan secara proporsional dan sesuai dengan filosofi, kaidah, maupun norma disiplin keuangan Negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaksa Penuntut Umum menghadirkan seorang Ahli Hukum Administrasi Negara, Dr. Dian Puji Simatupang, yang dinyatakan sebagai ahli hukum administrasi dan mengajar tentang hukum perbendahaaraan Negara di suatu perguruan tinggi negeri terkenal di Indonesia yang ternyata, setelah kami baca CV-nya tidak memiliki latar belakang pendidikan yang memadai di bidang Hukum Keuangan Negara . Latar belakang pendidikan hukum administrasi dan hukum perbendharaan, apalagi hukum keuangan Negara adalah sesuatu yang sangat berbeda. Oleh karena itu, pernyataan-pernyataannya selama persidangan menunjukkan bahwa yang bersangkutan sebenarnya banyak tidak memahami masalah-masalah perbendaharaan Negara, kecuali sekedar membaca pasal dan menafsirkan menurut pendapatnya sendiri. Itu sebabnya, pendapatnya tidak sesuai dengan pemikiran-pemikiran disiplin hukum keuangan Negara. Hal ini tentunya sangat membahayakan, bukan saja dari sudut system dan keilmuan, tetapi terlebih lagi terhadap nasib seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah terjadi dalam kasus lain terkait dengan keputusan di bidang pengelolaan keuangan Negara yang ditafsirkan oleh Ahli yang tidak ahli yang kemudian mengakibatkan kericuhan dalam system. Ini benar-benar terjadi ketika seorang jaksa di Papua dipindahkan dari suatu tempat ke tempat lain. Yang bersangkutan keberatan, padahal permintaan Surat Keputusan Penghentian Pembayaran (SKPP) telah diterbitkan oleh kantor Kejaksaan yang bersangkutan dan disyahkan oleh KPPN, sehingga KPPN menghentikan pembayaran dengan mengalihkan pembayaran ke tempat sesuai SK. Pengadilan memutuskan bahwa KPPN bersalah karena telah menerbitkan SKPP, sehingga yang bersangkutan tidak lagi menerima gaji di tempat yang lama. Keputusan Majelis Hakim tentunya mendengarkan berbagai ahli sebelum memutuskan perkara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya Kementerian Keuangan patuh terhadap keputusan tersebut, maka semua hakim maupun jaksa yang dipindahkan keluar Papua, mengacu keputusan pengadilan tersebut yang diberlakukan sebagai jurisprudensi, tidak akan menerima SKPP. Dan akibatnya mereka tidak akan pernah menerima gaji di tempat yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untung saja, dengan susah payah, para Pejabat di Ditjen Perbendaharaan mengajukan banding dan berusaha meyakinkan majelis hakim banding. Dan Alhamdulillah dikabulkan. Bila tidak, apa yang akan terjadi ? Inilah contoh nyata bila masalah keuangan Negara diputuskan berdasarkan tafsiran pihak-pihak yang tidak berkompeten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Yang Mulia Ketua dan para Anggota Majelis Hakim,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dari pendapat Ahli yang dihadirkan oleh pihak kami, yaitu Prof. DR. Muhsan, SH, dan Drs. Siswo Sujanto, DEA yang keduanya merupakan figure yang menyusun Undang Undang Bidang Keuangan Negara yang hingga kini digunakan di Indonesia, bahkan Drs. Siswo Sujanto, DEA sejak tahun 2006 hingga saat ini selalu membantu penyelesaian berbagai kasus korupsi baik yang ditangani oleh KPK, Kejaksaan Agung, maupun Polda sebagai Ahli Hukum Keuangan Negara, dapat disimpulkan bahwa tanggungjawab pengeluaran Negara melalui penerbitan SPM adalah di tangan Kementerian/ lembaga/ satker penerbit SPM, lebih khusus lagi tanggungjawab tersebut melekat secara ex-officio pada Pejabat Penandatangan SPM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mengherankan saya adalah, mengapa justru pihak Kementerian/ lembaga/ satker penerbit SPM, lebih khusus lagi Pejabat Penandatangan SPM yang menurut ketentuan perundang-undangan merupakan pihak yang paling bertanggungjawab dan tentunya bersalah, tidak dituntut untuk dijatuhi hukuman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan tersebut terakumulasi dengan perbuatan Sdr. Supriyanto, S.Sos, Pejabat Penandatangan SPM SNVT Pengadaan Bahan/Peralatan Jalan dan Jembatan Kementerian Pekerjaan Umum, yang menandatangani kertas kosong menjelang cuti naik haji dengan harapan sewaktu-waktu diperlukan dapat diisi dan diterbitkan sebagai SPM resmi agar tidak menghambat pembiayaan kegiatan SNVT yang bersangkutan. Perbuatan ini merupakan perbuatan yang tidak layak dilakukan oleh seorang pengelola keuangan Negara, sehingga pejabat yang bersangkutan harus mendapatkan hukuman karena melakukan pelanggaran norma/ kaidah yang berlaku dalam pengelolaan keuangan negara sebagaimana dikemukakan di atas yaitu,. bahwa barangsiapa yang menandatangani SPM harus yakin terhadap adanya tagihan kepada Negara; yaitu, harus yakin kepada siapa uang tersebut harus dibayarkan; harus yakin, berapa besarnya; dan harus yakin terkait dengan tahun anggaran saat dilaksanakan pembayaran. Padahal, sebagaimana disampaikan dalam persidangan yang bersangkutan telah menandatangani kertas kosong untuk dijadikan SPM sebanyak 60 lembar dan meletakkannya di dalam map di bawah keyboard computer operator SPM yang berisi program Aplikasi SPM. Perbuatan ini justru memfasilitasi pihak-pihak tertentu untuk merampok uang Negara dengan sekedar mengisi kertas tersebut dengan angka-angka dan mencetaknya menjadi SPM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SPM, pada hakikatnya, tidak berbeda dengan cek dalam system perbankan. Namun demikian, tidak pernah terjadi bila terdapat penyalahgunaan cek tersebut oleh pemilik cek (penandatangan cek), bank ataupun pejabat/staf di bank tersebut dinyatakan bersalah. Oleh karena itu, merupakan suatu hal yang sangat aneh bila SPM yang diterbitkan dan ditandatangani oleh pejabat di satuan kerja, dalam hal ini SNVT Pengadaan Bahan/Peralatan Jalan dan Jembatan Kementerian Pekerjaan Umum, yang mungkin saja disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu, kesalahannya ditimpakan kepada KPPN ataupun pejabat/pegawai KPPN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tambahan lagi, dari sudut organisasi pengelolaan Keuangan Negara, menurut Drs. Siswo Sujanto, DEA, yang dihadirkan sebagai Ahli Hukum Keuangan Negara, praktek pembayaran/ penerbitan SPM yang dilaksanakan di SNVT tersebut adalah salah. Menurut Ahli, dengan organisasi semacam SNVT, SPM tersebut seharusnya ditandatangani oleh Kepala SNVT. Artinya kepala SNVT harus merangkap sebagai Pejabat Penandatangan SPM. Hal ini untuk menjamin terjadinya mekanisme saling uji (check and balance) dalam pelaksanaan pengeluaran Negara sebagaimana diamanatkan oleh Undang-undang No. 1 tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Menurut Ahli, kesalahan tersebut merupakan kesalahan yang fatal, karena secara substantive penerbitan SPM tersebut tidak pernah dilakukan pengujian dalam arti sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keheranan saya bertambah-tambah, karena ternyata penyidik dari Ditreskrimsus Polda Metro Jaya yang melakukan penyidikan kasus ini, dalam persidangan ternyata sama sekali tidak memiliki pengetahuan tentang Undang-undang Perbendaharaan maupun Undang Undang Keuangan Negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Yang Mulia Ketua dan para Anggota Majelis Hakim,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jaksa Penuntut Umum tidak mampu membuktikan dakwaan primernya, yang berarti tidak mampu membuktikan adanya perbuatan melawan hukum dalam kasus ini, karena saya memang tidak pernah melakukan perbuatan yang melawan hukum. Semua tindakan saya, saya lakukan atas dasar SOP yang ditetapkan oleh instansi saya (Direktorat Jenderal Perbendaharaan). Dan instansi saya, Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan tidak pernah menyatakan bahwa saya telah melanggar SOP. Artinya, apa yang telah saya lakukan telah sesuai dengan yang seharusnya saya lakukan sebagai pejabat pelaksana perbendaharaan di KPPN. Oleh karena itu, hingga saat ini saya tidak pernah dihukum. Bahkan saya telah dipromosikan dalam jabatan eselon III sebagai Kepala Kantor KPPN di Tahuna. Ini adalah suatu bentuk apresiasi/ pengakuan dari instansi tempat saya bekerja. Dan promosi ini tidak mungkin terjadi di Kementerian Keuangan, khususnya, yang pada saat ini sedang gencar-gencarnya melakukan reformasi birokrasi dan pencegahan korupsi. KPPN sendiri akhir-akhir ini diakui oleh KPK sebagai instansi penyedia layanan terbaik di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Yang Mulia Ketua dan para Anggota Majelis Hakim,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya mendengarkan dakwaan dan tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang menuntut saya hukuman 2 tahun dengan denda Rp. 500.000.000,- subsidaire 4 bulan saya terheran-heran. Instansi saya (KPPN) tidak memiliki kewenangan sebagaimana dituduhkan. Dengan demikian, saya tentunya juga tidak memiliki kewenangan seperti itu pula, yaitu mencairkan dana dengan cara menerbitkan SP2D untuk SPM yang tidak layak bayar. Saya merasakan tuduhan tersebut sangat aneh dan salah arah (error in persona).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehubungan dengan itu, saya mohon agar Yang Mulia dapat mempertimbangkan dengan arief dan bijaksana terhadap apa yang telah saya sampaikan di atas, dan mohon dapat memberikan keputusan yang seadil-adilnya atas dasar Ketuhanan Yang Maha Esa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian saya sampaikan pembelaan ini. Semoga kiranya Allah SWT melindungi kita semua. Amin Ya Rabbal alamin.&lt;/p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Wassalammualaikum Wr Wb.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agus Imam Subegjo.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4278532315769842325-6477996939639205102?l=blogsurawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogsurawan.blogspot.com/feeds/6477996939639205102/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogsurawan.blogspot.com/2012/01/sebuah-legitimasi-terhadap-perampokan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4278532315769842325/posts/default/6477996939639205102'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4278532315769842325/posts/default/6477996939639205102'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogsurawan.blogspot.com/2012/01/sebuah-legitimasi-terhadap-perampokan.html' title='Pledoi Sdr. Agus Imam Subegjo, Senin 9 Januari 2012'/><author><name>Surawan Tri Atmaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06536157167208318136</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nV3UWR-m_h4/TIRGE7ayboI/AAAAAAAAAQk/YQ82wOgCPNU/S220/Pas+Photo+Surawan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-R-jZAkJHXDc/Tw6_vxb0ByI/AAAAAAAAAco/u3WYeRJ3iVg/s72-c/palu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4278532315769842325.post-4914432912088940357</id><published>2011-01-18T17:40:00.001-08:00</published><updated>2011-01-27T02:18:12.205-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kedokteran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='antibiotika'/><title type='text'>Pertanyaan Orang Awam tentang Antibiotik</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_nV3UWR-m_h4/TTZXE_-0QII/AAAAAAAAARY/x2d77-JU9L4/s1600/antibiotik.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 248px; height: 246px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_nV3UWR-m_h4/TTZXE_-0QII/AAAAAAAAARY/x2d77-JU9L4/s320/antibiotik.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5563730133068824706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;‘Yang ini diminum sampai habis ya Pak’.&lt;/i&gt; Demikian selalu dikatakan oleh dokter atau pegawai apotek seraya menunjuk salah satu kemasan saat saya menerima paket obat dari mereka. &lt;i&gt;‘Hmm...ini pasti antibiotik’,&lt;/i&gt; batin saya. Sepanjang ingatan saya setiap saya atau keluarga berobat selalu ada antibiotik dalam resep yang kami terima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah adanya, antibiotik harus dihabiskan. Konon, jika tidak dihabiskan hanya akan membuat kuman resisten atawa  kebal. Jika itu yang terjadi maka Si Sakit akan butuh antibiotik yang lebih sakti lagi. Begitu seterusnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang mengganjal di hati ini. Logika bahwa &lt;b&gt;antibiotik habis=kuman mati&lt;/b&gt; belum sepenuhnya saya terima. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau tujuan akhirnya menewaskan kuman kenapa pesannya tidak &lt;i&gt;‘Yang ini diminum sampai kumannya mati ya Pak’.&lt;/i&gt; Jika perlu ditambahi &lt;i&gt;‘Jika kumannya belum mati juga silahkan ke sini lagi biar kami tambahi dosisnya’&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Mungkin kita spontan berkata &lt;i&gt;‘Bagaimana orang awam seperti kita bisa mengetahui kumannya sudah mati atau tidak’.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok, kalau demikian lalu kita akan bicara masalah pendosisan. Jika rumusnya adalah  &lt;b&gt;habis=kuman mati&lt;/b&gt;, asumsinya dokter tahu betul berapa dosis untuk masing-masing pasien untuk tiap jenis kuman untuk tiap jenis penyakit. Sehingga saat memutuskan dosis dokter punya keyakinan penuh jika antibiotik dihabiskan maka kuman mati &lt;i&gt;ceteris paribus.&lt;/i&gt; Karena apalah gunanya dihabiskan kalau dosisnya kurang dari yang seharusnya. Itu sama saja dengan dosisnya cukup tapi tidak dihabiskan, bukan ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu saya berburu tahu. Pernah saya tanyakan ke seorang dokter pengasuh sebuah blog, bagaimana sih dosis antibiotik ditentukan ? Dia menjawab bahwa dosis antibiotik ditentukan berdasarkan berat badan pasien. Saya pegang jawaban itu hingga suatu kali saya berobat ke dokter dan rekaman &lt;i&gt;‘Yang ini diminum sampai habis ya Pak’&lt;/i&gt; diperdengarkan lagi. Saya ingat-ingat, dan yakin betul dari sejak pendaftaran hingga menebus obat tak sekalipun saya diminta menimbang badan atau ditanya dokter perihal berat badan. Apakah pengasuh blog itu yang tidak menjawab yang sebenarnya ataukah dokter itu yang tidak menjalankan SOP dalam menegakkan diagnosa, atau hanya dengan melihat penampakan saya dokter itu bisa menebak berat badan saya ? Entahlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dikatakan bahwa kuman dapat kebal terhadap antibiotik. Untuk mengatasinya pasien butuh antibiotik yang lebih sakti lagi. Jika demikian adanya lalu kenapa saat dokter memberikan resep antibiotik tidak dulu diyakinkan bahwa kumannya tidak kebal dengan antibiotik yang akan diberikan ? Jika yang terjadi sebaliknya bukankah hanya sia-sia belaka yang kita dapat meskipun itu antibiotik kita habiskan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan di atas jika dibaca oleh orang yang tahu duduk permasalahannya sangat mungkin ada banyak kelucuan, keluguan, atau kerancuan baik dalam substansi maupun pemakaian istilah. Semua itu –pastinya-  akibat ketidaktahuan saya. Tak mengapa. Itulah faktanya : saya awam dalam hal ini plus sedikit paranoid akan kesehatan. Justru karena itulah tulisan ini saya buat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Juga ada sedikit prasangka bahwa ada kesembronoan di dunia kedokteran dalam pemberian antibiotik kepada pasien.&lt;/b&gt; Semoga prasangka saya salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda tahu jawaban atas hal-hal di atas ? Ditunggu komentarnya. Khususnya para dokter, apoteker, ahli farmasi &lt;i&gt;nyuwun&lt;/i&gt; pencerahannya &lt;i&gt;nggih.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4278532315769842325-4914432912088940357?l=blogsurawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogsurawan.blogspot.com/feeds/4914432912088940357/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogsurawan.blogspot.com/2011/01/pertanyaan-orang-awam-tentang.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4278532315769842325/posts/default/4914432912088940357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4278532315769842325/posts/default/4914432912088940357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogsurawan.blogspot.com/2011/01/pertanyaan-orang-awam-tentang.html' title='Pertanyaan Orang Awam tentang Antibiotik'/><author><name>Surawan Tri Atmaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06536157167208318136</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nV3UWR-m_h4/TIRGE7ayboI/AAAAAAAAAQk/YQ82wOgCPNU/S220/Pas+Photo+Surawan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_nV3UWR-m_h4/TTZXE_-0QII/AAAAAAAAARY/x2d77-JU9L4/s72-c/antibiotik.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4278532315769842325.post-2298372152692303777</id><published>2010-11-03T01:40:00.000-07:00</published><updated>2011-11-23T00:22:24.077-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Filsafat Ilmu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Albert Einstein'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SMA Negeri 1 Klaten'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SMAN 1 Klaten'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SMUN 1 Klaten'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SMU Negeri 1 Klaten'/><title type='text'>Hakekat Nilai dari Ilmu, Pesan Albert Einstein kepada Mahasiswa Carolina Institute of Technologi (1938)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_nV3UWR-m_h4/TNEhzjud79I/AAAAAAAAARM/LGcWp32B-ig/s1600/Albert_Einstein_Head.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 246px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nV3UWR-m_h4/TNEhzjud79I/AAAAAAAAARM/LGcWp32B-ig/s320/Albert_Einstein_Head.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5535242586662236114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang pernah belajar Ilmu Pengetahuan Alam, atau Fisika hampir tidak mungkin tidak mengenal orang yang satu ini. &lt;a href=’ http://id.wikipedia.org/wiki/Albert_Einstein’&gt;Albert Einstein !&lt;/a&gt; Fisikawan teoretis yang lahir pada 14 Maret 1879 dan meninggal 18 April 1955 pada umur 76 tahun ini, hampir-hampir menjelma menjadi manusia setengah dewa bagi para pengagumnya. &lt;b&gt;Einstein, relativitas, E=MC2, bom atom &lt;/b&gt;adalah empat serangkai yang tidak bisa dipisahkan bagi penggemar awam tokoh ini. Kenapa penggemar awam ? Karena sosok Einstein jauh lebih komplek dan komprehensif dari sekadar empat hal tersebut. Salah satunya adalah sisi manusiawinya. Dikisahkan bahwa Einstein stress berat  dan marah besar kepada Presiden &lt;a href='http://id.wikipedia.org/wiki/Harry_S._Truman'&gt;Harry S. Truman&lt;/a&gt; saat mengetahui formula racikannya yang menghasilkan bom atom digunakan untuk membumihanguskan &lt;a href='http://id.wikipedia.org/wiki/Hiroshima,_Hiroshima'&gt;Hiroshima&lt;/a&gt; dan &lt;a href='http://id.wikipedia.org/wiki/Nagasaki'&gt;Nagasaki.&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah pidato Einstein yang mewakili sisi manusiawi ilmuwan terkenal tersebut, yang disampaikan kepada mahasiswa Carolina Institute of Technologi pada tahun 1938. Isi dari pidato tersebut kurang lebihnya adalah agar sejauh-jauh seorang ilmuwan melakukan riset maka pijakannya haruslah demi kemaslahatan kehidupan itu sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Rekan-rekan yang Muda Belia,&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Saya merasa sangat bahagia melihat Anda semua di hadapan saya, sekumpulan orang muda yang sedang mekar yang telah memilih bidang keilmuan sebagai profesi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berhasrat untuk menyanyikan hymne yang penuh puji, dengan refrain kemajuan pesat di bidang keilmuan yang telah kita capai, dan kemajuan yang lebih pesat lagi yang akan Anda bawakan. Sesungguhnya kita berada dalam kurun dan tanah air keilmuan. Tetapi hal ini jauh dari apa yang sebenarnya ingin saya sampaikan. Lebih lanjut, saya teringat dalam hubungan ini kepada seorang muda yang baru saja menikah dengan seorang istri yang tidak terlalu menarik dan orang muda itu ditanya apakah dia merasa bahagia atau tidak. Dia lalu menjawab, &lt;i&gt;"Jika saya ingin mengatakan yang sebenarnya, maka saya harus berdusta."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga dengan saya. Marilah kita perhatikan seorang Indian yang mungkin tidak beradab, untuk menyimak apakah pengalaman dia memang kurang kaya ataukah kurang bahagia dibandingkan dengan rata-rata manusia yang beradab. Terdapat arti yang sangat maknawi dalam kenyataan bahwa anak-anak dari seluruh penjuru dunia yang beradab senang sekali bermain meniru-niru Indian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Mengapa ilmu yang sangat indah ini, yang menghemat kerja dan membikin hidup lebih mudah, hanya membawa kebahagiaan yang sedikit kepada kita ?&lt;/b&gt; Jawaban yang sederhana adalah - karena kita belum lagi belajar bagaimana menggunakannya secara wajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dalam peperangan, ilmu menyebabkan kita saling meracun dan saling menjagal. Dalam perdamaian dia membikin hidup kita dikejar waktu dan penuh tak tentu.&lt;/b&gt; Ilmu yang seharusnya membebaskan kita dari pekerjaan yang melelahkan spiritual malah menjadikan manusia budak-budak mesin, dimana setelah hari-hari yang panjang dan monoton kebanyakan dari mereka pulang dengan rasa mual, dan harus terus gemetar untuk memperoleh ransum penghasilan yang tak seberapa. Kamu akan mengingat tentang seorang tua yang menyanyikan sebuah lagu yang jelek. Sayalah yang menyanyikan lagu itu, walau begitu, dengan sebuah itikad, untuk memperlihatkan sebuah akibat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah tidak cukup bahwa kamu memahami ilmu agar pekerjaanmu akan meningkatkan berkah manusia. &lt;b&gt;Perhatian kepada manusia itu sendiri dan nasibnya harus selalu merupakan minat utama dari semua ikhtiar teknis,&lt;/b&gt; perhatian kepada masalah besar yang tak kunjung terpecahkan dari pengaturan kerja dan pemerataan benda - agar buah ciptaan dari pemikiran kita akan merupakan berkah dan bukan kutukan terhadap kemanusiaan. Janganlah kau lupakan hal ini di tengah tumpukan diagram dan persamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                       &lt;br /&gt;-------------------------------------------------------------oo00oo----------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Catatan pribadi :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Saat menulis ini jiwa saya melayang, flash back 20 tahun ke belakang. Menclok di 2A13, ruang paling ujung dekat warung Pak Bon, sekejap beralih ke &lt;a href='http://www.wikimapia.org/#lat=-7.7065821&amp;lon=110.5964282&amp;z=19&amp;l=0&amp;m=b&amp;show=/21668248/Ruang-Kelas-A13-TA-1988-1989-Wali-Kelasnya-Ibu-Fatimah-Guru-Kimia-Organik'&gt;3A13, ruang di sisi lorong gerbang&lt;/a&gt;, SMA Negeri 1 Klaten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekilas tercium bau harum bunga-bunga &lt;a href='http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Acacia_longifolia_fg01.JPG'&gt;Acacia Longifolia&lt;/a&gt; yang rontok di halaman tengah. Ditingkahi hilir mudik ABG-ABG canggung mengenakan kaos kelas kebanggaan. Entah berapa yang memproklamirkan diri sebagai &lt;b&gt;'Einstein mania'&lt;/b&gt; menyematkan foto diri Dewa Fisika itu di dadanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bergerak perlahan slideshow di pelupuk mataku, menampilkan satu persatu wajah beliau-beliau yang kami hormati, yang menorehkan sebagian warna-warni jalan hidupku, kemaren dan hari ini. I miss you all ! Khususnya guru Fisika saya..... &lt;b&gt;Pak Wanto&lt;/b&gt;..... Panjenengan berbeda ! Tanpa basa-basi Bapak pukulkan palu pengetahuan dengan sangat keras ke ubun-ubun kami. Kadang menyakitkan. Tapi justru karena itu pakunya menancap kuat hingga hari ini. &lt;b&gt;'Mikir ki nganggo iki, ra nganggo iki'&lt;/b&gt; Kata Bapak ketus. Iki yang pertama Bapak menunjuk jidat. Iki yang kedua Bapak menunjuk dengkul. Kekekekeke......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga kami penasaran karena soal ulangan Bapak tidak pernah mirip dengan yang di buku pegangan terbitan manapun. Indah ! Begitu Indah ! Bukan hanya alur logikanya tapi juga angka-angka jawabannya. Senyampang Bapak menikmati &lt;a href='http://www.freeclovecigarettes.com/index.php?page=shop.product_details&amp;flypage=flypage.tpl&amp;product_id=43&amp;category_id=7&amp;option=com_virtuemart&amp;Itemid=1&amp;vmcchk=1&amp;Itemid=1'&gt;Kretek Gudang Garam Merah&lt;/a&gt; di luar kelas, seorang dari kami berjingkat-jingkat ke meja guru, membalik kitab kuning stensilan azimat Bapak. &lt;b&gt;'Buku jaman Londo...!&lt;/b&gt; teriak teman itu dengan ekspresi campur aduk. &lt;b&gt;'Ujian AMS 1920 ...!&lt;/b&gt; lanjutnya. Seketika segenap lambang muncul di mukanya ; tanda tanya, tanda seru, titik koma, sinus, cosinus, tangen, pembagi, pembilang, kuadrat dan entah apalagi.&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4278532315769842325-2298372152692303777?l=blogsurawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogsurawan.blogspot.com/feeds/2298372152692303777/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogsurawan.blogspot.com/2010/11/hakekat-nilai-dari-ilmu-pesan-albert.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4278532315769842325/posts/default/2298372152692303777'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4278532315769842325/posts/default/2298372152692303777'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogsurawan.blogspot.com/2010/11/hakekat-nilai-dari-ilmu-pesan-albert.html' title='Hakekat Nilai dari Ilmu, Pesan Albert Einstein kepada Mahasiswa Carolina Institute of Technologi (1938)'/><author><name>Surawan Tri Atmaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06536157167208318136</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nV3UWR-m_h4/TIRGE7ayboI/AAAAAAAAAQk/YQ82wOgCPNU/S220/Pas+Photo+Surawan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_nV3UWR-m_h4/TNEhzjud79I/AAAAAAAAARM/LGcWp32B-ig/s72-c/Albert_Einstein_Head.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4278532315769842325.post-6609889182028488841</id><published>2010-05-17T23:43:00.000-07:00</published><updated>2011-01-18T20:03:44.469-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><title type='text'>Lakukan saja kewajibanmu : sebaik-baiknya</title><content type='html'>Berhenti SUKSES - berhenti GAGAL&lt;br /&gt;Lakukan saja kewajibanmu : sebaik-baiknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhenti BERANI - berhenti TAKUT&lt;br /&gt;Lakukan saja kewajibanmu : sebaik-baiknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhenti OPTIMIS - berhenti PESIMIS&lt;br /&gt;Lakukan saja kewajibanmu : sebaik-baiknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhenti MENYUKA - berhenti MEMBENCI&lt;br /&gt;Lakukan saja kewajibanmu : sebaik-baiknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhenti MEMILIKI - berhenti KEHILANGAN&lt;br /&gt;Lakukan saja kewajibanmu : sebaik-baiknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhenti BERHARAP - berhenti CEMAS&lt;br /&gt;Lakukan saja kewajibanmu : sebaik-baiknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhenti GEMBIRA - berhenti BERDUKA&lt;br /&gt;Lakukan saja kewajibanmu : sebaik-baiknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------&lt;br /&gt;STA, 18 Mei 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4278532315769842325-6609889182028488841?l=blogsurawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogsurawan.blogspot.com/feeds/6609889182028488841/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogsurawan.blogspot.com/2010/05/lakukan-saja-kewajibanmu-sebaik-baiknya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4278532315769842325/posts/default/6609889182028488841'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4278532315769842325/posts/default/6609889182028488841'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogsurawan.blogspot.com/2010/05/lakukan-saja-kewajibanmu-sebaik-baiknya.html' title='Lakukan saja kewajibanmu : sebaik-baiknya'/><author><name>Surawan Tri Atmaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06536157167208318136</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nV3UWR-m_h4/TIRGE7ayboI/AAAAAAAAAQk/YQ82wOgCPNU/S220/Pas+Photo+Surawan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4278532315769842325.post-3944393532142990936</id><published>2010-02-24T01:40:00.000-08:00</published><updated>2010-09-28T00:13:02.047-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mustar Bona Ventura Pembual'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ganyang Malaysia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='LSM Bendera pembual'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Relawan Malaysia'/><title type='text'>Apa Yang Sudah Mereka Lakukan di Malaysia, Sejauh ini ?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_nV3UWR-m_h4/S4itVn510HI/AAAAAAAAAQc/ksZXCnerK4U/s1600-h/menara+kembar+petronas.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nV3UWR-m_h4/S4itVn510HI/AAAAAAAAAQc/ksZXCnerK4U/s320/menara+kembar+petronas.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5442790736677687410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saya kutipkan berita dari Kompas dotcom tanggal 8 Oktober 2009, di bawah ini. Berita aslinya ada di &lt;a href='http://nasional.kompas.com/read/2009/10/08/14043021/Ribuan.Relawan.Ganyang.Malaysia.Diberangkatkan.Mulai.9.Oktober'&gt;sini.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara garis besar, ini cerita tentang dedengkot LSM di Indonesia yang membuat pernyataan bahwa LSM nya akan mengirim &lt;b&gt;1.500 relawan&lt;/b&gt; ke Malaysia menyikapi memanasnya hubungan Pemerintah RI dengan Malaysia. Relawan dikirim secara bertahap sejak &lt;b&gt;9 Oktober&lt;/b&gt; hingga &lt;b&gt;25 Oktober 2009.&lt;/b&gt; Pengiriman dilakukan lewat darat, laut dan udara melalui -meminjam istilah dedengkot tersebut- jalur masuk yang tidak pernah akan diduga oleh Malaysia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini sudah tanggal &lt;b&gt;24 Februari 2010.&lt;/b&gt; Artinya sudah lebih dari empat bulan sejak tanggal yang dinyatakan pada saat itu pemberangkatan pertama dilakukan. Namun, koq masih adem ayem saja ya ? Ah jangan-jangan para dedengkot itu bohong ! Jangan-jangan bukannya dikirim ke Malaysia, mereka justru dikirim pulang kampung. Atau jangan-jangan, bahkan, LSM itu tidak punya massa sebesar itu. Jika diantara sidang pembaca ada yang ahli strategi militer, tolong dong kasih pendapat, untuk memberangkatkan dan menghidupi relawan sebanyak itu di negeri orang, dalam kondisi siap melakukan operasi, selama sekian bulan, dengan nilai tukar IDR jauh lebih rendah dari MYR, berapa rupiah dibutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika hasilnya sangat besar, maka kesimpulannya &lt;b&gt;LSM itu sangat kaya&lt;/b&gt; atau paling tidak memiliki donatur yang sangat kuat. Tetapi mungkin juga sebaliknya, kalau melihat LSM itu tiap kali demo hanya membawa spanduk dari cat semprot, jangan-jangan &lt;b&gt;dedengkot LSM itu hanyalah seorang pembual.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ribuan Relawan Ganyang Malaysia Diberangkatkan Mulai 9 Oktober&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Laporan wartawan KOMPAS.com Rosdianah Dewi&lt;br /&gt;Kamis, 8 Oktober 2009 | 14:04 WIB&lt;br /&gt;Rosdianah Dewi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;JAKARTA, KOMPAS.com &lt;/b&gt;— Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera) akan memberangkatkan 1.500 relawan ke Malaysia. Langkah ini dilakukan guna mempertahankan kedaulatan dan martabat bangsa. Dan juga untuk melindungi setiap warga negara Indonesia yang berada di Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koordinator Bendera Mustar Bona Ventura, mengutip Sekretaris Nasional Central Bureau (NCB)-Indonesia Brigjen Pol Halba Rubis Nugroho, mengatakan, setiap hari satu WNI meninggal di Malaysia. &lt;i&gt;"Dan dalam tiga tahun terakhir, 1.421 WNI tewas di Malaysia karena penyiksaan dan pembunuhan. Hal itu tidak bisa didiamkan. Bendera pasti akan turun tangan dengan atau tanpa izin,"&lt;/i&gt; ujar Mustar di Jakarta, Kamis (8/10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Mustar, pihak Bendera tidak gentar walau Dewan Keamanan Nasional Malaysia telah menyiagakan keamanan di setiap perbatasan untuk menghadapi kedatangan relawan Bendera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bendera tetap akan memberangkatkan para relawan sesuai jadwal awal. Pemberangkatan relawan berjumlah 1.500 ini akan dilakukan secara bertahap melalui jalur masuk yang tidak pernah akan diduga oleh Malaysia. &lt;i&gt;"Bisa melalui jalur udara, darat, dan laut. Tapi tidak bisa kita jelaskan secara rinci,"&lt;/i&gt; ujar Mustar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberangkatan pertama dilakukan pada tanggal 9 Oktober. Pada waktu itu, Bendera akan memberangkatkan 200 relawan, dan diperkirakan sampai ke Malaysia pada tanggal 14 Oktober 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberangkatan berikutnya, &lt;b&gt;125 relawan&lt;/b&gt; pada tanggal &lt;b&gt;11 Oktober&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;125 relawan&lt;/b&gt; lainnya pada tanggal &lt;b&gt;15 Oktober&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;600 relawan&lt;/b&gt; pada tanggal &lt;b&gt;17 dan 19 Oktobe&lt;/b&gt;r, dan &lt;b&gt;400 relawan&lt;/b&gt; pada tanggal &lt;b&gt;22 Oktober&lt;/b&gt;. Dan pemberangkatan terakhir pada tanggal &lt;b&gt;25 Oktober&lt;/b&gt;, yaitu &lt;b&gt;50 tim medis&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mustar mengaku aksi ini didukung  8.000 tenaga kerja Indonesia (TKI) yang berada di Malaysia. &lt;i&gt;"Tercatat 8.000 TKI yang siap bergabung dan mendukung gerilya yang dilakukan oleh relawan Bendera,"&lt;/i&gt; katanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4278532315769842325-3944393532142990936?l=blogsurawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogsurawan.blogspot.com/feeds/3944393532142990936/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogsurawan.blogspot.com/2010/02/apak-yang-sudah-mereka-lakukan-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4278532315769842325/posts/default/3944393532142990936'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4278532315769842325/posts/default/3944393532142990936'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogsurawan.blogspot.com/2010/02/apak-yang-sudah-mereka-lakukan-di.html' title='Apa Yang Sudah Mereka Lakukan di Malaysia, Sejauh ini ?'/><author><name>Surawan Tri Atmaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06536157167208318136</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nV3UWR-m_h4/TIRGE7ayboI/AAAAAAAAAQk/YQ82wOgCPNU/S220/Pas+Photo+Surawan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_nV3UWR-m_h4/S4itVn510HI/AAAAAAAAAQc/ksZXCnerK4U/s72-c/menara+kembar+petronas.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4278532315769842325.post-3495055087196657660</id><published>2009-10-26T21:05:00.000-07:00</published><updated>2011-01-24T16:45:56.286-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bogor'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Commuter'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jakarta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kereta Api'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KRL'/><title type='text'>Naik KRL Bersama Orang-Orang Hebat Indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_nV3UWR-m_h4/SuZyyFExlBI/AAAAAAAAAQQ/vPNQCbcLNog/s1600-h/Kereta+Apiku.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 102px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nV3UWR-m_h4/SuZyyFExlBI/AAAAAAAAAQQ/vPNQCbcLNog/s200/Kereta+Apiku.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397127408131347474" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kemaren malam, Senin 26 Oktober 2009 saya dapat undangan ‘konser’ dari teman-teman &lt;b&gt;Subdit Setelmen Transaksi&lt;/b&gt; di &lt;b&gt;Wisma Anggraini, Puncak.&lt;/b&gt; Konser adalah bahasa &lt;i&gt;slank&lt;/i&gt; untuk &lt;b&gt;konsinyering&lt;/b&gt;, yang arti gampangnya adalah rapat di luar kantor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah malam yang produktif itu, pagi-pagi, sehabis Subuh saya segera berkemas. &lt;i&gt;‘Pulang kapan Man ?’&lt;/i&gt; Tanyaku ke Iman, teman sekamar, dengan nada menawarkan untuk pulang bersama. &lt;i&gt;‘Aku agak siangan, Mas. Bareng rombongan aja’&lt;/i&gt; Sahutnya, sambil mengibaskan selimut, bergegas hendak melanjutkan boboknya. No problemo, Man. Tapi saya harus sampai kantor sepagi yang saya bisa. Hari ini, tiga kolegaku off. Satu cuti haji, satu pulang kampung menghadiri pemakaman neneknya, satu lagi tidak aktif. Jika saya tidak ngantor, karena status saya sedang tugas luar, bisa kacau dunia. (sok penting mode on).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Cisarua, setelah ganti angkot dua kali sampailah saya di &lt;a href='http://id.wikipedia.org/wiki/Bogor'&gt;&lt;b&gt;Stasiun Bogor.&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; Untuk menuju Jakarta ada beberapa pilihan. &lt;b&gt;Kereta Pakuan Express, Ekonomi AC,&lt;/b&gt; serta &lt;b&gt;Ekonomi Biasa&lt;/b&gt;. Pilih yang mana ? Lempar koin ! Gambar berarti naik Ekonomi Biasa. Angka berarti naik Pakuan Ekpress. (Jangan percaya ini hanya dramatisasi saja he..he..). Pilah-pilih, timbang-timbang naik Ekonomi Biasa saja, secara saya termasuk kasta sudra ini….. Ongkosnya murah. Cuman dua ribu perak. Perjalanan sejauh itu hanya seharga dua kali pipis di toilet umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;i&gt;‘Yang ke Kota mana Bang ?’&lt;/i&gt; tanyaku ke tukang koran, takut salah naik. &lt;i&gt;'Ini nih'&lt;/i&gt; Jawabnya sambil menunjuk kereta di hadapanku. Tidak ada lagi tempat duduk tersisa. Jadilah saya berdiri dekat pintu sambil berpegang pada besi ram pelindung blower yang sudah tidak lagi berfungsi. &lt;i&gt;‘Ini ke kota ya Bang ?’&lt;/i&gt; Tanyaku ke penumpang sebelah, untuk lebih meyakinkan. &lt;i&gt;‘Gak tahu saya’&lt;/i&gt;. Lho piye tho ? Ya sudah saya yakin-yakinkan diri bahwa saya tidak salah naik. Tak berapa lama kereta berangkat. Duh, dari stasiun pertama saja sudah demikian padat.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak hapal urut-urutan stasiun sejak Bogor hingga Kota ; &lt;b&gt;Bojong Gede, Cilebut, Citayam,&lt;/b&gt; trus ….? Baru stasiun ketiga, menurut ukuran normal, gerbong sudah tidak mampu lagi dimuati lebih banyak penumpang. Namun demikian orang-orang itu dengan gigih tetap berusaha merangsek ke dalam laksana serbuan &lt;a href='http://en.wikipedia.org/wiki/Banzai'&gt;&lt;b&gt;Banzai&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; tentara bayonet &lt;b&gt;Dai Nipon&lt;/b&gt; dalam &lt;a href='http://id.wikipedia.org/wiki/Pertempuran_Saipan'&gt;&lt;b&gt;Pertempuran Saipan&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; di &lt;b&gt;Kepulauan Marianna Pasifik.&lt;/b&gt; Semua calon penumpang di stasiun seakan-akan pelari sprint menunggu aba-aba wasit. Semua dalam posisi ‘bersedia’ saat kereta nampak di kejauhan. Derit rem kereta adalah aba-aba ‘siap’. Hentakan kereta berhenti adalah bunyi ‘prit’ peluit. Semua berebut. Lady first ? Semua lady ! Semua first !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stasiun demi stasiun. Gelombang demi gelombang manusia. Turun satu naik seribu. Tidak ada lagi sisa ruang untuk sekadar menggeser kaki. Berani mengangkat kaki, siap-siap tidak dapat ruang menapak kembali. Saat masinis mengerem, penumpang terlempar ke depan. Tergencet. Pegangan terlepas. Saat kereta berangkat penumpang terlempar ke belakang. Tergencet lagi. Pegangan terlepas lagi. Sejauh ini tidak terdengar keluh-kesah. Yang ada justru celotehan. &lt;i&gt;‘Masinisnya becanda nih’&lt;/i&gt; Terdengar gurauan. Saat himpitan makin tak tertahankan, mulai terdengar &lt;i&gt;‘Aduh-aduh, jangan dorong-dorong dong Pak’&lt;/i&gt; Seru ibu-ibu di dekat tangga. &lt;i&gt;‘Naik kereta dua ribu perak ini, jangan pake marah dong’&lt;/i&gt; Sahut Si Bapak galak. Orang-orang hanya tersenyum. Lebih banyak lagi tak peduli. Namun tidak ada amarah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di stasiun yang ke sekian kereta berhenti. Agak lama. Saya hampir tidak tahan. Saya belum sarapan. Saya merasa diri ini tinggal kepala. Leher ke bawah entah kemana. Mati rasa. Tenggelam dalam lautan peluh. Penumpang-penumpang adalah kepala-kepala yang thingak-thinguk kiri-kanan berebut oksigen. Berhenti berarti pertukaran udara di gerbong juga berhenti. CO2 yang dihembus penumpang sebelah saya hirup. CO2 yang saya hembus dihirup penumpang sebelah lagi. Demikian seterusnya. Rupanya kereta kaum proletar ini sedang menunggu kereta kaum borjuis, Pakuan Ekpress yang hendak mendahului. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;‘Kemaren ada copet dipukuli sampai babak-belur‘&lt;/i&gt; Seorang bapak membuka pembicaraan. &lt;i&gt;‘Kalau dia bukan copet beneran,  gimana coba ? Kasihan khan !’&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;‘Ah, biarin aja. Ngapain kasihan. Rumusnya memang pukulin dulu, siapa tahu dia copet beneran’&lt;/i&gt; Timpal rekannya. Ternyata komunitas komuter ini punya logika berpikirnya sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kereta Pakuan Ekpress lewat. Lampunya menyala terang. ACnya berhembus sejuk sepoi-sepoi. Penumpang duduk aman sentosa di dalamnya. Kereta apiku seakan menunduk takzim, mempersilahkan tuannya mendahului. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;‘Menteri-menteri baru itu, belum-belum sudah mau naik gaji. Termasuk menhub. Benerin dulu dong KRL. Ini sudah tidak manusiawi’&lt;/i&gt; Seorang lelaki, tepat di hadapanku, dengan logat swarnadwipa tiba-tiba berpidato. Orang-orang tak mengacuhkannya. Tak mengapa. Anggap saja itu sebagai katalis atas kesuntukan hidupnya selama ini. &lt;i&gt;‘Sekali kali menteri-menteri, anggota DPR atau presiden sekalian, suruh rasain naik KRL. Biar mereka tahu keadaan rakyatnya, bla..bla..bla..Gara-gara penuh sesak begini, kasihan tuh mahasiswi-mahasiswi gak berani naik'&lt;/i&gt; Kutuknya dengan nada kesal sambil mengarahkan pandangan ke wajah-wajah bening yang bergerombol di plasa stasiun. He..he.. koq ujung-ujungnya mahasiswi. Yang gak berani naik gak cuman mereka, Om. Tuh, Mbok-mbok jamu gendong dan Kang Sudar kuli gali tanah juga manyun di stasiun menunggu kereta berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sudah sampai mana, Bang ?’&lt;/i&gt; Tanyaku kepada seorang anak muda. &lt;br /&gt;&lt;i&gt;‘Cikini’&lt;/i&gt; Jawabnya. &lt;br /&gt;&lt;i&gt;‘Juanda ?’&lt;/i&gt; &lt;br /&gt;&lt;i&gt;‘Oh, sebentar lagi. Habis Gambir’&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat stasiun warna orange itu di depan mata, saya bersiap turun. Ternyata saya yang semula berdiri di depan pintu, terdorong cukup jauh ke dalam. Sekian langkah baru saya capai pintu keluar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan menuruni tangga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;’Emang biasanya begini juga Pak ?’&lt;/i&gt; Tanya saya kepada bapak paruh baya sambil berjalan beriring. &lt;br /&gt;&lt;i&gt;‘Ini tadi kita dapat diskon 50%, maksudnya biasanya dua rangkaian delapan gerbong, tadi cuman satu rangkaian empat gerbong’&lt;/i&gt; Jawabnya. &lt;i&gt;‘Tapi gak beda jauh deh meskipun dua rangkaian juga, teteeep, empet-empetan’&lt;/i&gt; Imbuhnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutengok atap kereta. Penuh orang-orang duduk santai. &lt;i&gt;‘Ah andai saya tadi naik ke situ, tentu tak perlu saya tahankan semua ‘penderitaan’ ini’&lt;/i&gt; Rutukku. Apakah Anda pernah berpikir bahwa naik di atap kereta adalah perbuatan bodoh, tidak berpendidikan dan membahayakan diri sendiri ? Cobain dulu deh naik KRL Ekonomi Biasa, baru komentar. Anda juga baru akan tahu kenapa segala daya upaya– menyemprot dengan  pewarna, menanam besi lancip atau mengolesi atap dengan oli - tidak pernah berhasil mencegah hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan ini memakan waktu hampir dua jam. Selain badan remuk redam, tampilan saya, tentu saja acak adut tak karuan. Benar keputusan saya untuk pakai &lt;i&gt;polo shirt&lt;/i&gt; saja. Sementara pakaian kerja saya simpan rapi dalam &lt;i&gt;back pack.&lt;/i&gt;  Tangan, wajah, rambut, kaos, celana  hampir-hampir seperti habis diguyur hujan. Semua kuyup oleh keringat. Mampir toilet dulu ah ! Basuh-basuh, ganti baju, trus menuju ke kantor yang tidak seberapa jauh dari situ.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan, apakah saya terlihat cengeng ketika menceritakan semua ini ? Seakan-akan ini adalah peristiwa istimewa hebat tak terlupakan, momen historis yang perlu dikenang sepanjang masa, yang karena sebegitu pentingnya hingga saya merasa perlu menuliskannya dalam blog ini. Sementara ibu-ibu itu, bapak-bapak itu mengalaminya setiap hari, menjalaninya sebagai rutinitas dan menganggapnya sebagai hal yang biasa-biasa saja. Tak berlebihankah jika mereka saya sebut orang-orang hebat, yang atas nama tanggung jawab mencari nafkah untuk keluarga, setiap hari, ya setiap hari, bertahun-tahun, rela berpeluh, berdesakan, berjibaku, pagi berangkat kerja jadi ikan pindang, sore pulang kerja jadi bandeng presto demi orang-orang yang dicintainya ? &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4278532315769842325-3495055087196657660?l=blogsurawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogsurawan.blogspot.com/feeds/3495055087196657660/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogsurawan.blogspot.com/2009/10/naik-krl-bersama-orang-orang-hebat.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4278532315769842325/posts/default/3495055087196657660'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4278532315769842325/posts/default/3495055087196657660'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogsurawan.blogspot.com/2009/10/naik-krl-bersama-orang-orang-hebat.html' title='Naik KRL Bersama Orang-Orang Hebat Indonesia'/><author><name>Surawan Tri Atmaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06536157167208318136</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nV3UWR-m_h4/TIRGE7ayboI/AAAAAAAAAQk/YQ82wOgCPNU/S220/Pas+Photo+Surawan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_nV3UWR-m_h4/SuZyyFExlBI/AAAAAAAAAQQ/vPNQCbcLNog/s72-c/Kereta+Apiku.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4278532315769842325.post-3601020340021778808</id><published>2009-09-29T03:02:00.000-07:00</published><updated>2011-04-04T13:20:05.804-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Investasi Emas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cibinong'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Emas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dinar Dirham'/><title type='text'>Ada Apa dengan Toko Emas ?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_nV3UWR-m_h4/SsHeJRFXPOI/AAAAAAAAAQI/jX3MedmEKDQ/s1600-h/emas.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 198px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_nV3UWR-m_h4/SsHeJRFXPOI/AAAAAAAAAQI/jX3MedmEKDQ/s200/emas.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5386830880097909986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p align="justify"&gt;Cerita ini berasal dari kisah nyata seorang pembeli emas perhiasan di sebuah toko emas di sebuah pusat perbelanjaan, jika dari arah pintu tol Cibinong (Jagorawi), sebelah kiri, tidak seberapa jauh sebelum Pasar Cibinong. Sebut saja ia Investor Emas (IE) dan tokonya Toko Emas (TE). Secara garis besar kisahnya adalah kekesalannya atas penentuan harga emas perhiasannya, yang ia nilai sepihak dan tidak masuk akal, saat ia hendak menjualnya kembali ke toko emas langganannya, setelah ia simpan bebeberapa lama. Namun anehnya saat ia menjual emas yang lain yang ia beli di sebuah kota nun di sebuah kota di Sumatera sana, hal serupa tidak terjadi.&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;IE : Berani beli berapa emas saya, Koh (22 karat, berat sekian gram) ?&lt;br /&gt;TE : Rp. 170 ribu/gram Bos&lt;br /&gt;IE : Walah, murah sekali Koh. Gimana tuh ngitungnya ? Harga emas 22 karat hari ini saja sudah Rp. 250 ribu per gramnya.&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p align="justify"&gt;IE sempat survey dulu, dengan berpura-pura mau beli emas,  di toko itu sebelumnya, jadi dia tahu persis harga hari itu.&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;TE :  Itu harga belum ditawar Bos, apalagi Bos khan dulu belinya cuman Rp. 140 ribu per gramnya. Tuh ada di suratnya.&lt;br /&gt;IE :  Lho apa hubungannya dulu saya beli berapa dengan sekarang dibeli berapa. Mestinya lu hargai emas saya sesuai harga hari ini. Kalau memang dikurangi biaya bikin, silahkan.&lt;br /&gt;TE :  Hitungannya emang gitu Bos. Toh Bos sudah untung khan ? Dulu beli Rp. 140 ribu/gram sekarang dibeli Ro. 170 ribu/gram ? Masih untung make lagi.&lt;br /&gt;IE :  Sok  tahu lu untung make. Orang gelang ini nyaris gak pernah dipake. &lt;br /&gt;TE :  Udahlah Bos. Bos udah untung banyak nih. Baru pegang setahun udah untung sekian. &lt;br /&gt;IE :  Bukan begitu Koh. Hari ini aku juga bawa perhiasan yang lain. Di sebelah berani beli Rp. 224 ribu/gram dikurangi biaya bikin. Pertanyaannya : sama-sama emas 22 karat, sama-sama dijual hari ini kenapa harganya berbeda jauh hanya karena lihat di suratnya dulu belinya dengan harga berbeda.&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p align='justify'&gt;IE kebetulan juga menjual perhiasannya yang lain di toko sebelah. Karena dulu beli Rp. 224 ribu/gram, maka toko tersebut menawarkan harga yang sama, Rp. 224 ribu/gram dikurangi ongkos bikin. IE memutuskan untuk batal melepas barangnya karena rugi. Ia akan menyimpannya dan menjualnya lagi suatu saat.&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;TE :  Emang begitu Bos. Harus dilihat, dulu belinya berapa baru dihitung harganya.&lt;br /&gt;IE :  Gak masuk akal Koh. Trus kalo ada orang dateng ke sini mo jual emas jaman Majapahit ia dapat nemu dari kebun gimana ngitungnya. Pan lu gak bisa lihat harga belinya, orang dia dapat dari nemu.&lt;br /&gt;TE : [TERDIAM AGAK LAMA, kemudian]Tapi Bos udah untung banyak lho. Bandingin sama HP. HP Bos yang dapet beli setahun lalu dijual hari ini sudah turun banyak harganya. Bahkan mungkin gak laku.&lt;br /&gt;IE :  Yaaah, makin lucu aja lu, Koh. Masa emas dibandingin ma HP. HP tahun 90an dijual sekarang gak ada yang mau beli. Tapi, jangankan emas tahun 90an, emas jaman Fir’aun pun laku dijual hari ini.&lt;br /&gt;TE : [TERDIAM AGAK LAMA]&lt;br /&gt;IE :  Udahlah Koh. Saya minta harga gak tinggi-tinggi amat koq. Taruhlah harga jadi hari ini Rp. 240 ribu/per gram. Saya minta harga itu dikurangi biaya bikin 15 ribu/gram jadi Rp. 225 ribu per/gram. Gimana ?&lt;br /&gt;TE :  Wah berat Bos. Gak mungkin di atas Rp. 200 ribu/gram&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p align='justify'&gt;Berkali-kali TE mesti nelpon bosnya (yang sedang tidak ditempat) menghadapi pelanggan ngeyel ini. Setelah ‘berkelahi’ selama hampir satu jam, hanya untuk menjual dua gelang dan satu cincin, akhirnya IE mendapat harga mendekati Rp. 200 ribu/gram. Rupanya TE lelah juga menghadapi pelanggan yang mau ‘bertempur’ seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebulan kemudian IE pulang ke Dumai lebaran. Tak lupa ia bawa beberapa perhiasan yang ia beli di sana. Akan ia lego pula itu asset. Hah..!, ternyata guampang buaaanget jualnya. Gak perlu ‘berantem’, apalagi sampai sejam. &lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;IE :Harga emas 22 karat hari ini berapa Da ? (Uda adalah panggilan setara Bang bagi laki-laki Sumatera Barat)’. &lt;br /&gt;UDA :Rp. 235 ribu Om. &lt;br /&gt;IE : Aku mau jual, berani beli berapa ?&lt;br /&gt;UDA :Harga hari ini dikurangi biaya bikin 25 ribu. Jadi Rp. 210 ribu per gram&lt;br /&gt;IE :Biaya bikin jangan banyak-banyak. Rp. 20 ribu aja ya. Jadi per gramnya Rp. 215 ribu.&lt;br /&gt;UDA :Ok. Ini sekian gram jadi totalnya sekian-sekian.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p align='justify'&gt;IE serahkan barangnya. Si Uda serahkan duitnya. Beres ! Padahal perhiasan itu bukan dibeli di toko Si Uda, tapi toko sebelahnya yang masih tutup dalam rangka libur lebaran. Kebetulan ia juga dititipi perhiasan lain milik adik iparnya untuk dijual, setelah ia simpan selama empat tahun. Ternyata toko emas berani beli hampir dua kali lipat dari harga yang tertera di surat. Itu artinya nilai perhiasan tersebut tumbuh 100% selama empat tahun alias 25% per tahun. Jauh di atas rata-rata bunga deposito.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IE memang investor emas &lt;i&gt;hardcore&lt;/i&gt;. Ia tahu betul ia tidak (belum) lihai terjun di dunia investasi sektor riil. Tapi ia juga gak mau didzalimi perbankan yang hanya memberikan hasil atas tabungannya sebesar 1-2 % per tahun dikurangi biaya administrasi dan pajak itu. &lt;i&gt;‘Dengan hasil segitu sama saja saya bunuh diri di tiang gantungan inflasi’ &lt;/i&gt;cetusnya. Yup, dengan tingkat inflasi VERSI RESMI yang rata-rata 11 % itu, kenaikan tabungannya tidak mampu mengejar kenaikan harga-harga. Kalau VERSI RIIL bahkan Anda sendiri bisa mengira-ira sendiri. Dalam setahun ini, beras yang anda beli, cabe, gula, minyak, susu, kontrakan rumah, harga mobil, motor adakah yang hanya naik 11 % ? Rasanya lebih dari itu !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu ia melindungi nilai (&lt;i&gt;value protection&lt;/i&gt;) assetnya dengan menyimpannya dalam bentuk emas. Sejauh ini dalam setahun tingkat kenaikan harganya selalu di atas tingkat inflasi. Akan lebih besar lagi kalau ia mau berlaku sebagai spekulan. Tapi ia tidak lakukan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman ‘pahit’ berantem dengan toko emas itu membuatnya ambil keputusan tidak akan lagi membeli perhiasan, kecuali sekadar yang cukup untuk dipakai istrinya. Atau kalaupun mesti beli perhiasan ia tidak akan pergi ke toko emas itu. Selain itu ia sudah punya pilihan lain. Beli logam mulia (&lt;i&gt;gold bar&lt;/i&gt;) di &lt;a href='http://www.logammulia.com'&gt;PT. Logam Mulia&lt;/a&gt; atau koin emas dalam bentuk dinar di &lt;a href='http://www.geraidinar.com'&gt;Gerai Dinar&lt;/a&gt;. Sejauh ini ia lebih memilih membeli dinar di Gerai Dinar.&lt;i&gt;‘Gampang ngitung zakatnya’&lt;/i&gt; kilahnya. Yups, tiap 40 keping dinar yang telah disimpan selama setahun ia sisihkan 1 keping (2,5%) untuk diserahkan ke lembaga zakat sebagai zakat mal. Praktis ! Memang ada plus minusnya &lt;i&gt;gold bar&lt;/i&gt; versus dinar, jika dilihat dari aspek perpajakan, tingkat ke-likuid-an, kemudahan untuk dibagi,  dsb. Tapi ia sudah memutuskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sidang pembaca yang budiman, adakah yang juga memiliki kisah serupa, saat menghadapi toko emas yang ‘reseh’. Atau jika Anda pemilik toko emas, sebetulnya gimana sih mestinya Anda ngitung harga saat seseorang mau jual perhiasannya. Apakah seperti Si Koh, apa seperti Si Uda ? &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4278532315769842325-3601020340021778808?l=blogsurawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogsurawan.blogspot.com/feeds/3601020340021778808/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogsurawan.blogspot.com/2009/09/tipu-tipu-toko-emas.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4278532315769842325/posts/default/3601020340021778808'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4278532315769842325/posts/default/3601020340021778808'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogsurawan.blogspot.com/2009/09/tipu-tipu-toko-emas.html' title='Ada Apa dengan Toko Emas ?'/><author><name>Surawan Tri Atmaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06536157167208318136</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nV3UWR-m_h4/TIRGE7ayboI/AAAAAAAAAQk/YQ82wOgCPNU/S220/Pas+Photo+Surawan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_nV3UWR-m_h4/SsHeJRFXPOI/AAAAAAAAAQI/jX3MedmEKDQ/s72-c/emas.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4278532315769842325.post-1245540979317497585</id><published>2009-06-11T18:24:00.000-07:00</published><updated>2011-01-18T20:05:28.078-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Melamin'/><title type='text'>Hati-hati dengan Peralatan Makan Melamin Anda !</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_nV3UWR-m_h4/SjHzwOAMR3I/AAAAAAAAANY/fMOOX1QDDfc/s1600-h/melamin.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 186px; height: 183px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_nV3UWR-m_h4/SjHzwOAMR3I/AAAAAAAAANY/fMOOX1QDDfc/s200/melamin.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5346322242383660914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://www.pom.go.id"&gt;BPOM &lt;/a&gt;(Badan Pengawasan Obat dan Makanan) Republik Indonesia pada tanggal 1 Juni 2009 telah mengeluarkan peringatan/ &lt;i&gt;public warning&lt;/i&gt; No.KH.00.01.1.23.2258 tentang peralatan makan dari bahan melamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam peringatan tersebut disebutkan bahwa BPOM RI telah melakukan penelitian atas 62 sampel dimana 30 diantaranya positif mengeluarkan melamin. 30 jenis peralatan yang mengeluarkan melamin tersebut berpotensi menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan (masih ingat kasus susu bermelamin di China khan ?) bila digunakan untuk mewadahi makanan yang berair atau berasa asam terlebih dalam keadaan panas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk lebih jelasnya silahkan baca dokumen aslinya &lt;a href="http://www.pom.go.id/public/peringatan_publik/pdf/melamin.pdf"&gt;di sini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat berhati-hati.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4278532315769842325-1245540979317497585?l=blogsurawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogsurawan.blogspot.com/feeds/1245540979317497585/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogsurawan.blogspot.com/2009/06/hati-hati-dengan-peralatan-makan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4278532315769842325/posts/default/1245540979317497585'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4278532315769842325/posts/default/1245540979317497585'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogsurawan.blogspot.com/2009/06/hati-hati-dengan-peralatan-makan.html' title='Hati-hati dengan Peralatan Makan Melamin Anda !'/><author><name>Surawan Tri Atmaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06536157167208318136</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nV3UWR-m_h4/TIRGE7ayboI/AAAAAAAAAQk/YQ82wOgCPNU/S220/Pas+Photo+Surawan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_nV3UWR-m_h4/SjHzwOAMR3I/AAAAAAAAANY/fMOOX1QDDfc/s72-c/melamin.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4278532315769842325.post-6692378873610494488</id><published>2009-04-28T17:44:00.000-07:00</published><updated>2011-01-24T16:48:19.117-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Once upon a time'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kereta komuter'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bekasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jakarta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Stasiun Senen'/><title type='text'>Homo Homini Lupus</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_nV3UWR-m_h4/SfeoT8LCmHI/AAAAAAAAALc/Uu5LXLtGWI0/s1600-h/Serigala+BW.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 149px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nV3UWR-m_h4/SfeoT8LCmHI/AAAAAAAAALc/Uu5LXLtGWI0/s200/Serigala+BW.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329913744539687026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pernah dengar istilah di atas ? &lt;b&gt;Homo homini lupus&lt;/b&gt;, istilah yang dikenalkan oleh &lt;a href='http://en.wikipedia.org/wiki/Thomas_Hobbes'&gt;Thomas Hobbes&lt;/a&gt; itu, bermakna manusia adalah serigala bagi manusia yang lain. Mungkin sering kita dengar kelakar demikian ; orang susah bilang nanti makan apa, sedikit kaya bilang makan dimana, begitu kaya dan berkuasa bilang nanti makan siapa. Nah orang yang berpikiran nanti makan siapa inilah manusia penghayat istilah di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu malam di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Stasiun_Pasar_Senen"&gt;Stasiun Pasar Senen&lt;/a&gt;, Jakarta Pusat. Saya duduk termangu menunggu Kereta Api Senja Utama yang akan mengantarku ke &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Klaten"&gt;Klaten&lt;/a&gt;. Jarum jam telah menunjukkan lewat pukul enam. Suasana sangat sibuk. Beribu-ribu orang lalu lalang tergesa. Dari air muka letihnya, bisa dipastikan mereka adalah para pekerja pulang kantor. Terburu ingin segera sampai di rumah menemui orang-orang tercinta.&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tiba-tiba pandangan mataku tertuju kepada seorang bapak tua. Maaf, dengan jelas terlihat beliau tidak bisa melihat. Tongkat di tangan kanan membantunya meraba arah jalan. Wajahnya kuyu, bajunya lusuh. Di bahu kiri tergantung tas kresek, membulat agak besar, entah apa isinya. Meskipun demikian tak terlihat dia asing dengan situasi sekitar. Mungkin stasiun ini selalu disinggahinya setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba seorang pengasong koran datang menghampirinya. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Mau kemana !"&lt;/span&gt; ujarnya tanpa basa-basi. Bapak tua menjawab singkat &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Bekasi"&lt;/span&gt;. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Udah tunggu aja dulu di sini, kereta masih lama"&lt;/span&gt; Kata pengasong sambil menarik tangan bapak tua dan mendudukkannya di kursi tunggu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama berselang kereta jurusan Bekasi tiba. Hiruk pikuk orang berebut menaikinya. Si pengasong sigap menuntun bapak tua. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Tasnya biar aku bawain"&lt;/span&gt; Bapak  tua menyerahkan seluruh bawaanya. Sampai di depan pintu kereta pengasong menahan bapak tua agar jangan dulu masuk. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Masih banyak orang"&lt;/span&gt; Katanya. Aneh. Padahal hampir semua orang sudah masuk kereta. Tinggal satu dua. Tidak ada alasan untuk menahan bapak itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdengar derit roda bergesekan dengan rel. Sambungan berderak, gerbong bergoyang tanda kereta segera berangkat. Pengasong mendorong bapak tua ke dalam gerbong sambil memerintahkan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Masuk, kereta mau berangkat"&lt;/span&gt;. Begitu tubuh renta itu terdorong ke dalam, kereta segera melaju. Dalam sekejap ular besi itu hilang dari pandangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengasong bergegas menuju pojokan. Dengan bernafsu ia tumpahkan tas kresek itu. Isinya berserakan. Tidak jelas apa. Beberapa diantaranya berpindah ke dalam kantongnya. Sisanya ia tendang ke tempat sampah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, untuk menjadi pemangsa bagi sesamanya, orang tidak selalu perlu harus kaya dan berkuasa terlebih dahulu. Kaya,miskin, lemah, kuat &lt;i&gt;sami mawon&lt;/i&gt;. Yang membedakan hanya motivasinya ; kavling kekuasaan, akses politik, portofolio korporasi atau (sekedar) recehan hasil mengemis seharian pengemis renta tuna netra. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duh, dadaku berdesir....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4278532315769842325-6692378873610494488?l=blogsurawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogsurawan.blogspot.com/feeds/6692378873610494488/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogsurawan.blogspot.com/2009/04/homo-homini-lupus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4278532315769842325/posts/default/6692378873610494488'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4278532315769842325/posts/default/6692378873610494488'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogsurawan.blogspot.com/2009/04/homo-homini-lupus.html' title='Homo Homini Lupus'/><author><name>Surawan Tri Atmaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06536157167208318136</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nV3UWR-m_h4/TIRGE7ayboI/AAAAAAAAAQk/YQ82wOgCPNU/S220/Pas+Photo+Surawan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_nV3UWR-m_h4/SfeoT8LCmHI/AAAAAAAAALc/Uu5LXLtGWI0/s72-c/Serigala+BW.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4278532315769842325.post-2987801397315771778</id><published>2009-03-31T20:50:00.001-07:00</published><updated>2009-05-18T20:34:57.181-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Krismansyah Rahadi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Chrisye'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Taufiq Ismail'/><title type='text'>Ketika Mulut Tak Lagi Bicara</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_nV3UWR-m_h4/SbcD_x2tYgI/AAAAAAAAAK0/1mRfSlrtWMI/s1600-h/chrisye-BW.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nV3UWR-m_h4/SbcD_x2tYgI/AAAAAAAAAK0/1mRfSlrtWMI/s200/chrisye-BW.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311718679756235266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p align="justify"&gt;Banyak cerita dahsyat melatarbelakangi lahirnya sebuah maha karya. Penguasa Hindustan kala itu, &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Shah_Jahan"&gt;Shah Jahan&lt;/a&gt;, didera duka maha duka setelah belahan hatinya, permaisuri &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mumtaz_Mahal"&gt;Mumtaz Mahal&lt;/a&gt; mendahuluinya menghadap Sang pencipta. Tetapi duka maha hebat itu justru menjadi awal berdirinya &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Taj_Mahal"&gt;Taj Mahal&lt;/a&gt;, karya seni maha tinggi, monumen cinta suci seorang suami untuk istri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah cerita lain tentang, bagaimana sebuah kisah dramatis terjadi dibalik proses lahirnya sebuah karya besar. Ditulis oleh &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Taufiq_Ismail"&gt;Taufiq Ismail&lt;/a&gt; dalam majalah sastra Horizon berkisah tentang lahirnya lagu &lt;b&gt;Ketika Tangan dan Kaki Bicara&lt;/b&gt; yang dinyanyikan oleh &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Chrisye"&gt; Chrisye&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;Krismansyah Rahadi (1949-2007):&lt;br /&gt;KETIKA MULUT TAK LAGI BERKATA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Oleh Taufiq Ismail&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Di tahun 1997 saya bertemu Chrisye sehabis sebuah acara, dan dia berkata, &lt;i&gt;”Bang, saya punya sebuah lagu. Saya sudah coba menuliskan kata-katanya, tapi saya tidak puas. Bisakah Abang tolong tuliskan liriknya?”&lt;/i&gt; Karena saya suka lagu-lagu Chrisye, saya katakan bisa. Saya tanyakan kapan mesti selesai. Dia bilang sebulan. Menilik kegiatan saya yang lain, &lt;i&gt;deadline&lt;/i&gt; sebulan itu bolehlah. Kaset lagu itu dikirimkannya, berikut keterangan berapa baris lirik diperlukan, dan untuk setiap larik berapa jumlah ketukannya, yang akan diisi dengan suku kata. Chrisye menginginkan puisi relijius. Kemudian saya dengarkan lagu itu. Indah sekali. Saya suka betul. &lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sesudah seminggu, tidak ada ide. Dua minggu begitu juga. Minggu ketiga inspirasi masih tertutup. Saya mulai gelisah. Di ujung minggu keempat tetap buntu. Saya heran. Padahal lagu itu cantik jelita. Tapi kalau ide memang macet, apa mau dikatakan. Tampaknya saya akan telepon Chrisye keesokan harinya dan saya mau bilang, &lt;i&gt;”Chris, maaf ya, macet. Sori.”&lt;/i&gt; Saya akan kembalikan pita rekaman itu.Saya punya kebiasaan rutin baca &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Surah_Ya_Sin"&gt;Surah Yasin.&lt;/a&gt; Malam itu, ketika sampai ayat 65 yang berbunyi, &lt;i&gt;A’udzubillahi minasy syaithonirrojim. “Alyauma nakhtimu ‘alaa afwahihim, wa tukallimuna aidhihim, wa tasyhadu arjuluhum bimaa kaanu yaksibuun” &lt;/i&gt;saya berhenti. Maknanya, &lt;i&gt;“Pada hari ini Kami akan tutup mulut mereka, dan tangan mereka akan berkata kepada Kami, dan kaki mereka akan bersaksi tentang apa yang telah mereka lakukan.”&lt;/i&gt; Saya tergugah. Makna ayat tentang Hari Pengadilan Akhir ini luar biasa! Saya hidupkan lagi pita rekaman dan saya bergegas memindahkan makna itu ke larik-larik lagi tersebut. Pada mulanya saya ragu apakah makna yang sangat berbobot itu akan bisa masuk pas ke dalamnya. &lt;i&gt;Bismillah&lt;/i&gt;. Keragu-raguan teratasi dan &lt;i&gt;alhamdulillah&lt;/i&gt; penulisan lirik itu selesai. Lagu itu saya beri judul &lt;b&gt;Ketika Tangan dan Kaki Berkata.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokannya dengan lega saya berkata di telepon,&lt;i&gt;”Chris, alhamdulillah selesai”.&lt;/i&gt; Chrisye sangat gembira. Saya belum beritahu padanya asal-usul inspirasi lirik tersebut. Berikutnya hal tidak biasa terjadilah. Ketika berlatih di kamar menyanyikannya baru dua baris Chrisye menangis, menyanyi lagi, menangis lagi, berkali-kali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam memoarnya yang dituliskan &lt;a href="alberthieneendah.multiply.com"&gt;Alberthiene Endah&lt;/a&gt;, &lt;b&gt;Chrisye ? Sebuah Memoar Musikal&lt;/b&gt;, 2007 (halaman 308-309), bertutur Chrisye: Lirik yang dibuat Taufiq Ismail adalah satu-satunya lirik dahsyat sepanjang karier, yang menggetarkan sekujur tubuh saya. Ada kekuatan misterius yang tersimpan dalam lirik itu. Liriknya benar-benar-benar mencekam dan menggetarkan. Dibungkus melodi yang begitu menyayat, lagu itu bertambah susah saya nyanyikan! Di kamar, saya berkali-kali menyanyikan lagu itu. Baru dua baris, air mata saya membanjir. Saya coba lagi. Menangis lagi. Yanti sampai syok! Dia kaget melihat respons saya yang tidak biasa terhadap sebuah lagu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taufiq memberi judul pada lagu itu sederhana sekali, Ketika Tangan dan Kaki Berkata. Lirik itu begitu merasuk dan membuat saya dihadapkan pada kenyataan, betapa tak berdayanya manusia ketika hari akhir tiba. Sepanjang malam saya gelisah. Saya akhirnya menelepon Taufiq dan menceritakan kesulitan saya. &lt;i&gt;“Saya mendapatkan ilham lirik itu dari Surat Yasin ayat 65”&lt;/i&gt; kata Taufiq. Ia menyarankan saya untuk tenang saat menyanyikannya. Karena sebagaimana bunyi ayatnya, orang memang sering kali tergetar membaca isinya. Walau sudah ditenangkan Yanti dan Taufiq, tetap saja saya menemukan kesulitan saat mencoba merekam di studio. Gagal, dan gagal lagi. Berkali-kali saya menangis dan duduk dengan lemas. Gila! Seumur-umur, sepanjang sejarah karir saya, belum pernah saya merasakan hal seperti ini. Dilumpuhkan oleh lagu sendiri!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Butuh kekuatan untuk bisa menyanyikan lagu itu. &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Erwin_Gutawa"&gt;Erwin Gutawa&lt;/a&gt; yang sudah senewen menunggu lagu terakhir yang belum direkam itu, langsung mengingatkan saya, bahwa keberangkatan ke &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Australia"&gt;Australia&lt;/a&gt; sudah tak bisa ditunda lagi. Hari terakhir menjelang ke Australia, saya lalu mengajak Yanti ke studio, menemani saya rekaman. Yanti sholat khusus untuk mendoakan saya. Dengan susah payah, akhirnya saya bisa menyanyikan lagu itu hingga selesai. Dan tidak ada take ulang! Tidak mungkin. Karena saya sudah menangis dan tak sanggup menyanyikannya lagi. Jadi jika sekarang Anda mendengarkan lagu itu, itulah suara saya dengan getaran yang paling autentik, dan tak terulang! Jangankan menyanyikannya lagi, bila saya mendengarkan lagu itu saja, rasanya ingin berlari! Lagu itu menjadi salah satu lagu paling penting dalam deretan lagu yang pernah saya nyanyikan. Kekuatan spiritual di dalamnya benar-benar meluluhkan perasaan. Itulah pengalaman batin saya yang paling dalam selama menyanyi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penuturan Chrisye dalam memoarnya itu mengejutkan saya. Penghayatannya terhadap Pengadilan Hari Akhir sedemikian sensitif dan luarbiasanya, dengan saksi tetesan air matanya. Bukan main. Saya tidak menyangka sedemikian mendalam penghayatannya terhadap makna Pengadilan Hari Akhir di hari kiamat kelak. Mengenai menangis ketika menyanyi, hal yang serupa terjadi dengan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Iin_Parlina"&gt;Iin Parlina&lt;/a&gt; dengan lagu &lt;b&gt;Rindu Rasul&lt;/b&gt;. Di dalam konser atau pertunjukan, Iin biasanya cuma kuat menyanyikannya dua baris, dan pada baris ketiga Iin akan menunduk dan membelakangi penonton menahan sedu sedannya. Demikian sensitif dia pada shalawat Rasul dalam lagu tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah rekaman Ketika Tangan dan Kaki Berkata selesai, dalam peluncuran album yang saya hadiri, Chrisye meneruskan titipan honorarium dari produser untuk lagu tersebut. Saya enggan menerimanya. Chrisye terkejut. &lt;i&gt;“Kenapa Bang, kurang?”&lt;/i&gt; Saya jelaskan bahwa saya tidak orisinil menuliskan lirik lagu Ketika Tangan dan Kaki Berkata itu. Saya cuma jadi tempat lewat, jadi saluran saja. Jadi saya tak berhak menerimanya. Bukankah itu dari Surah Yasin ayat 65, firman Tuhan? Saya akan bersalah menerima sesuatu yang bukan hak saya. Kami jadi berdebat. Chrisye mengatakan bahwa dia menghargai pendirian saya, tetapi itu merepotkan administrasi. Akhirnya Chrisye menemukan jalan keluar. &lt;i&gt;“Begini saja Bang, Abang tetap terima fee ini, agar administrasi rapi. Kalau Abang merasa bersalah, atau berdosa, nah, mohonlah ampun kepada Allah. Tuhan Maha Pengampun ‘kan?”&lt;/i&gt; Saya pikir jalan yang ditawarkan Chrisye betul juga. Kalau saya berkeras menolak, akan kelihatan kaku, dan bisa ditafsirkan berlebihan. Akhirnya solusi Chrisye saya terima. Chrisye senang, saya pun senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada subuh hari Jum’at, 30 Maret 2007, pukul 04.08, penyanyi legendaris Chrisye wafat dalam usia 58 tahun, setelah tiga tahun lebih keluar masuk rumah sakit, termasuk berobat di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Singapura"&gt;Singapura&lt;/a&gt;. Diagnosis yang mengejutkan adalah &lt;a hre="http://id.wikipedia.org/wiki/Kanker_paru-paru"&gt;kanker paru-paru&lt;/a&gt; stadium empat. Dia meninggalkan isteri, Yanti, dan empat anak, Risty, Nissa, Pasha dan Masha, 9 album proyek, 4 album sountrack, 20 album solo dan 2 filem. Semoga penyanyi yang lembut hati dan pengunjung masjid setia ini, tangan dan kakinya kelak akan bersaksi tentang amal salehnya serta menuntunnya memasuki Gerbang Hari Akhir yang semoga terbuka lebar baginya. Amin.&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ketika Tangan dan Kaki Berkata&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Lirik : Taufiq Ismail&lt;br /&gt;Lagu : Chrisye&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan datang hari mulut dikunci&lt;br /&gt;Kata tak ada lagi&lt;br /&gt;Akan tiba masa tak ada suara&lt;br /&gt;Dari mulut kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata tangan kita&lt;br /&gt;Tentang apa yang dilakukannya&lt;br /&gt;Berkata kaki kita&lt;br /&gt;Kemana saja dia melangkahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak tahu kita bila harinya&lt;br /&gt;Tanggung jawab tiba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabbana&lt;br /&gt;Tangan kami&lt;br /&gt;Kaki kami&lt;br /&gt;Mulut kami&lt;br /&gt;Mata hati kami&lt;br /&gt;Luruskanlah&lt;br /&gt;Kukuhkanlah&lt;br /&gt;Di jalan cahaya…. sempurna&lt;br /&gt;Mohon karunia&lt;br /&gt;Kepada kami&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4278532315769842325-2987801397315771778?l=blogsurawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogsurawan.blogspot.com/feeds/2987801397315771778/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogsurawan.blogspot.com/2009/03/ketika-mulut-tak-lagi-bicara.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4278532315769842325/posts/default/2987801397315771778'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4278532315769842325/posts/default/2987801397315771778'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogsurawan.blogspot.com/2009/03/ketika-mulut-tak-lagi-bicara.html' title='Ketika Mulut Tak Lagi Bicara'/><author><name>Surawan Tri Atmaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06536157167208318136</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nV3UWR-m_h4/TIRGE7ayboI/AAAAAAAAAQk/YQ82wOgCPNU/S220/Pas+Photo+Surawan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_nV3UWR-m_h4/SbcD_x2tYgI/AAAAAAAAAK0/1mRfSlrtWMI/s72-c/chrisye-BW.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4278532315769842325.post-7299721689803835204</id><published>2009-01-16T01:59:00.000-08:00</published><updated>2009-06-03T22:11:30.366-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Olah Raga'/><title type='text'>Lapangan Sepakbola Griya Anggraini Bogor</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_nV3UWR-m_h4/SW725tNevyI/AAAAAAAAAJg/VP8nYGz0EHs/s1600-h/IMG_0827.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_nV3UWR-m_h4/SW725tNevyI/AAAAAAAAAJg/VP8nYGz0EHs/s400/IMG_0827.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5291438083456024354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p align="center"&gt;Gambar 1. Skuad PSMS Medan berlatih. Klik untuk memperbesar&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Komplek perumahan dengan fasilitas lapangan tenis, kolam renang, taman bermain adalah hal biasa. Komplek perumahan dengan fasilitas lapangan bola, baru luar biasa. Ah masa ada ! Yup, ini contohnya, Griya Anggraini Bogor. Sebuah lapangan sepakbola dengan ukuran standar, dilapisi rumput yang terawat baik (saya sering melihat di TV lapangan bola dengan rumput yang jauh lebih buruk digunakan untuk pertandingan Liga Indonesia) menjadi fasilitas andalan, disamping fasilitas standar lainnya. Keberadaannya menjadi vital dan sentral, tidak hanya sebagai sarana berolah raga yang nyaman bagi segenap penghuninya, lebih dari itu merupakan wahana sosialisasi yang efektif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Disamping warga, beberapa instansi, organisasi, klub tercatat pernah dan atau masih menggunakannnya untuk tempat latihan atau penyelenggaraan pertandingan. Beberapa diantaranya adalah Liga Sepakbola Departemen Keuangan, Liga Sepakbola Ditjen Anggaran, Persikabo Bogor, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/PSMS_Medan"&gt;PSMS Medan&lt;/a&gt;, Korean FC (klub sepakbola yang pemainnya terdiri dari para ekspatriat asal Korea, berlatih tiap Sabtu Sore).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut pemandangan lapangan dari berbagai sudut pandang serta beberapa moment saat Skuad PSMS Medan berlatih disana dalam rangka persiapan laga tandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_nV3UWR-m_h4/SW7megozo3I/AAAAAAAAAJY/f28V4YZ8LfQ/s1600-h/Lapangan1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nV3UWR-m_h4/SW7megozo3I/AAAAAAAAAJY/f28V4YZ8LfQ/s400/Lapangan1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5291420024038466418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p align="center"&gt;Gambar 2. Briefing oleh Luciano Leandro. Klik untuk memperbesar.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_nV3UWR-m_h4/SW8B1iaEk-I/AAAAAAAAAJo/_Zv6hjAQnr4/s1600-h/Lapangan2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_nV3UWR-m_h4/SW8B1iaEk-I/AAAAAAAAAJo/_Zv6hjAQnr4/s400/Lapangan2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5291450106464474082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p align="center"&gt;Gambar 3. Luciano Leandro bercanda dengan asistennya. Klik untuk memperbesar.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_nV3UWR-m_h4/SW8DxKjjpnI/AAAAAAAAAJ4/WD_nxQUV_10/s1600-h/Lapangan3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_nV3UWR-m_h4/SW8DxKjjpnI/AAAAAAAAAJ4/WD_nxQUV_10/s400/Lapangan3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5291452230365587058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p align="center"&gt;Gambar 4. Tribun yang nyaman buat penonton. Klik untuk memperbesar.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_nV3UWR-m_h4/SXAtpp4Id_I/AAAAAAAAAKI/mXF-bcRUA-k/s1600-h/Lapangan4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_nV3UWR-m_h4/SXAtpp4Id_I/AAAAAAAAAKI/mXF-bcRUA-k/s400/Lapangan4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5291779755799508978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p align="center"&gt;Gambar 5. Berolah raga dengan udara yang bersih.Klik untuk memperbesar.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Jika Anda organisasi, perkumpulan, klub sepakbola atau apapun berminat ikut menikmati kenyamanan lapangan ini, tidak perlu repot. Silahkan datang ke lapangan, hubungi pengurus, bikin kesepakatan jadwal pemakaian. Gampang khan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabar.., sabar..! Bukannya aku lupa. Tetapi sengaja ingin tahu seberapa antusias peminatnya. Karena banyak yang mengacungkan jari, ya sudah ini tak kasih alamat lapangannya : &lt;b&gt;Blok C, Griya Anggraini, Kel. Karang Asem Barat, Kec. Citeureup, Kab. Bogor, Kode Pos 16810&lt;/b&gt;. Belum cukup ! Ok, peta lokasinya bisa dilihat &lt;a href='http://www.wikimapia.org/#lat=-6.4903564&amp;lon=106.8611383&amp;z=17&amp;l=54&amp;m=h&amp;v=2'&gt;di sini&lt;/a&gt;. Sampai jumpa di lapangan.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4278532315769842325-7299721689803835204?l=blogsurawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogsurawan.blogspot.com/feeds/7299721689803835204/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogsurawan.blogspot.com/2009/01/lapangan-sepakbola-griya-anggraini_16.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4278532315769842325/posts/default/7299721689803835204'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4278532315769842325/posts/default/7299721689803835204'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogsurawan.blogspot.com/2009/01/lapangan-sepakbola-griya-anggraini_16.html' title='Lapangan Sepakbola Griya Anggraini Bogor'/><author><name>Surawan Tri Atmaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06536157167208318136</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nV3UWR-m_h4/TIRGE7ayboI/AAAAAAAAAQk/YQ82wOgCPNU/S220/Pas+Photo+Surawan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_nV3UWR-m_h4/SW725tNevyI/AAAAAAAAAJg/VP8nYGz0EHs/s72-c/IMG_0827.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4278532315769842325.post-3090788941532242994</id><published>2008-11-25T02:47:00.000-08:00</published><updated>2009-05-26T04:22:30.510-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Victor Ostrovsky'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Militer'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mossad'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Claire Hoy'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resensi Buku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Israel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Palestina'/><title type='text'>Mossad, Is The Myth Finally Revealed ?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_nV3UWR-m_h4/Rx8JfBl0MDI/AAAAAAAAADY/uA2QmVQOj7I/s1600-h/Mossad.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_nV3UWR-m_h4/Rx8JfBl0MDI/AAAAAAAAADY/uA2QmVQOj7I/s200/Mossad.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5124825329578553394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Judul      :&lt;/b&gt; MOSSAD&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sub Judul  :&lt;/b&gt; Tipu Daya yang Dibeberkan oleh Mantan Agen Dinas Rahasia Israel&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penulis    :&lt;/b&gt; Claire Hoy, Victor Ostrovsky&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penerjemah :&lt;/b&gt; Drs. F.X. Budiyanto&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penerbit   :&lt;/b&gt; Binarupa Aksara&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tebal      :&lt;/b&gt; 616 halaman&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Terbit     :&lt;/b&gt; 2007&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bertahun-tahun &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/PLO"&gt;PLO&lt;/a&gt; serta &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Yasser_Arafat"&gt;Yasser Arafat&lt;/a&gt; tidak menyadari bahwa salah satu orang terdekatnya, yakni pengemudi pribadinya yang juga sekaligus pengawal pribadi dan anggota Pasukan 17 adalah pengkhianat besar. Ia bekerja untuk musuh besar bangsa Palestina; Israel, dengan cara menyuplai informasi atas segala hal tentang PLO dan Yasser Arafat lewat tangan &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mossad"&gt;Mossad&lt;/a&gt;. Tentu saja dengan imbalan sejumlah besar uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Durak Kasim, nama pengawal itu, melapor kepada Mossad hampir setiap hari, dengan berbagai cara ; melalui frekuensi radio, menelepon, mengirim surat lewat pos, bahkan pernah datang langsung ke "kapal selam", sebutan untuk pos rahasia Mossad di negara lain. Ketamakan membuatnya tak peduli meski harus melapor langsung dari dalam markas PLO. Atas 'kesetiaannya' itu, ia mendapat imbalan $2.000 per laporan. Itulah salah satu hal yang diungkap oleh penulis buku ini, &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Victor_Ostrovsky"&gt;Victor Ostrovsky (VO)&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;VO lahir dari keluarga &lt;a href"http://id.wikipedia.org/wiki/Yahudi"&gt;Yahudi&lt;/a&gt;. Dibesarkan sebagai &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Zionism"&gt;Zionis&lt;/a&gt; yang antusias, ia yakin bahwa negara Israel tidak mungkin berbuat salah. Keluarga besarnya adalah keluarga perang. Ayahnya pilot pesawat tempur. Ibunya anggota pasukan &lt;i&gt;Hagona&lt;/i&gt;. Pamannya berada dalam unit elit angkatan perang &lt;i&gt;Wolves of Samson&lt;/i&gt; sebelum negara Israel berdiri. Ia sendiri pada awalnya bergabung dengan angkatan laut Israel, sebelum akhirnya direkrut sebagai &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Katsa"&gt;katsa&lt;/a&gt; oleh Mossad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang &lt;i&gt;katsa&lt;/i&gt;, VO mengetahui banyak hal tentang Mossad; struktur organisasi, sistem perekrutan, infrastruktur, jaringan di seluruh dunia, tokoh-tokohnya dan yang  paling penting operasi-operasi serta rahasia-rahasia besarnya. Percayakah Anda bahwa &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Adnan_Khashoggi"&gt;Adnan Khashoggi&lt;/a&gt;, miliarder dari Arab Saudi itu ternyata Agen Mossad. Bagaimana ia menggunakan uang Mossad untuk membiayai usaha-usahanya yang berani. Atau Anda ingin tahu bagaimana Mossad menculik &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mordechai_Vanunu"&gt;Mordechai Vanunu&lt;/a&gt; dari sebuah kapal pesiar di Laut Tengah, membiusnya, menyelundupkannya ke kapal perang Israel, untuk kemudian diadili dengan cepat dan dipenjarakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 23 Oktober 1983 pukul 6.20 sebuah truk Mercedez berukuran besar mendekati bandar udara &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Beirut"&gt;Beirut&lt;/a&gt;, melewati zona pengawasan prajurit jaga Israel, menerobos pos pemeriksaan Angkatan Bersenjata &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lebanon"&gt;Lebanon&lt;/a&gt;, dan belok kiri ke tempat parkir. Seorang marinir &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Serikat"&gt;Amerika Serikat&lt;/a&gt; melaporkan bahwa truk tersebut menambah kecepatan. Tetapi sebelum ia dapat melakukan apa-apa, truk tersebut melesat menuju Gedung Keselamatan Penerbangan yang digunakan sebagai markas besar Batalion Marinir Kedelapan, menerobos masuk ke dalam lobi dan meledak dengan kekuatan luar biasa. Gedung empat lantai tersebut ambruk menjadi puing-puing. 241 marinir tewas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa menit kemudian satu truk lagi menabrak markas besar pasukan para &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/France"&gt;Perancis&lt;/a&gt; di Bir Hason, tiga kilometer dari kamp Amerika Serikat, menewaskan 58 tentara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa hubungan kedua peristiwa tersebut dengan Mossad? Adalah Mossad tahu secara terperinci rencana peledakan tersebut tapi tidak bersedia membaginya dengan siapapun. Alasan yang dikemukakan adalah &lt;i&gt;" .. Kita di sana (Beirut) bukan untuk melindungi orang Amerika. Mereka negara besar..".&lt;/i&gt;. Atau, secara sinis mereka berpendapat &lt;i&gt;"Hey, mereka (Amerika Serikat) ingin ikut campur dalam masalah Lebanon. Biarkan mereka membayar harganya."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu mengapa VO yang semula merasa bangga ketika dipilih dan diberi hak istimewa untuk bergabung dengan apa yang ia anggap sebagai tim elite Mossad, dan dengan jumawa berkata hanya sedikit orang Israel yang tidak mau bertukar tempat dengannya, berbalik untuk membeberkan segala rahasia ini, dengan cara menulis sebuah buku bersama &lt;a href="http://cwrtkingston.phpwebhosting.com/Hoy.htm"&gt;Claire Hoy&lt;/a&gt;? &lt;i&gt;"Namun, karena penyelewengan tujuan dan misi utama organisasi yang saya jumpai di dalam tubuh Mosssad, ditambah lagi dengan apa yang disebut ketamakan tim, nafsu, dan ketiadaan rasa hormat terhadap nyawa manusia, telah memotivasi saya untuk menuliskan cerita ini".&lt;/i&gt; Demikian. Anda percaya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ataukah Victor sedang berlaku sebagai seorang &lt;i&gt;katsa&lt;/i&gt; yang sedang melakukan kutukan terbesarnya terhadap &lt;i&gt;katsa&lt;/i&gt; yang lain : &lt;i&gt;"Mudah-mudahan aku membaca tentang Anda di dalam surat kabar"&lt;/i&gt; (hal 578). Hanya kali ini di buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ataukah buku ini merupakan bagian dari taktik penyesatan informasi, operasi yang lazim dalam dunia intelijen, oleh Sang Kadet 16 ini ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ataukah data-data dalam buku ini memang benar adanya sehingga buku ini layak disebut sebagai penyingkap mitos tentang Mossad ?  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai ada yang mampu memverifikasi kebenaran data-data dalam buku ini tentu pertanyaan tersebut bisa dijawab. Tetapi andai data-data tersebut benar adanya tentu Mossad tidak tinggal diam. Mossad yang sekarang pasti sama sekali telah berbeda dengan apa yang tergambar dalam buku ini. So, kita tunggu &lt;i&gt;katsa&lt;/i&gt; berikutnya yang siap berkhianat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4278532315769842325-3090788941532242994?l=blogsurawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogsurawan.blogspot.com/feeds/3090788941532242994/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogsurawan.blogspot.com/2008/11/mossad-is-myth-finally-revealed.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4278532315769842325/posts/default/3090788941532242994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4278532315769842325/posts/default/3090788941532242994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogsurawan.blogspot.com/2008/11/mossad-is-myth-finally-revealed.html' title='Mossad, &lt;i&gt;Is The Myth Finally Revealed ?&lt;/i&gt;'/><author><name>Surawan Tri Atmaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06536157167208318136</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nV3UWR-m_h4/TIRGE7ayboI/AAAAAAAAAQk/YQ82wOgCPNU/S220/Pas+Photo+Surawan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_nV3UWR-m_h4/Rx8JfBl0MDI/AAAAAAAAADY/uA2QmVQOj7I/s72-c/Mossad.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4278532315769842325.post-7889917321180094677</id><published>2008-11-25T02:27:00.000-08:00</published><updated>2009-05-15T03:19:09.091-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi'/><title type='text'>Visi 2030: Kemakmuran atau Ilusi  (GDP $ 18.000 = kemakmuran ?)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_nV3UWR-m_h4/SEYmTBGAruI/AAAAAAAAAGY/gqKph5ifG9A/s1600-h/Uang_inflasi.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_nV3UWR-m_h4/SEYmTBGAruI/AAAAAAAAAGY/gqKph5ifG9A/s320/Uang_inflasi.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5207892127253573346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Semoga Anda tidak kaget melihat gambar uang di samping. Ya, ini benar-benar ada, uang dengan nilai nominal lima ratus juta (500.000.000) dari &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Republika_Srpska"&gt;Republik Srpska&lt;/a&gt;. Namun pahamkah Anda tentang apa yang terjadi, sehingga, dari waktu ke waktu, angka yang ditulis dalam uang kertas kita semakin besar ? &lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;Update 1 :&lt;/b&gt; Senin, 21 Juli 2008, Bank Sentral Zimbabwe resmi mengeluarkan pecahan uang kertas dengan nominal &lt;b&gt;Z 100.000.000.000&lt;/b&gt; atawa &lt;a href='http://www.daylife.com/photo/0aevaSR2nBegZ'&gt;100 milyar dolar Zimbabwe&lt;/a&gt;. Ini akibat laju inflasi di negara tersebut yang mencapai &lt;b&gt;2,2 juta %&lt;/b&gt;! Lebih menyedihkan, uang sebesar itu hanya cukup untuk membeli dua kerat roti atau naik bus komuter pergi pulang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Update 2 :&lt;/b&gt; September 2008 pemerintah Zimbabwe mengumumkan inflasi di negara itu mencapai &lt;b&gt;11,2 juta %.&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Update 3 :&lt;/b&gt; Awal Desember 2008 pemerintah Zimbabwe mengumumkan inflasi tahunan hingga saat itu mencapai &lt;b&gt;213 juta %.&lt;/b&gt; Wow ! Pengen tahu nilai tukar Dolar Zimbabwe terhadap US Dollar ? Nich angkanya. &lt;b&gt;$1  = Z 642.371.437.695.221.000&lt;/b&gt; alias &lt;b&gt;Z642 ribu trilyun&lt;/b&gt;. Meski kurs resmi versi pemerintah sendiri &lt;b&gt;$1=Z19.393,94&lt;/b&gt;, namun faktanya nilai tukar yang berlaku di pasaran berkisar pada angka tersebut. Sedangkan perhitungan Mutual Implied Rate Zimbabwe dan London Stock Exchange, menghasilkan angka &lt;b&gt;$1=Z12.940.564.762.479.800&lt;/b&gt;. Susah membayangkan situasinya ? Mungkin fakta ini bisa membantu, harga &lt;b&gt;1 butir telur = 35.000.000.000&lt;/b&gt; atau &lt;b&gt;Z 35 Milyar&lt;/b&gt;. Puas, puas ??!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Update 4 :&lt;/b&gt; &lt;i&gt;Sakjane wis ra tego arep updet meneh. Mesakke banget!&lt;/i&gt; Bayangin per 16 Januari 2009 ini pemerintah Zimbabwe mengeluarkan &lt;a href='http://kompas.co.id/read/xml/2009/01/16/16352864/rekor.baru.uang.kertas.pecahan.100.triliun.dollar'&gt;uang baru dengan denominasi 100 trilyun,&lt;/a&gt; sedangkan tingkat inflasi mendera hingga &lt;b&gt;231 juta %&lt;/b&gt;.&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hal lain, semoga kita tidak serta merta merasa lebih makmur hanya karena penghasilan kita secara nominal bertambah. Bukan untuk tidak bersyukur. Sama sekali bukan. Tapi agar kita tidak terkelabui; ilusi kita anggap sebagai fakta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sederhananya demikian. Jika dalam suatu periode penghasilan Anda naik 6% sementara inflasi berada pada angka 10% sesungguhnya kemakmuran Anda justru berkurang sebesar 4% (10%-6%). Atau terbayangkankah oleh Anda bahwa Anda yang hari ini kaya raya besok pagi jatuh miskin seketika. Uang Anda yang setumpuk itu tiba-tiba loyo kehilangan daya beli hanya karena pemerintah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sanering"&gt;memotong nilainya&lt;/a&gt;, atau karena terjadi &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hyper_inflation"&gt;hiperinflasi&lt;/a&gt;. Sungguh tidak adil ! Hasil kerja keras kita sekian lama menyusut bahkan musnah sia-sia. Kita menanggung akibat bukan atas suatu kesalahan yang kita lakukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut sebuah artikel menarik yang semoga dapat membuka mata kita bahwa banyak ketertipuan-ketertipuan yang kita sandang terkait dengan pandangan kita tentang kemakmuran.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;p align="center"&gt;Bagian I: Kemakmuran dan Kenyataan Sejarah&lt;br /&gt;Ditulis oleh Imam Semar pada tanggal 1 Juli 2007&lt;/p&gt;&lt;/b&gt;&lt;p align="justify"&gt;Saya jarang membaca koran atau majalah. Paling-paling hanya &lt;i&gt;headline&lt;/i&gt;-nya saja. Dan beberapa minggu lalu muncul hal baru yang menjadi &lt;i&gt;headline&lt;/i&gt; berjudul &lt;b&gt;Visi 2030&lt;/b&gt;. Intinya ialah pendapatan perkapita, &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Gross_domestic_product"&gt;GDP&lt;/a&gt; Indonesia akan mencapai &lt;b&gt;$ 18.000 (delapan belas ribu US dollar)&lt;/b&gt; per tahun dan Indonesia menjadi ekonomi dunia ke 5. Kemudian heboh antara &lt;a href="www.presidensby.info"&gt;SBY&lt;/a&gt; dan &lt;a href="id.wikipedia.org/wiki/Amien_Rais"&gt;Amin Rais&lt;/a&gt; dalam kasus dana sumbangan pemilihan presiden. Hal ini membuat saya tergelitik untuk menulis opini ini, sekalian untuk menyambut ulang tahun lahirnya Pancasila, yang dengungnya sudah pudar. Saya juga ingin mengungkapkan kejahatan-legal yang berkaitan dengan kemakmuran dan tidak pernah diungkapkan di media massa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam masalah kemakmuran GDP $18.000 per kapita, saya skeptis. Sebabnya ialah sepanjang hidup saya, dengan pergantian tiga (3) jaman, yaitu jaman Orde Lama Sukarno, Orde Baru Pembangunan Lepas Landas Suharto, dan jaman Reformasi Otonomi Daerah, kemakmuran tidak beranjak kemana-mana, bahkan turun. Saya juga skeptis terhadap adanya perbaikan karena pergantian kabinet yang baru saja terjadi. Hal ini karena data ekonomi mengatakan demikian dan itu akan kita lihat dalam seri tulisan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai Visi 2030 butir pertama, bahwa GDP $ 18.000 per kapita mungkin bisa tercapai. Tetapi GDP $ 18.000 per kapita tidak identik dengan kemakmuran. Artinya, tingkat hidup dan tingkat kemakmuran bangsa Indonesia tidak akan beranjak kemana-mana dengan kenaikan dari $1.490 GDP per kapita saat ini ke $18.000 di tahun 2030. Sedang untuk butir kedua – ekonomi nomer 5 dunia, saya tidak yakin bisa tercapai. Saya akan jelaskan berdasarkan sejarah dan akal sehat, kenapa saya skeptis. Saya hidup di tiga (3) jaman yaitu Jaman Orde Lama (Orla), Orde Baru (Orba) dan Jaman Reformasi. Jadi saya betul-betul mengenal ketiga jaman itu. Jaman sebelumnya juga akan disinggung yaitu Jaman Normal (itu istilah nenek kakek kita). Tetapi dasarnya hanya cerita para orang-orang tua saja dan untuk hal ini pembaca boleh dipercaya atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum melanjutkan kepada inti cerita, ada baiknya pembaca dikenalkan dengan jenis-jenis mata uang rupiah yang pernah beredar di republik ini dan kurs antar mata uang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Rupiah ORI (Oeang Repoeblik Indonesia – Rp ORI)&lt;br /&gt;2. Rupiah setelah Gunting Sjafruddin - GS, (Rp 5 GS = Rp 10 ORI)&lt;br /&gt;3. Rupiah Orde Lama (Rp 1 Orla = Rp 10 GS)&lt;br /&gt;4. Rupiah Orde Baru (Rp 1 Orba = Rp 1000 Orla)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mata uang jaman Belanda untuk mudahnya disebut rupiah kolonial, gulden. Kurs uang jaman Normal (jaman Penjajahan) tidak sederhana karena ada selingan jaman Jepang yang pendek dan kemudian ada &lt;a href="id.wikipedia.org/wiki/NICA"&gt;NICA&lt;/a&gt; (pemerintahan Belanda pendudukan). Tetapi hal itu tidak perlu dirisaukan karena ada tolok ukur tandingan akan kita gunakan sebagai ikuran kemakmuran, yaitu uang sejati, yang disebut emas. Saya katakan uang sejati karena, jika anda beragama seperti Islam atau Kristen, maka hanya emas dan perak saja yang disebut dalam kitab suci kedua agama tersebut. Quran hanya menyebut &lt;a href="en.wikipedia.org/wiki/Islamic_Dinar"&gt; dinar&lt;/a&gt; (uang emas) di &lt;b&gt;Surat Kahfi&lt;/b&gt; dan dirham (perak) di &lt;b&gt;Surat Yusuf&lt;/b&gt;. Dan fulus tidak akan pernah dijumpai di &lt;b&gt;Quran&lt;/b&gt;. Demikian di &lt;b&gt;Perjanjian Lama&lt;/b&gt;, akan anda jumpai banyak cerita emas dan perak sebagai uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Masa Sekarang – Jaman Reformasi = Jaman Jutawan Kere&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kata jutawan saat ini tidak punya konotasi kaya raya. Misalnya seorang supir taxi di Jakarta yang berpenghasilan Rp 1.100.000 Orba (terbilang: satu juta seratus ribu rupiah uang Orba) per bulan bisa disebut jutawan karena penghasilannya di atas Rp 1 juta per bulan. Kenyataannya bahwa hidupnya masih penuh dengan keluhan karena untuk makan ukuran warung Tegal saja Rp 10.000 sekali makan. Bayangkan kalau dia mempunyai istri dan 2 anak, berarti harus punya 3 x Rp 40.000 per hari untuk makan. Jangan heran jutawan ini tidak mampu makan di warung Tegal sekeluarga setiap hari. Di samping mereka harus mengeluarkan 3 x Rp 1.200.000 per bulan yang lebih besar dari penghasilannya, mereka juga punya keperluan lain seperti bayar sekolah dan sewa rumah. Untuk sewa rumah sangat sederhana sekali sampai-sampai selonjor saja sulit (RSSSSSSSSS), rumah petak ukuran 20 meter persegi saja bisa mencapai Rp 350.000, ongkos transportasi ke tempat kerja Rp 100.000 – 200.000. Jadi bisa dimengerti kalau saya sebut Jutawan Kere karena mempunyai karateristik bahwa makan harus dihemat, tinggal di rumah petak sederhana, anak tidak bisa sekolah di sekolah favorit (apalagi di universitas yang uang pangkalnya bisa mencapai puluhan juta rupiah). Dan kalau perlu istri harus kerja untuk memperoleh tambahan penghasilan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaman reformasi ditandai oleh tumbangnya Orde Baru dan kobaran semangat demokratisasi, kebebasan berpolitik dan otonomi daerah. Di bidang ekonomi, baru 1 dekade setelah dimulainya era reformasi (tahun 1997 – 1998) baru muncul visi ekonomi ke depan yaitu visi 2030. Sebelumnya, mungkin politikus menciptakan presepsi bahwa ekonomi akan membaik jika jumlah anggota legislatif, team anti korupsi, dewan penasehat presiden dan pelaku politik bertambah. Ekonomi (GDP) tumbuh sekitar 3% - 7% per tahunnya dari US$ 880 per kapita menjadi US$ 1.490 (US$ 1 = Rp 9.150) antara tahun 2000 sampai 2006. Kalau dihitung dengan US$ selama 6 tahun GDP per kapita Indonesia naik 69%!!! Tetapi kenapa makin banyak yang sengsara, beban hidup semakin berat, perlu adanya pembagian beras miskin (raskin) dan operasi pasar? Harga bahan pokok dan non-pokok naik berlipat ganda kendatipun tingkat inflasi hanya sekitar 5% (tetapi pernah 17% sekali dalam kurun waktu 5 tahun itu). Dalam 5 tahun belakangan ini beras sudah naik dua kali lipat. Juga gula, jagung, gula, rumah, minyak goreng, minyak tanah, coklat, kedele, ikan asin dan sederet lagi. Kalau tolok ukurnya diganti dengan emas maka GDP per kapita tahun 2000 adalah 99 gram emas turun menjadi 71 gram emas. Emas naik dari Rp 100.000 per gram di tahun 2000 menjadi Rp 200.000 per gram di tahun 2007. Dalam ukuran emas, GDP per kapita Indonesia turun 29%!. Kalau kita percaya bahwa emas mempunyai korelasi dengan harga barang maka wajar kalau kualitas hidup, kualitas kemakmuran turun 29%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dengan angka-angka statistik yang mengatakan bahwa inflasi Indonesia hanya sekitar 5%? Tanyakan saja pada yang membuat statistik. Tetapi &lt;b&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mark_Twain"&gt;Mark Twain&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; mengatakan: &lt;b&gt;&lt;i&gt;“There are lies, damn lies and statistics”&lt;/i&gt; – Ada tipuan, ada tipuan canggih dan ada statistik&lt;/b&gt;. Pembaca akan melihat lebih banyak lagi dalam tulisan ini bukti-bukti statistik yang tidak lain kebohongan canggih. Kata-kata Mark Twain ini menjadi nyata kalau kita melihat pertumbuhan ekonomi di jaman Orba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;B&gt;Masa Orde Baru – Jaman Pelita, Tinggal Landas dan Nyungsep&lt;/B&gt;&lt;br /&gt;Secara sederhana jaman Orba bisa disebut jaman dimana harga-harga tinggal landas dan ekonomi akhirnya nyungsep. Mulainya Orde Baru (Orba) ditandai dengan beberapa hal penting dibidang keuangan dan pembangunan. Di bidang moneter, uang Orla dihapuskan dan Rp 1000 (Orla) menjadi Rp 1 (Orba) pada bulan Desember 1965. Sebabnya (mungkin) untuk mempertahankan arti kata jutawan. Seorang jutawan seharusnya mempunyai status sosial/ekonomi yang tinggi di masyarakat. Tetapi pada saat itu mengalami penggerusan makna. Untuk menggambarkan situasinya, tahun 1964 uang Rp 1000 (Orla) bisa untuk hidup sekeluarga 1 hari. Tetapi tahun 1967 uang itu hanya bisa untuk beli sebungkus kwaci. Sulit bagi orang awam untuk menerima kenyataan yang sudah berubah dalam waktu yang demikian singkat. Seorang jutawan tadinya berarti kaya raya berubah maknanya menjadi pemilik 1000 bungkus kwaci. Hal ini hanya berlangsung dalam kurun waktu 3 tahun dari tahun 1964 sampai 1967, cepat sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemotongan nilai nominal dari Rp 1000 (Orla) ke Rp 1 (Orba) bisa juga dikarenakan gambar Sukarno pada design uang Orla itu sudah membosankan. Itu hanya rekaan saya saja. Yang tahu pastinya hanya para pejabat di &lt;a href="www.bi.go.id"&gt;Bank Indonesia&lt;/a&gt; pada saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal dari Orba, mahasiswa melakukan tuntutan yang dikenal dengan Tritura (tiga tuntutan rakyat) yaitu Bubarkan PKI, Bentuk kabinet baru dan Turunkan harga. Untuk membubarkan PKI dan membentuk kabinet sangat mudah. Tetapi untuk menurunkan harga? Tidak pernah terjadi sampai Orba tumbang 3.5 dekade kemudian. Bahkan walaupun beberapa mentri yang duduk di kabinet Orba selama beberapa masa bakti dulunya adalah aktifis mahasiswa yang meneriakkan Tritura, harga-harga tidak pernah turun. Itu fakta. Saya tidak tahu apakah mereka lupa atau tuntutan itu tidak penting bagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembangunan di jaman Orba direncanakan melalui tahapan 5 tahun yang dikenal dengan Pembangunan Lima Tahun atau Pelita. Pertumbuhan ekonomi melesat, 7% - 10% katanya. Karena tingginya angka pertumbuhan itu, maka menjelang pertengahan dekade 90an, mulai dihembuskan istilah tinggal landas, swasembada pangan, sawah sejuta hektar dan entah apa lagi. Tetapi tidak lama kemudian pada tahun 1997-1998, mungkin karena keberatan beban, pada saat tinggal landas, terpaksa nyungsep, import pangan, kurang pangan dan nasib sawah sejuta hektar entah bagaimana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GDP pada awal Orde Baru (katakanlah menjelang tahun 1970) adalah $ 70 per kapita. Pada saat Orde Baru digantikan Orde Reformasi GDP Indonesia menjadi $ 880 per kapita (tahun 2000). Jadi selama 30 tahun naik 12,6 kali lipat!!! Hebat?? (dengan tanda tanya). Saya pertanyakan pujian untuk Orde Baru karena selama 30 tahun itu keluarga saya, tetangga saya, handai taulan tidak bertabah kemakmurannya sebanyak 12,6 kali lipat. Dua kali lipat pun tidak. Bagaimana mungkin lebih makmur kalau pada awal Orba tarif bus dalam kota di Jakarta adalah Rp 15 dan pada akhir Orba Rp 1000, naik 7500%!! (Sekarang, 10 tahun kemudian sudah Rp 2500).&lt;br /&gt;Mungkin anda membantah bahwa rupiah tidak bisa dijadikan ukuran. Oleh sebab itu kita gunakan tolok ukur uang yang tidak ada tanda tangan gubernur bank sentral, yaitu emas. Tahun 1970 harga emas adalah $35/oz atau $1.13/gram. Jadi dalam emas, GDP Indonesia adalah 79 gram per kapita. Sedangkan 30 tahun kemudian, tahun 2000 beranjak ke 99 gram per kapita. Hanya 25% selama 30 tahun. Lalu bagaimana dengan pertumbuhan super selama 30 tahun itu? Kok cuma 25% saja? Itulah statistik, bentuk tipuan yang canggih, seperti kata Mark Twain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan: Tidak hanya rupiah yang tergerus nilainya tetapi juga US dollar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;B&gt;Masa Orde Lama- Jaman Revolusi Berkepanjangan&lt;/B&gt;&lt;br /&gt;Sebut saja uang Orde Lama untuk uang rupiah yang beredar sesudah kejadian pemenggalan satu (1) angka nol. Dimulai pada 25 Agustus 1959, dan ditandai dengan tindakan pemerintah menurunkan nilai uang Rp 500 menjadi Rp 50 dan Rp 1000 menjadi Rp 100. Uang rupiah yang beredar sebelum tanggal 25 Agustus 1956 (sebut saja uang hasil rekayasa Gunting Sjafruddin atau GS) ditukar dengan dengan uang rupiah Orla. Dan Rp 500 GS diganti dengan Rp 50 Orla. Jadi angka nol nya hilang satu. Bukan itu saja, simpanan giro yang ada di bank dibekukan dan deposito di atas Rp 25.000 dijadikan deposito berjangka panjang. Saya menyebutnya sebagai penyitaan untuk negara. Karena 8 tahun kemudian uang yang Rp 25.000 itu hanya cukup untuk membeli 3 bungkus kwaci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Slogan seperti “Revolusi belum selesai” pada saat itu sering terdengar. Saya tidak tahu apakah slogan itu bermakna bahwa akhir dari revolusi itu identik dengan kemakmuran “gemah ripah loh jinawi”. Dalam hal kemakmuran, seingat saya, kalau di tahun 1960 anjing saya bisa makan 0,25 kg daging per hari dan tahun 1966 saya harus makan dengan lauk 1 telor ayam kampung dibagi 3 orang. Dengan kata lain, sebenarnya pada awal-awal dekade 60an, boleh dikata kemakmuran cukup baik, tetapi kemudian merosot terus, karena banyak tenaga dan usaha diarahkan ke Trikora, Dwikora dan melanjutkan revolusi (apapun artinya). Puncak penghancuran ekonomi menjadi lengkap ketika G30S meletus dimana banyak petani dan pekerja yang tergabung dalam organisasi di bawah naungan PKI dihabisi dan mesin ekonomi macet karena fokus masyarakat tertuju pada ganyang PKI dan akibatnya ekonomi babak belur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;B&gt;Masa Uang Gunting Sjafruddin&lt;/B&gt;&lt;br /&gt;Masa uang rupiah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gunting_Syafruddin"&gt;“gunting Sjarifuddin”&lt;/a&gt; dimulai pada bulan Maret 1950 sampai dihapuskannya dan digantikannya dengan uang rupiah Orba tahun 1959. Yang dimaksud dengan gunting Sjarifuddin ialah keputusan pemerintah untuk menggunting pecahan mata uang rupiah di atas Rp 5 menjadi dua. Potongan bagian kanan tidak berlaku dan potongan sebalah kiri berlaku dengan nilai hanya setengahnya. Dan rupiah pun didevaluasi dari Rp 11,40 per US$ menjadi Rp 45 per US$. Artinya harga emas naik dari Rp 13 per gram menjadi Rp 51 per gram. Pada waktu itu keadaan jadi heboh. Pengumuman sanering (pengguntingan uang) ini dilakukan melalui radio dan pada saat itu tidak banyak yang memiliki radio. Sehingga mereka yang tahu kemudian berbondong-bondong memborong barang. Yang kasihan adalah para pedagang, karena barang dagangannya habis, tetapi ketika mereka hendak melakukan kulakan uang yang diperolehnya sudah turun harganya. Modalnya susut banyak. Tetapi, bukan hanya pedagang yang rugi, tetapi semua orang yang memiliki uang. Nilai uang susut paling tidak 50% dalam sekejap saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara tahun 1950 sampai tahun 1959, walaupun Bank Indonesia melakukan pembantaian terhadap para pedagang, penabung, pemilik uang di tahun 1950, tetapi kalau saya lihat, Indonesia masih tergolong makmur, dibanding dengan kondisi sekarang, jaman reformasi. Indikator saya ialah banyaknya mahasiswa yang berani berkeluarga dan punya anak pada saat mereka masih kuliah. Pada jaman reformasi ini, untuk berkeluarga, seorang mahasiswa harus lulus dan bekerja beberapa tahun dulu. Artinya, dulu lebih makmur dari sekarang dan indikasinya adalah banyak mahasiswa bisa bekerja dan memperoleh penghasilan yang bisa menghidupi keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;B&gt;Masa ORI dan Perang Kemerdekaan – Merdeka Mencetak Uang Semaunya&lt;/B&gt;&lt;br /&gt;Masa yang paling kacau adalah mulai dari pendudukan Jepang sampai masa perang kemerdekaan. Terlalu banyak otoritas keuangan (baca: Bank Sentral). Bermacam-macam uang dikeluarkan selama periode ini. Dari uang pendudukan Jepang yang dikeluarkan beberapa bank, uang NICA (pendudukan Belanda), uang daerah Sumatra Utara, Banten, Jambi, dan deret lagi di daerah repupblik. Bahkan di Yogya ada paling tidak dua jenis, yaitu yang dikeluarkan oleh Pakualaman dan oleh Kraton Yogya. Kita bicara saja uang republik yang paling resmi yaitu ORI – Oeang Republik Indonesia, walaupun sebenarnya uang-uang lainnya berlaku (kecuali uang pendudukan Jepang yang ditarik pada tahun 1946). Ketika ORI dikeluarkan dengan dektrit no 19 tahun 1946 pada tanggal 25 Oktober 1946 mempunyai nilai tukar terhadap uang sejati (emas) Rp 2 = 1 gram emas. Jadi Rp 1 ORI pada saat dikeluarkan punya nilai dan daya beli setara dengan Rp 100.000 uang sekarang (tahun 2007).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat dikeluarkannya, mungkin bank sentral republik waktu itu masih naif, (mungkin juga tidak) mereka membagikan Rp 1 kepada setiap warga negara, anak-anak, pemuda, orang tua, semua dapat bagian. Mertua saya menceritakan betapa senang dia mendapat uang itu bagai mendapat durian runtuh. Dia pakai untuk jajan. Awalnya uang Rp 1 ORI bisa dipakai untuk beli nasi dan lauk pauknya beberapa porsi. Setelah beberapa hari pedagang menaikkan harga-harga. Tindakan para pedagang bisa dimaklumi karena uang tidak enak dan tidak mengenyangkan, lain halnya dengan makanan atau pakaian yang mempunyai manfaat yang nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya katakan jaman itu sebagai jaman kebebasan mencetak uang, contohnya ialah, pada tahun 1946 pecahan terbesar adalah Rp 100. Tahun 1947 pecahan terbesar naik menjadi Rp 250, kemudian dicetak lagi Rp 400 pada tahun 1948. Tidak hanya itu, banyak daerah seperti Sumatra Utara, Jambi, Banten, Palembang, Aceh, Lampung dan entah mana lagi juga mengeluarkan uangnya sendiri. Bahkan, kata mertua saya, di Jogya, ada dua uang daerah, yaitu yang dikeluarkan oleh Pakualaman dan yang dikeluarkan Keraton Jogya. Tidak heran kalau harga-harga tidak terkendali. Sebagai patokan, pada saat ORI dikeluarkan, nilai tukarnya terhadap uang sejati (emas) 1gr emas = Rp 2 dan setelah gunting Sjafruddin diberlakukan 1 gr emas = Rp 51 hanya dalam kurun waktu 4 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Masa Jaman Normal&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Nama resminya yang diberikan oleh para penulis buku sejarah adalah jaman penjajahan Belanda. Sedangkan oleh kakek nenek yang berumur di atas 80 tahun, jaman itu disebut jaman normal, terutama pada periode sebelum tahun 1930an. Bisa dimengerti bahwa para penulis buku sejarah yang direstui oleh pemerintah memberi nama yang berkonotasi negatif, karena untuk mendiskreditkan pemerintahan yang lalu (Belanda). Dan Belanda yang tidak ikut menyusun buku sejarah Indonesia, tidak bisa membela diri. Seperti halnya dengan kata Orde Lama, bernada negatif karena nama itu adalah pemberian pemerintahan berikutnya (Orba) dan pada saat penulisan sejarah itu politikus Orla sudah disingkirkan habis-habisan pada saat pergantian rejim. Berbeda halnya dengan jaman Reformasi, walaupun ada pergantian rejim, nama Orba masih dipakai karena masih banyak anasir-anasir Orba yang bercokol di dalam Orde Reformasi. Jadi sulit nama Orba ditukar menjadi Orde Lepas Landas Nyungsep, atau nama yang konotasi negatif lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaman penjajahan Belanda walaupun nama resminya berkonotasi negatif, kakek nenek kita menyebutnya dengan nama yang megah yaitu Jaman Normal. Seakan-akan Jaman Revolusi, Jaman Sukarno atau Jaman Orba, tidak bisa dikategorikan sebagai jaman yang normal. Memang demikian. Ciri Jaman Normal menurut mereka ialah harga barang tidak beranjak kemana-mana alias tetap. Hanya bapak yang kerja dan bisa menghidupi anak sampai 12 dan istri. Cukup sandang dan pangan. Gaji 1 bulan bisa dipakai foya-foya 40 hari (artinya tanpa harus menghemat, mereka masih bisa menabung). Dibandingkan dengan kondisi sekarang, ibu dan bapak bekerja untuk membiayai rumah dengan anak 2 orang dan masih mengeluhkan gaji yang pas-pasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merasa masih penasaran dengan tingkat kemakmuran masa itu, saya tanyakan kepada mertua, berapa harga rumah dan makan dengan lauk yang wajar. Harga rumah di Kali Urang 1000 Gulden. Makan nasi dengan lauk, sayur dan minum 0,5 sen. Dengan kata lain harga rumah dulu adalah setara dengan 200.000 porsi nasi rames. Kalau sekarang harga nasi rames Rp 10.000 dan dianggap bahwa harga rumah yang bagus di Kali Urang setara dengan 200.000 porsi nasi rames, maka harga sekarang adalah Rp 2 milyar. Kira-kira itulah harga rumah yang bagus di daerah itu. Jadi kalau rata-rata 1 keluarga terdiri dari 2 orang tua dan 10 orang anak dan bisa makan foya-foya selama 40 hari, pasti penghasilannya setara dengan 4,8 juta sampai 14,4 juta lebih, karena faktor foya-foya harus diperhitungkan. Ayah dari mertua saya adalah guru bantu. Gajinya 50 gulden per bulan atau setara dengan 10.000 porsi nasi rames. Jumlah ini mempunyai daya beli setara dengan Rp 100 juta per bulan uang 2007 (nasi rames Rp 10.000 per porsi). Dengan penghasilan seperti itu, istri tidak perlu kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaji pembantu waktu itu 75 sen per bulan atau setara dengan 150 porsi nasi rames. Berarti berdaya beli setara dengan Rp 1,5 juta uang saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bisa telusuri terus gaji-gaji berbagai profesi pada masa itu. Kesimpulannya bahwa daya beli waktu itu tinggi. Jadi tidak heran kalau jaman penjajahan dulu disebut jaman normal (artinya jaman lainnya tidak normal).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Catatan Akhir dan Renungan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kalau ditanyakan mengenai kemakmuran kepada pelaku ekonomi, selama 80 tahun terakhir, yang disebut Indonesia atau dulunya Hindia Belanda, tidak semakin makmur bahkan sebaliknya. Pertumbuhan ekonomi yang spektakuler yang dilaporkan data-data statistik mengikuti kaidah &lt;b&gt;Mark Twain: &lt;i&gt;There are lies, damn lies and statistics&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. Kalau anda merasa heran, kenapa orang percaya pada janji para politikus, kata &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Adolf_hitler"&gt;&lt;b&gt;Adolf Hitler&lt;/a&gt;: &lt;i&gt;“Make the lie big, make it simple, keep saying it, and eventually they will believe it”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (Buatlah kebohongan besar dan susunlah sesederhana mungkin, dengungkan terus dan akhirnya orang akan percaya). Setiap jaman di republik ini punya tema kebohongan. &lt;b&gt;“Merdeka”&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;“revolusi”&lt;/b&gt; jaman Sukarno, &lt;b&gt;“Pembangunan”, “Lepas Landas”&lt;/b&gt; di jaman Suharto, dan &lt;b&gt;“Demokrasi, Otonomi Daerah, Reformasi”&lt;/b&gt; jaman sekarang. Kalau janji demi janji didengungkan terus menerus seperti yang dilakukan Hitler dan mentri propagandanya &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Joseph_Goebbels"&gt;Joseph Goebbels&lt;/a&gt;, orang akan percaya, kecuali orang yang berpikir dan menganalisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kemakmuran tidak bisa diciptakan dengan membuat undang-undang dan aktifitas- aktifitas politik.&lt;/b&gt; Apakah padi akan tumbuh lebih subur atau minyak sawit keluar lebih banyak karena para politikus dan birokrat bersidang lebih lama atau undang-undang bertambah banyak? Atau orang lebih banyak ikut partai politik, organisasi kedaerahan? Untuk orang berpikirnya sederhana seperti saya ini, padi hanya akan tumbuh subur, kebun hanya akan berbuah lebih banyak, pabrik hanya bisa menghasilkan sepatu yang lebih banyak dan baik kalau orang bekerja di sawah, kebun atau pabrik lebih effisien dan lebih giat. Jadi kalau selama 6 dekade trendnya bukan terfokus pada aktifitas langsung untuk menaikkan kemakmuran, maka jangan mengharapkan hasil yang berbeda. Hanya orang gila atau idiot yang mengharapkan hasil yang berbeda sementara apa yang dikerjakan dan cara mengerjakannya sama. Itulah sebabnya saya skeptis bahwa GDP US$ 18.000 per tahun identik dengan kemakmuran. Saya tidak yakin kemakmuran akan dicapai dalam 2-5 dekade ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai penutup, saya minta anda merenungkan: “Kenapa uang semakin lama semakin besar nilai nominalnya, banyak nol nya?” Seperti uang Bosnia (salah satu wilayah Bosnia) ini. 1) Pertanyaan ini akan kita bahas di &lt;a href="http://ekonomiorangwarasdaninvestasi.blogspot.com/2007/07/visi-2030-kemakmuran-atau-ilusi-gdp.html"&gt;bagian ke II&lt;/a&gt; dari seri tulisan ini. (Sumber : &lt;a href="http://ekonomiorangwarasdaninvestasi.blogspot.com"&gt;Ekonomi Orang Waras dan Investasi)&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;1) Penyadur : lihat gambar di atas.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4278532315769842325-7889917321180094677?l=blogsurawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogsurawan.blogspot.com/feeds/7889917321180094677/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogsurawan.blogspot.com/2008/11/visi-2030-kemakmuran-atau-ilusi-gdp.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4278532315769842325/posts/default/7889917321180094677'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4278532315769842325/posts/default/7889917321180094677'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogsurawan.blogspot.com/2008/11/visi-2030-kemakmuran-atau-ilusi-gdp.html' title='Visi 2030: Kemakmuran atau Ilusi  (GDP $ 18.000 = kemakmuran ?)'/><author><name>Surawan Tri Atmaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06536157167208318136</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nV3UWR-m_h4/TIRGE7ayboI/AAAAAAAAAQk/YQ82wOgCPNU/S220/Pas+Photo+Surawan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_nV3UWR-m_h4/SEYmTBGAruI/AAAAAAAAAGY/gqKph5ifG9A/s72-c/Uang_inflasi.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4278532315769842325.post-4850790409179707405</id><published>2008-11-25T02:18:00.000-08:00</published><updated>2011-02-01T02:11:32.525-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='speedsolver'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rubik Cube'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='speecubing'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lars Petrus'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='David Singmaster'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fridrich'/><title type='text'>Rubik's Cube</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_nV3UWR-m_h4/RwW4RRl0MCI/AAAAAAAAADQ/O7sL7dNYsyk/s1600-h/Rubik.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_nV3UWR-m_h4/RwW4RRl0MCI/AAAAAAAAADQ/O7sL7dNYsyk/s200/Rubik.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5117699158495735842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Awal mula perkenalan saya dengan permainan ini adalah saat mengikuti Diklat Penyesuaian Tugas (DPT) II Teknis Komputer yang diadakan oleh BPLK (sekarang &lt;a href="www.bppk.depkeu.go.id"&gt;BPPK&lt;/a&gt;) pada pertengahan tahun 1999. Salah seorang teman, &lt;a href='http://id-id.facebook.com/people/Uud-Dinullah-Ahmad/1215776342'&gt;Uud Dinullah Ahmad&lt;/a&gt; kebetulan mendapat pesanan rubik dari keponakannya. Salah seorang peserta diklat Saipuloh, menguasai permainan ini dan bersedia membaginya kepada peserta lain. Jadilah hari-hari selain diwarnai diklat pemrograman juga 'diklat' permainan rubik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hebatnya, permainan ini dengan cepat menular ke segenap peserta diklat. Hampir 90% dari mereka kemudian memiliki dan berusaha menguasai permainan ini. Saya sendiri tidak mau ketinggalan. &lt;i&gt;Kruek, kruek, kruek&lt;/i&gt; akhirnya saya kuasai juga permainan ini. Metode yang diajarkan oleh rekan Saipulloh adalah metode layer per layer; rubik diselesaikan lapis demi lapis. Rekor terbaik saya saat ini dibawah 3 menit (&lt;i&gt;sub three minutes&lt;/i&gt;).&lt;b&gt;(Update : rekor saya sampai saat ini, 2011, setelah pake Metode F2L, 2 look PLL, 2 Look OLL, berada di bawah 60 detik).&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;Spesifikasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kubus rubik &lt;i&gt;(rubik cube)&lt;/i&gt; adalah sebuah kubus mekanis yang tersusun dari 26 kubus yang lebih kecil. Panjang setiap sisi 2,25 Inci (5.7 cm). Kecuali yang di bagian tengah, setiap kubus dapat dipindah posisinya. Dari posisi acak, seorang pemain rubik akan berusaha menatanya kembali hingga setiap sisi memiliki warna yang sama.  Ada beberapa varian rubik, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- 2x2x2 – disebut &lt;i&gt;Rubik's Mini Cube&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;Pocket Cube&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;- 3x3x3 – disebut &lt;i&gt;Rubik's Cube&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;- 4x4x4 – disebut &lt;i&gt;Rubik's Revenge&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;Master Cube&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;- 5x5x5 – disebut &lt;i&gt;Professor's Cube&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang warga Yunani, &lt;b&gt;Panagiotis Verdes&lt;/b&gt;, telah mematenkan rubik dengan dimensi  5x5x5 hingga 11x11x11, berikut metode penyelesaiannya. Tahukah Anda berapa kemungkinan posisi yang mungkin terjadi saat sebuah rubik diacak ?  Lihat angka-angka di bawah ini :&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Rubik's cube :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;43. 252. 003. 274. 489. 856. 000&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Rubik's revenge :&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;7.401.196.841.564.901.869.874.093.974.498.574.336.000.000. 000&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Professor's cube :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;282.870.942.277.741.856.536.180.333.107.150.328.293.127.731.985.672.134.&lt;br /&gt;721.536.000.000.000.000.000. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Selain varian yang lazim di atas penulis pernah menemukan rubik dengan dimensi 20x20x20 di sebuah situs. Ada yang bisa membantu menghitung kemungkinan posisinya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sejarah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Permainan ini diciptakan pertama kali pada tahun 1974 oleh &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Erno_Rubik"&gt;Erno Rubik&lt;/a&gt;, warga &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hungary"&gt;Hungaria&lt;/a&gt; yang berprofesi sebagai pemahat dan arsitek. Butuh beberapa tahun agar rubik dapat diproduksi massal dan siap dipasarkan secara komersial. Rubik pertama dijual di toko pada tahun 1977. Namun penjualan biasa-biasa saja hingga seorang warga Hungaria yang bekerja di &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Vienna"&gt;Wina&lt;/a&gt; menemukan mainan ini saat pulang kampung. Bersama warga Hungaria lain yang tinggal di &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/London"&gt;London&lt;/a&gt;, &lt;b&gt;Tom Kremer&lt;/b&gt;, ia berusaha menjalin kerjasama dengan distributor mainan , yang langsung memesan 1 juta biji, untuk memasarkan rubik ke luar negeri. Tahun 1980 penjualan mencapai puncaknya dan membuat si penemu, Erno Rubik, menjadi orang terkaya di Hungaria. Di &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Germany"&gt;Jerman&lt;/a&gt;, pada tahun yang sama rubik mendapat penghargaan sebagai &lt;i&gt;"Games of The Year"&lt;/i&gt;. Dalam periode 1980-1982 di seluruh dunia rubik terjual hingga 100 juta buah. Bagaimana dengan di Indonesia ? Sepanjang pengetahuan penulis rubik orisinal belum dijual di Indonesia. Jika Anda menemukannya di sebuah toko, atau dimanapun, kemungkinan besar itu tiruan (dari Cina ?).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Metode &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa metode penyelesaian rubik yang biasa dipakai. &lt;b&gt;Metode Layer per layer&lt;/b&gt; dikenalkan oleh &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/David_singmaster"&gt;&lt;b&gt;David Singmaster&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; sejak tahun 1980.   Metode layer per layer merupakan metode yang mudah sehingga cocok bagi pemula. Rubik diselesaikan lapis per lapis. &lt;b&gt;Metode Fridich&lt;/b&gt; disusun oleh &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Jessica_Fridrich"&gt;&lt;b&gt;Jessica Fridrich&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;. Metode ini paling umum digunakan dalam kompetisi &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Speedcubing"&gt;speedcubing&lt;/a&gt;. Layer pertama dan kedua diselesaikan secara simultan. &lt;b&gt;Metode Petrus&lt;/b&gt; diciptakan oleh &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Lars_Petrus"&gt;&lt;b&gt;Lars Petrus&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;. Metode ini favorit digunakan dalam kompetisi untuk kategori gerakan paling sedikit (penyelesaian tercepat tidak serta merta berarti paling sedikit  gerakan). Metode ini dimulai dengan penyelesain posisi sudut 2x2x2. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kompetisi &lt;i&gt;speedcubing&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Secara reguler &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/World_Cube_Association"&gt;World Cube Association (WCA)&lt;/a&gt; menyelenggarakan Kejuaraan Dunia Rubik Cube &lt;a href="http://www.speedcubing.com/"&gt;(World Rubik's Cube Championship)&lt;/a&gt;. Untuk tahun 2007 kejuaraan dunia akan diadakan pada tanggal 5,6,7 Oktober di &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Budapest"&gt;Budapest&lt;/a&gt;, Hungaria.  Selain berdasarakan dimensi rubik yang dimainkan, kategori pertandingan juga meliputi cara penyelesaiannya; biasa, dengan satu tangan &lt;i&gt;(one handed)&lt;/i&gt;, dengan mata tertutup &lt;i&gt;(blind folded)&lt;/i&gt; bahkan dengan kaki &lt;i&gt;(with feet)&lt;/i&gt;. Penilaian berdasarkan waktu penyelesaian.  Peserta diberi kesempatan main 5 kali. Total waktu keseluruhan dibagi 5 didapatkan waktu rata rata &lt;i&gt;(average time)&lt;/i&gt;. Waktu tercepat diantara lima kesempatan sebagai waktu terbaik &lt;i&gt;(best time)&lt;/i&gt;. &lt;b&gt;Rubik's Cube Indonesian Open 2008&lt;/b&gt; direncanakan dilaksanakan pada bulan Juli 2008. Konon, dalam rangka itu rubik orisinal akan dijual di seluruh jaringan toko &lt;a href="http://www.toysrus.com"&gt;Toys R Us&lt;/a&gt; Indonesia. Namun hingga entri ini saya posting tidak ada kabar beritanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Rekor&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Rekor dunia resmi WCA saat ini untuk kategori waktu terbaik dipegang oleh &lt;b&gt;Thibaut Jacquinot&lt;/b&gt; dari &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/France"&gt;Perancis&lt;/a&gt; dengan catatan waktu 9.86 detik yang dipecahkan pada Spanish Open 2007. Sedangkan untuk waktu rata-rata dipegang oleh &lt;b&gt;Yu Jeong Min&lt;/b&gt; dari &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/South_korea"&gt;Korea Selatan&lt;/a&gt; dengan catatan waktu 11.76 detik yang dipecahkan pada Korean Competition 2007. &lt;br /&gt;Pemegang rekor resmi WCA dari Indonesia adalah &lt;b&gt;Maria Oey&lt;/b&gt; (peringkat 905 dunia) dengan catatan waktu terbaik 43.91 detik dan rata-rata 48.94 detik. Sedangkan rekor MURI dipegang oleh &lt;a href="www.abelbrata.com"&gt;Abel Brata Susilo&lt;/a&gt; dengan catatan waktu 19.33 detik yang dipecahkan pada tanggal 31 Januari 2007 di &lt;a href="http://www.grandcandihotel.com/"&gt;Hotel Grand Candi&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Semarang"&gt;Semarang&lt;/a&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda ingin menyaksikan bagaimana para &lt;i&gt;speedcuber&lt;/i&gt; beraksi, silahkan download &lt;a href="http://www.strangepuzzle.com/dallas.html"&gt;di sini&lt;/a&gt;. Anda akan menyaksikan pertunjukan yang spektakuler. Melihat catatan waktu mereka, rekor saya yang 3 menit itu menjadi &lt;i&gt;irrelevant&lt;/i&gt;. &lt;b&gt;Wis, tonton wae, pokoke top markotop, good marsogod, sip margosip !&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4278532315769842325-4850790409179707405?l=blogsurawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogsurawan.blogspot.com/feeds/4850790409179707405/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogsurawan.blogspot.com/2008/11/rubic-cube.html#comment-form' title='10 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4278532315769842325/posts/default/4850790409179707405'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4278532315769842325/posts/default/4850790409179707405'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogsurawan.blogspot.com/2008/11/rubic-cube.html' title='Rubik&apos;s Cube'/><author><name>Surawan Tri Atmaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06536157167208318136</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nV3UWR-m_h4/TIRGE7ayboI/AAAAAAAAAQk/YQ82wOgCPNU/S220/Pas+Photo+Surawan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_nV3UWR-m_h4/RwW4RRl0MCI/AAAAAAAAADQ/O7sL7dNYsyk/s72-c/Rubik.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4278532315769842325.post-5537012108896763397</id><published>2008-08-27T23:49:00.000-07:00</published><updated>2009-02-25T18:51:39.732-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><title type='text'>Khutbah Rasulullah Memasuki Bulan Ramadhan</title><content type='html'>Diriwayatkan oleh Sayyidina Ali bin Abi Thalib Alaihi Al-Salam bahwasanya suatu hari Rasulullah SAW berkhotbah di hadapan para sahabat saat menjelang Bulan Suci Ramadhon.  Beliau berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia, sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia disisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama.Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-NYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fakir dan miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu. Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih. Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia, sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa) mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu. Ketahuilah, Allah ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabb Al 'Alamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia, barang siapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu. Sahabat-sahabat lain bertanya: “Ya Rasulullah! Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian". Rasulullah meneruskan: “Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia, siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati Sirath Al Mustaqim pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa melakukan shalat sunnah di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain. Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia, sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu. Amirul mukminin KW berkata; “Aku berdiri dan berkata: “Ya Rasulullah, amal apa yang paling utama di bulan ini?” Jawab Nabi: “Ya Abal Hasan, amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia, sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa besar lagi penuh keberkahan, yaitu bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan, bulan yang Allah telah menjadikan puasanya suatu yang fardhu, dan qiyam di malam harinya suatu tathawwu’. Barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu pekerjaan kebajikan di dalamnya, samalah dia dengan orang yang menunaikan suatu fardhu di dalam bulan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu pahalanya adalah surga. Ramadhan itu adalah bulan memberi pertolongan ( syahrul muwasah ) dan bulan Allah memberikan rizqi kepada mukmin di dalamnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa memberikan makanan berbuka seseorang yang berpuasa, adalah yang demikian itu merupakan pengampunan bagi dosanya dan kemerdekaan dirinya dari neraka.Orang yang memberikan makanan itu memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tanpa sedikitpun berkurang. Para sahabat berkata, “Ya Rasulullah, tidaklah semua kami memiliki makanan berbuka puasa untuk orang lain yang berpuasa". Maka bersabdalah Rasulullah saw, “Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi sebutir kurma, atau seteguk air, atau sehirup susu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya pembebasan dari neraka. Barangsiapa meringankan beban dari budak sahaya (termasuk pembantu rumah) niscaya Allah mengampuni dosanya dan memerdekakannya dari neraka. Oleh karena itu banyakkanlah yang empat perkara di bulan Ramadhan. Dua perkara untuk mendatangkan keridhaan Tuhanmu, dan dua perkara lagi kamu sangat menghajatinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua perkara yang pertama ialah mengakui dengan sesungguhnya bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan mohon ampun kepada-Nya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua perkara yang kamu sangat memerlukannya ialah mohon surga dan perlindungan dari neraka. Barangsiapa memberi minum kepada orang yang berbuka puasa, niscaya Allah memberi minum kepadanya dari air kolam-Ku dengan suatu minuman yang dia tidak merasakan haus lagi sesudahnya, sehingga dia masuk ke dalam surga. (HR. Ibnu Huzaimah).&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4278532315769842325-5537012108896763397?l=blogsurawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogsurawan.blogspot.com/feeds/5537012108896763397/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogsurawan.blogspot.com/2008/08/khutbah-rasulullah-memasuki-bulan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4278532315769842325/posts/default/5537012108896763397'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4278532315769842325/posts/default/5537012108896763397'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogsurawan.blogspot.com/2008/08/khutbah-rasulullah-memasuki-bulan.html' title='Khutbah Rasulullah Memasuki Bulan Ramadhan'/><author><name>Surawan Tri Atmaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06536157167208318136</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nV3UWR-m_h4/TIRGE7ayboI/AAAAAAAAAQk/YQ82wOgCPNU/S220/Pas+Photo+Surawan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4278532315769842325.post-6623798430293295895</id><published>2008-04-29T22:37:00.000-07:00</published><updated>2011-06-24T00:01:26.198-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resensi Buku'/><title type='text'>The Power of Love</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_nV3UWR-m_h4/SBgHTYSSHfI/AAAAAAAAAFw/Z_gFv6zYAKE/s1600-h/Laskar+Pelangi.bmp"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_nV3UWR-m_h4/SBgHTYSSHfI/AAAAAAAAAFw/Z_gFv6zYAKE/s320/Laskar+Pelangi.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5194910199689911794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Judul :&lt;/b&gt; Laskar Pelangi&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penulis :&lt;/b&gt; Andrea Hirata&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penerbit :&lt;/b&gt;Penerbitan Bentang, Yogyakarta&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Distributor :&lt;/b&gt; Mizan Media Utama (MMU), Bandung&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tebal :&lt;/b&gt; 524 halaman&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Terbit :&lt;/b&gt; 2005 / edisi hardcover terbit pertama Januari, 2008&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Hare gene meresensi Laskar Pelangi ? &lt;i&gt;Ketinggalan kereta, Man !&lt;/i&gt; Saya jawab: &lt;i&gt;Biarin Cing !&lt;/i&gt; Ya, ya... untuk ukuran novel yang cetak pertamanya tahun 2005, dan sudah heboh dibicarakan disana-sini, mereviewnya saat ini terlalu basi. Tapi siapa peduli ! Kenapa ? Karena pendapat subyektif saya mengatakan : novel ini layak direview di sini. Kapanpun ! Tidak ada kata terlambat. &lt;i&gt;&lt;b&gt;A must read ! two thumbs up ! excelent !&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah sekitar satu tahun yang lalu, tiap kali masuk ke toko buku langganan, saya melihat buku dengan nuansa sampul merah jingga, ditata rapi di satu tempat, di bawah penunjuk bertuliskan 'Buku Laris', berjudul &lt;b&gt; Laskar Pelangi.&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh novel, gumamku suatu ketika saat kubuka-buka halaman awal. Saya bukan penikmat novel. Dari sekian banyak buku yang pernah kubeli, tak satupun novel ada di dalamnya. Pun belum pernah tertarik apalagi menyengaja membaca dari awal hingga akhir. Pernah adik ipar bawa &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ayat-ayat_Cinta"&gt;novel&lt;/a&gt; ke rumah, yang di kemudian hari difilmkan, dan ditonton - bahkan - oleh &lt;a href="http://www.presidensby.info/"&gt;presiden kita&lt;/a&gt;. Tapi nyaris tak satu babpun saya selesaikan. Saya baca melompat-lompat dan bosan dengan sendirinya, tanpa mendapatkan alur utuh  ceritanya.&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;B&gt;PROLOG&lt;/B&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Demikian tiap kali saya ke toko itu. Ini novel tetap bertumpuk, di situ. Banyak. Gak laku apa, dari kemarin-kemarin koq kayak gak berkurang, pikirku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga dalam acara &lt;a href="http://www.kickandy.com"&gt;Kick Andi&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.metrotvnews.com/"&gt;Metro TV&lt;/a&gt;, novel ini dibahas. Si Penulis diundang. Kalau sampe diundang oleh &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Andy_F._Noya"&gt;Si Kribo&lt;/a&gt; itu tentu ada apa-apanya dengan ini orang, pikirku meraba-raba. Sayang saya tidak sempat menontonnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu saya melihat dua teman di kantor membaca buku yang sama. Juga beberapa kali penumpang di bus. Iseng-iseng saya tanya ke &lt;b&gt;Warsito&lt;/b&gt;, kolegaku di kantor. &lt;i&gt;"Ceritanya bagus Mbah, bla...bla... bla...!"&lt;/i&gt; Jawabnya antusias. Darinya pula saya tahu bahwa Laskar Pelangi adalah buku pertama dari sebuah tetralogi. Tiga saudara kandungnya adalah : &lt;b&gt;Sang Pemimpi, Edensor dan Maryamah Karpov.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore itu, sepulang bekerja kusempatkan mampir di &lt;a href="http://www.gramedia.com/"&gt;Gramedia&lt;/a&gt; Matraman. Enam puluh ribu rupiah kuserahkan ke kasir, dan buku itupun masuk &lt;i&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Backpack"&gt;backpack&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;-ku, berjejalan dengan laptop &lt;a href="http://www.notebookreview.com/default.asp?newsID=3101&amp;review=Dell+Latitude+D420"&gt;Dell Latitude D420&lt;/a&gt; inventaris kantor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ehm tahukah Kawan (he..he..ngikutin gaya bertutur di buku itu), ini novel pertamaku dan aku &lt;i&gt;trance&lt;/i&gt;. Ramuan kata-katanya menyihir, menyengat, memerah airmata tawa dan haru, mengaduk-aduk kesadaran, bagaikan mesin cuci memusing gumpalan pakaian. Berbisik, menjerit, berteriak, bergumam, menggigau, menggertak, merajuk, mengaduh, merayu, meradang, betul-betul memabukkan. Membacanya membuka cakrawala baru buatku : ternyata &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Novel"&gt;novel&lt;/a&gt; tidak kalah mengasyikkannya dari kolom, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Biografi"&gt;biografi&lt;/a&gt; atau &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah"&gt;sejarah&lt;/a&gt;, tiga jenis tulisan favoritku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;B&gt;PADA AWALNYA ADALAH CINTA&lt;/B&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara keseluruhan novel ini berbasis memoar penulisnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya adalah cinta. Kecintaan Ikal kepada kampung halaman, teman-teman Laskar Pelangi, dan terutama &lt;b&gt;Ibu Guru Muslimah (Bu Mus)&lt;/b&gt;, juga kepala sekolah, Pak Harfan. Ada lagi.... &lt;b&gt;A Ling&lt;/b&gt;, sosok dimana cinta pertama obsesif Ikal tertuju. Kecintaan itulah pendorong utama Andrea Hirata untuk mendirikan monumen kenangan hidup ini, mengenang perjuangan merengkuh obsesi : &lt;u&gt;pendidikan, pendidikan dan pendidikan&lt;/u&gt;. Sebuah pertaruhan hidup mati agar terlepas dari kutukan kemiskinan dan keterbelakangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laskar Pelangi adalah julukan yang diberikan Bu Mus kepada 10 orang murid SD Muhamadiyah di Kampung Gantong, pelosok Pulau Belitong, pada tahun 70-an. &lt;b&gt;Lintang, Ikal, Trapani, Mahar, Samson, Kucai, Sahara, A Kiong, Syahdan, Harun&lt;/b&gt;. Ya Hanya sepuluh. Satu Kelas sepuluh siswa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Lintang&lt;/b&gt;, murid jenius. Pemegang rangking satu abadi. Mengayuh sepeda 80 km pergi pulang untuk bersekolah, setiap hari, melintasi sungai tempat buaya menunggu mangsa. Sayang, pada akhirnya, saat kelas dua SMP, ia terpaksa berhenti sekolah karena ayahnya meninggal dunia. Ia yang merupakan anak laki-laki tertua di keluarganya mesti mengambil alih biduk keluarga, agar kapal dengan 14 penumpang itu tidak karam di tengah jalan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ikal&lt;/b&gt; adalah panggilan Andrea Hirata. Seperti juga murid yang lain, ia datang dari keluarga miskin, kuli kasar PN Timah. Ia duduk sebangku dengan Lintang selama tujuh tahun. Pemilik rangking dua abadi – karena tidak pernah bisa mengalahkan teman sebangkunya itu. Yang karenanya, saat Lintang putus sekolah karena kemiskinan, bara dendam terpantik di hatinya ; kepapaan tak boleh menjadikannku Lintang kedua. Perlawanannya yang membara terhadap belenggu kemiskinan berbuah  rontoknya ketidakmungkinan-ketidakmungkinan : kuliah di universitas terbaik negeri ini : &lt;a href="http://www.ui.ac.id"&gt;Universitas Indonesia&lt;/a&gt;. Menempuh pendidikan master di salah satu universitas terbaik di dunia : &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/University_of_Paris"&gt;Universitas Sorbonne, Paris&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Trapani.&lt;/b&gt; Lelaki paling tampan di kelas. Otaknya encer. Pemegang rangking-satu-tingkat di bawah Ikal. &lt;i&gt;Mom Embedded&lt;/i&gt;. Tidak bisa jauh jauh dari ibunya. Ujung-ujungnya ibunyapun menderita sindroma yang sama, &lt;i&gt;Son Embedded&lt;/i&gt;. Tidak bisa jauh jauh dari anaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Mahar.&lt;/b&gt; Wow, seniman alam, seniman sejak dalam kandungan ! Dengan ide briliannya SD kampung kumuh berhasil meruntuhkan dominasi SD PN (Sebutan untuk SD elit asuhan PN Timah, yang untuk diijinkan sekolah di sana, seorang anak harus memiliki orang tua dengan pangkat minimal tertentu) dalam karnaval tujuh belasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Idenya adalah huru-hara di ladang penggembalaan &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Masai"&gt;&lt;b&gt;Suku Masai&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; di Afrika. Sekelompok lembu diserang gerombolan &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cheetah"&gt;&lt;i&gt;cheetah&lt;/i&gt;&lt;/a&gt; Sang Pemangsa. Kemudian &lt;b&gt;Moran&lt;/b&gt; atau prajurit Suku Masai yang terkenal itu datang mengusir. Demikian saja. Sederhana. Namun dengan sedikit muslihat – dengan rangkaian kalung dari buah aren - Mahar berhasil men&lt;i&gt;drive&lt;/i&gt; para penampil agar menari kesetanan. Inilah salah satu (menurut saya) puncak ekstase novel ini. Saat sampai pada bagian ini serasa Mahar berjingkrak-jingkrak di atas kepalaku, kesurupan menabuh tabla, menghentak-hentak dada. Lalu barisan mamalia Afrika, mengibaskan-ngibaskan mahkota dedaunan, bergulingan di ubun-ubunku. Demikian nyata. Akar budayaku adalah budaya kampung, sama persis dengan mereka. Tentu saja seribu persen kuhayati, betapa getah buah aren menghunjamkan seribu rasa gatal, seribu rasa panas dan seribu rasa jengkel tak tertahankan saat garukan tangan kita, sekencang apapun,  tak mempan meredakannya. Jika saat itu Mahar merangkainya menjadi kalung, paling tidak ada sepuluh biji melingkar di leher. Ya, sepuluh biji. Amboi, satupun, yang pernah kurasakan, gatalnya tak terkira-kira. Hingga kuhabiskan air berember-ember, serta deterjen ibuku untuk mengusir rasa itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Borek&lt;/b&gt;, Sang Pria Macho. Pertemuannya dengan bekas kaleng minyak penumbuh bulu dari Jazirah Arab telah mengajarinya satu hal : urusan terpenting bagi seorang lelaki di muka bumi ini adalah membesarkan ototnya. Ia berhasil. Otonya tumbuh bak atlet binaraga. Oleh karenanya, ia memiliki panggilan populer layaknya artis : &lt;b&gt;Samson&lt;/b&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kucai&lt;/b&gt;, memiliki seluruh kualitas untuk menjadi politikus : berkepribadian populis, bermulut besar, banyak teori dan sok tahu tapi otak lemot. Sang ketua kelas. Pandai bergaul, yang karenanya memiliki &lt;i&gt;network&lt;/i&gt; yang luas. Bertahun-tahun menjadi ketua kelas membuatnya bosan. Juga sedikit rasa takut akan pertanggungjawabannya sebagai pemimpin kelak di akhirat, mendorongnya untuk mengusulkan pemilihan ketua kelas baru. Sial, seluruh siswa memilihnya kembali. Beruntung ia. Rupanya kehidupan sedang menyiapkannya menjadi ketua dalam skala yang lebih besar, ketua salah satu Fraksi di DPRD Belitong, itulah jabatannya sekarang. Jabatan yang betul-betul sesuai dengan kualitas dirinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sahara&lt;/b&gt;, satu-satunya betina di Laskar Pelangi. Ramping, berjilbab dan sedikit beruntung. Bapaknya pegawai PN dengan penghasilan lumayan. Kepala batu namun menjunjung tinggi kejujuran dan kebenaran. Meski diancam akan dilemparkan ke dalam api yang berkobar-kobar, tak satupun dusta akan keluar dari mulutnya. Sekolah mempertemukannya dengan musuh sejatinya : A Kiong. Ya, dua makhluk ini adalah seteru abadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;A Kiong&lt;/b&gt;. Bapaknya aneh. Tiong Hoa miskin pemeluk Kong Hu Cu sejati ini justru mendaftarkan anaknya bersekolah di sekolah Islam Muhammadiyah. Pria naif yang melihat dunia hitam putih. Wajahnya tidak cukup tampan, namun hatinya baik luar biasa, penolong dan ramah kecuali kepada Sahara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Syahdan&lt;/b&gt;, manusia paling tidak penting dalam Laskar Pelangi. Selalu kebagian peran disuruh-suruh. Menyimpan obsesi menjadi aktor besar sepanjang hayat. Namun roda nasib berkata lain. Lewat sebuah kursus komputer ia berhasil menjadi &lt;i&gt;programmer&lt;/i&gt; handal, &lt;i&gt;network designer&lt;/i&gt; dan mendapat kualifikasi &lt;b&gt;Sisco Expert Network&lt;/b&gt; dari &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Kyoto_University"&gt;Kyoto University, Jepang&lt;/a&gt;. Sang gagap teknologi itu kini menjadi &lt;b&gt;Information Teknologi Manager&lt;/b&gt; sebuah perusahaan multinasioanl di Tangerang.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Harun&lt;/b&gt;, Juru Selamat. Ia layak mendapat julukan itu. Ia adalah murid yang mendaftar sekolah pada detik-detik terakhir, di saat pedang algojo dinas pendidikan sedang terayun ke leher SD Muhammadiyah Belitong : BUBARKAN SAJA JIKA TIDAK MENDAPAT SISWA MINIMAL SEPULUH ! Dan Harunlah Si Murid Ke Sepuluh. Karenanya ayunan pedang terhenti. Sebetulnya, niat ibunya bukan menyekolahkan tetapi hanya menitipkan saja, karena di Belitong tidak ada Sekolah Luar Biasa untuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;B&gt;EPILOG&lt;/B&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Buat Andrea Hirata. &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sore itu, setelah mengantar saudara ke kota, selepas perempatan Matraman, seorang pengasong menawarkan buku-buku. Yang menarik, ada buku ketiga tetralogimu itu. &lt;i&gt;"Endensor, Endensor"&lt;/i&gt; bujang itu mengeja judul novelmu dengan salah.&lt;i&gt;"Ayo yang belum baca Laskar Pelangi ketiga, diobral, cukup dua puluh ribu saja"&lt;/i&gt;. Kebetulan, Bukankah saya sedang akan membelinya. Namun saat bujang itu mendekat dan mengacungkan dagangannya, saya dilanda rasa ragu. Sampulnya terlalu pucat. Bajakankah ? Keyakinanku sontak datang saat kulihat tulisan Edensor di sampul tidak &lt;i&gt;embosed&lt;/i&gt;. Seratus persen palsu, Saudara-saudara !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tahu ada versi bajakannya, iseng-iseng saya nanya teman-teman yang memiliki novelmu. Mengerikan, dari enam teman sekantorku yang memilikinya, tiga diantaranya bajakan. Kurang jelas penyebabnya, apakah  ketidaktahuan atau kesengajaan mencari yang murah. Ikal, sudahkah kau / penerbit mengambil langkah-langkah yang perlu untuk menghadapi hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya gak berminat membeli buku bajakan. Suwer ! Minggu kemarin telah datang ke ruanganku kurir dari sebuah &lt;a href="http://www.kutukutubuku.com"&gt;toko buku maya&lt;/a&gt; mengantarkan buku pesananku : Edensor.  Alhamdulillaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BTW ditunggu buku ke-empatnya. &lt;b&gt;Maryamah Karpov ?&lt;/b&gt; A Ling Kah ? atau Nurmi yang hampir hendak ditukarkan biolanya dengan beras oleh Mak Cik ? Atau sama sekali orang yang lain ? Ah, bikin penasaran saja, Kau Kawan !&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4278532315769842325-6623798430293295895?l=blogsurawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogsurawan.blogspot.com/feeds/6623798430293295895/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogsurawan.blogspot.com/2008/04/laskar-pelangi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4278532315769842325/posts/default/6623798430293295895'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4278532315769842325/posts/default/6623798430293295895'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogsurawan.blogspot.com/2008/04/laskar-pelangi.html' title='The Power of Love'/><author><name>Surawan Tri Atmaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06536157167208318136</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nV3UWR-m_h4/TIRGE7ayboI/AAAAAAAAAQk/YQ82wOgCPNU/S220/Pas+Photo+Surawan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_nV3UWR-m_h4/SBgHTYSSHfI/AAAAAAAAAFw/Z_gFv6zYAKE/s72-c/Laskar+Pelangi.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4278532315769842325.post-96086758640950695</id><published>2008-03-02T23:11:00.000-08:00</published><updated>2009-05-26T04:23:38.373-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gito Rollies'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lingkar Pena'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Asma Nadia'/><title type='text'>Selamat Jalan Kang Gito</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_nV3UWR-m_h4/R8vefH3z9zI/AAAAAAAAAFI/7rT1BuKG-ys/s1600-h/gito_rollies.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_nV3UWR-m_h4/R8vefH3z9zI/AAAAAAAAAFI/7rT1BuKG-ys/s200/gito_rollies.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5173473223235598130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Innalillaahi wa inna ilaihi roji'un&lt;/b&gt;. Sesungguhnya segala sesuatu berasal dari Allah dan kepada-Nya jua segala sesuatu kembali. Telah berpulang ke Rahmatullaah &lt;b&gt;Bangun Sugito Tukiman&lt;/b&gt; atau yang beken dikenal sebagai &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gito_Rollies"&gt;Gito Rollies&lt;/a&gt; pada Hari Kamis Tanggal 29 Februari jam 18.45 BBWI di RS. Pondok Indah, Jakarta Selatan, dalam usia 60 tahun, dengan meninggalkan seorang istri dan empat orang anak. &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pagi hari tadi, saat hendak berangkat kerja, tidak sengaja pandanganku tertumbuk pada sebuah buku yang tergeletak di kamar. Buku ini , berjudul &lt;b&gt;Catatan Hati di Setiap Sujudku&lt;/b&gt;, ditulis oleh &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asma_Nadia"&gt;Asma Nadia&lt;/a&gt; (pendiri &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Forum_Lingkar_Pena"&gt;Forum Lingkar Pena&lt;/a&gt;) dkk, yang diterbitkan oleh &lt;b&gt;PT. Lingkar Pena Kreativa&lt;/b&gt;, saya beli sekitar dua minggu yang lalu. Hampir seluruhnya telah kubaca. Iseng-iseng saya raih. Sekali kubuka, terpampang halaman 161. Terbaca sebuah judul &lt;b&gt;Pelajaran Lewat Telepon&lt;/b&gt;. Kubaca beberapa kalimat awal, dan &lt;i&gt;Masya Allah&lt;/i&gt;, ini kisah mendiang seorang &lt;b&gt;Gito Rollies&lt;/b&gt; yang baru beberapa hari kemarin berpulang. Kenapa kemarin-kemarin sampai terlewat, gumamku dalam hati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Setelah selesai membaca, mmh..., saya merasa perlu membaginya dengan sidang pembaca budiman. Siapa tahu ada sesuatu yang bisa Anda dapatkan dari kisah ini. Buat yang sudah pernah membacanya, gak pa pa khan kalau membacanya sekali lagi via blog ini ? Hanya 4 halaman buku seukuran novel koq. Silahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;Pelajaran Lewat Telepon&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Oleh Asma Nadia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Jangan hanya berdoa untuk diri sendiri, Asma ...&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih kurang begitulah hikmah yang saya dapatkan dari kisah yang diceritakan oleh Kang Gito Rollies, yang berawal dari upaya saya menyelami doa dari banyak orang,&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;u&gt;"Saya berdoa biasa saja, Dimulai dari memohon ampun bagi sendiri, orang tua dan orang-orang terdekat."&lt;/u&gt;&lt;/i&gt; Dari seberang telepon saya dengar Kang Gito menarik napas panjang, sebelum melanjutkan,&lt;i&gt;&lt;u&gt;"Tetapi ada kejadian yang membuat saya jadi ingin berdoa bagi seluruh umat. Orang-orang baik, bahkan yang jahat sekalipun."&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kang Gito pun menuturkan pengalamannya saat mengunjungi &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pakistan"&gt;&lt;b&gt;Pakistan&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; dan mencoba berdakwah mengikuti cara para &lt;i&gt;sahabat&lt;/i&gt; dulu. Tanpa kendaraan. Benar-benar jalan kaki. Dalam cuaca terik, keinginan lelaki itu semula sempat tidak disetujui beberapa ulama. Hanya mereka yang sudah siap yang sebenarnya diperbolehkan. Mereka yang sudah terbiasa melakukan itu bertahun-tahun. Berdakwah dengan menyusuri satu tempat ke tempat lain, tanpa diangkut binatang atau motor dan mobil. Dalam medan yang berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan keinginan Kang Gito diizinkan. Beliau digabungkan dengan tujuh orang Pakistan untuk berdakwah jalan kaki selama setahun penuh. Menyusuri kampung-kampung. Dalam cuaca yang begitu panas,&lt;i&gt;&lt;u&gt;"Saking panasnya, sleeping bag bisa meleleh, Asma ..."&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh perjalanan yang luar biasa, menurut Kang Gito. Berjalan bersama orang-orang yang memang sudah lama berjuang di jalan Allah. Mereka yang menurut Kang Gito begitu dekat dengan keikhlasan,&lt;i&gt;&lt;u&gt;" Mungkin karena keikhlasan itu mereka sering dapat pertolongan Allah. Akan halnya saya, ikut kecipratan buah keiikhlasan mereka."&lt;/u&gt; &lt;/i&gt;Paparnya rendah hati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya itulah yang dirasakan Kang Gito ketika suatu pagi, secara spontan nyeletuk kepada seorang teman dari Indonesia,&lt;i&gt;&lt;u&gt;"Tiba-tiba saya kangen, terlontar dari mulut, pengin tempe ... Udah lama nggak makan tempe !"&lt;/u&gt;&lt;/i&gt; Tempe di Pakistan ? Rombongan berjalan jauh melewati gurun demi gurun. Berharap makan tempe seperti mimpi kosong, dalam situasi jauh dari mana-mana.&lt;i&gt;&lt;u&gt;"Sore-sore dari atase militer Indonesia untuk Pakistan, Bapak Kol. Arif Rahman datang. Rupanya dia tahu saya ada di sana dan mencoba mencari saya. Segitu niatnya sampai ke tengah gurun."&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kang Gito menceritakan pertemuannya yang unik. Seakan berkah dari langit,&lt;i&gt;&lt;u&gt;"Bukan cuma ketemu beliau, ternyata dia bawa tempe buat saya, Asma !"&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;Kebetulan yang luar biasa, pikir saya. Mungkin dengan cara ini Allah menghibur hamba-Nya yang mencoba mendekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;u&gt;"Peristiwa kedua, masih di perjalanan. Kami jalan jauh hingga sampai ke satu perkampungan yang nggak ada listrik. Setelah dapat satu masjid, kami semua keliling datangi rumah satu-satu mengajak orang untuk masuk masjid." &lt;/u&gt;&lt;/i&gt;Kang Gito melanjutkan kisahnya mendatangi rumah-rumah di sana yang dibangun dari tanah liat dan berukuran kurang dari 4x4 meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udara panas. Matahari sedang terik-teriknya.&lt;i&gt;&lt;u&gt; "Lagi istirahat, mulut saya nyeletuk lagi ke teman: 'Wah kalau ada Coca-Cola dingin enak banget nih !"&lt;/u&gt;&lt;/i&gt; Coca-Cola di perkampungan yang tidak ada listrik dan alat elektronik apapun di tengah gurun ? Hanya mungkin terjadi dalam iklan di teve batin saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, Kang Gito dan teman-temannya keliling lagi. Mengunjungi satu persatu rumah petak. Kebetulan saat itu Kang Gito menjadi juru bicara rombongan, &lt;i&gt;&lt;u&gt;"Saya mengucapkan salam sambil memperkenalkan ada jamaah yang dari Indonesia, ada yang memang orang Pakistan. Sambil mengundang pemilik rumah dan keluarganya untuk Shalat di masjid nanti malam".&lt;/u&gt;&lt;/i&gt; Setelah menyampaikan kalimat tersebut, Kang Gito dan rombongan pamit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;u&gt;"Tiba-tiba Si Bapak yang punya rumah menyuruh saya menunggu," &lt;/u&gt;&lt;/i&gt;Kang Gito menghentikan ceritanya sejenak. Saya ikut-ikutan menahan napas,&lt;i&gt;&lt;u&gt; "Tahu nggak, Asma ... yang punya rumah nggak lama balik lagi, dan dia bawa Coca Cola dingin buat kami !"&lt;/u&gt;&lt;/i&gt; Subhanallaah. Sunggguh berkah yang lain ...&lt;i&gt;&lt;u&gt;"Tapi setelah itu saya ditegur sama pimpinan rombongan, dia menasehati saya agar lain kali kalau bicara hati-hati."&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara hati-hati, maksudnya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti memahami ketidakmengertian saya, Kang Gito menjelaskan,&lt;i&gt;&lt;u&gt;"Kata dia begini : 'Kalau kamu minta jangan minta Coca Cola, tapi mintakan hidayah bagi orang banyak."&lt;/u&gt;&lt;/i&gt; Sebab permintaan Coca-Cola hanya mendapatkan Coca-Cola. Sedangkan jika seorang hamba memintakan hidayah bagi orang lain, maka akan dapat lebih banyak lagi. &lt;i&gt;&lt;u&gt;"Hidayah ya, ketaatan ya, juga kebaikan, semuanya ! Kita dapat lebih banyak ..."&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak dua peristiwa itu, lelaki yang bernama lengkap Bangun Sugito ini menambah satu doa baru dalam &lt;i&gt;list&lt;/i&gt; panjang doanya selama ini.&lt;i&gt;&lt;u&gt; "Karena itu saya selalu minta hidayah, agar semua orang selamat. Saya nggak ada musuh. George Bush juga harus kita doain. Saya meminta juga hidayah bagi orang-orang lain yang belum mengenal Allah."&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supaya mereka mengenal Allah, kembali kepada Allah...dan beroleh hidayah. &lt;b&gt;Allahumma Amin&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Foto dari Swaramuslim.com&lt;br /&gt;*) Mohon maaf buat Asma Nadia jika ada salah-salah ketik dalam penulisan kembali karya Anda&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4278532315769842325-96086758640950695?l=blogsurawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogsurawan.blogspot.com/feeds/96086758640950695/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogsurawan.blogspot.com/2008/03/akhirnya-semua-akan-kembali-kepada-nya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4278532315769842325/posts/default/96086758640950695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4278532315769842325/posts/default/96086758640950695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogsurawan.blogspot.com/2008/03/akhirnya-semua-akan-kembali-kepada-nya.html' title='Selamat Jalan Kang Gito'/><author><name>Surawan Tri Atmaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06536157167208318136</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nV3UWR-m_h4/TIRGE7ayboI/AAAAAAAAAQk/YQ82wOgCPNU/S220/Pas+Photo+Surawan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_nV3UWR-m_h4/R8vefH3z9zI/AAAAAAAAAFI/7rT1BuKG-ys/s72-c/gito_rollies.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4278532315769842325.post-4898808349255748821</id><published>2008-01-29T22:26:00.000-08:00</published><updated>2009-05-26T04:26:01.295-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><title type='text'>Ngisep Knalpot Aja Coy !</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_nV3UWR-m_h4/R6v-CKHQDpI/AAAAAAAAAE4/M9mzRvp4XEY/s1600-h/rokok.JPG"&gt;&lt;img style="float:center; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_nV3UWR-m_h4/R6v-CKHQDpI/AAAAAAAAAE4/M9mzRvp4XEY/s320/rokok.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5164500710738366098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Bersyukur saya tidak tumbuh menjadi perokok. Banyak hal yang mempengaruhi. Salah satunya karena saya tidak mendapatkan contoh itu di rumah. Ya, orang tua saya bukan perokok. Tidak ayah, apalagi Ibu. &lt;i&gt;&lt;b&gt;Alhamdulillaah.&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain, cerita seorang guru SMA saya. Salah satu sangkaan dusta saat itu adalah merokok membuat laki-laki (terlihat) jantan. Emangnya ayam :) ? Dus, yang tidak merokok berarti tidak jantan donk ! Maka siap-siaplah bagi yang tidak merokok menerima ejekan banci, tidak jantan dan yang sejenisnya. Nah si Bapak guru tidak mau anaknya merokok sekaligus tidak rela dibilang banci. Maka ia masukkan anaknya itu ke dojo &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karate"&gt;Karate&lt;/a&gt; sembari berpesan  &lt;i&gt;"Kalau ada yang bilang kamu tidak jantan, tantang saja berantem. Semoga saja kelihatan, siapa yang jantan beneran dan yang hanya kelihatan jantan".&lt;/i&gt;  BTW, emang jantan identik dengan jago kelahi ? Tapi sudahlah, karena kenyataannya tak seorangpun berani mengatai anak itu banci, meskipun ia tidak merokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor lain mungkin karena saya bukan tipe anak muda yang gampang ikut-ikutan. Juga sedikit watak tidak pedulian. Seumpamapun seluruh teman merokok, saya rasa saya cukup berani untuk berbeda, dengan segala konsekwensinya. Dibilang banci ? Emang gue pikirin. &lt;i&gt;(Ssst, saya kasih bocoran, tanpa mereka tahu, ternyata mayoritas banci justru merokok, he..he..he.., ada yang tertarik melakukan riset tentang hal ini ?)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;Sejarah Rokok&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dokter Achmad Hudoyo&lt;/b&gt; dari &lt;a href="http://www.pdpersi.co.id/persahabatan/"&gt;RS Persahabatan&lt;/a&gt;, mengatakan bahwa &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Indian"&gt;Suku Indian&lt;/a&gt; di Amerika bahkan telah mengenal rokok atau &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tembakau"&gt;tembakau&lt;/a&gt; jauh sebelum &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Christopher_Columbus"&gt;Columbus&lt;/a&gt; datang (ingat &lt;b&gt;datang&lt;/b&gt; bukan &lt;b&gt;menemukan&lt;/b&gt; ) ke benua itu pada tahun 1492.  Saat Columbus datang, ia mendapati penduduk asli menggunakan daun tembakau kering yang digulung dan diisap memakai pipa pada acara ritual mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada abad ke-17, kaum imigran &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Inggris"&gt;Inggris&lt;/a&gt; membawa bibit tembakau dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_selatan"&gt;Amerika Selatan&lt;/a&gt; untuk ditanam di perkebunan-perkebunan  di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Maryland"&gt;Maryland&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Virginia"&gt;Virginia&lt;/a&gt;. Dari sinilah kemudian tembakau meluas ke seluruh dunia, mulai dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Eropa"&gt;Eropa&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asia_Tengah"&gt;Asia Tengah&lt;/a&gt;, hingga &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asia_tenggara"&gt;Asia Tenggara&lt;/a&gt; termasuk &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia"&gt;Indonesia&lt;/a&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sangkaan Keliru &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya ada sangkaan bahwa rokok baik bagi kesehatan. Pada sekitar abad ke 16, &lt;b&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Jean_Nicot"&gt;Mr Jean Nicot&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;, duta besar &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Brasil"&gt;Perancis&lt;/a&gt; di Lisabon, menyebarluaskan pendapat bahwa daun tembakau berkhasiat untuk menyembuhkan penyakit radang saluran napas (&lt;i&gt;bronchitis&lt;/i&gt;), &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asma"&gt;asma&lt;/a&gt;, dan rematik. Bahkan, karena itu, namanya diabadikan bagi tumbuhan tembakau ; &lt;i&gt;Nicotiana tabacum&lt;/i&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangkakan &lt;del&gt;baik&lt;/del&gt; keliru inilah yang mendorong perluasan penyebaran tumbuhan ini secara cepat. Tercatat rokok atau sigaret, yaitu daun tembakau kering yang dibungkus kertas, pertama kali dibuat di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Brasil"&gt;Brasil&lt;/a&gt; pada abad ke-18.   Mesin pelinting dibuat pertama kali akhir tahun 1870. Saat penduduk &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_serikat"&gt;Amerika Serikat&lt;/a&gt; berjumlah 50 juta, 1.300 juta (1,3 milyar) batang rokok diisap penduduk negeri itu.&lt;br /&gt;Beberapa tahun yang lalu, saat penduduk AS berjumlah 204 juta, tercatat 536,4 miliar batang rokok dikonsumsi. ini berarti kenaikan konsumsi rokok 133 kali lebih cepat dibandingkan kenaikan jumlah penduduk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kebenaran Mulai Terungkap&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1938 &lt;b&gt;Raymond Pearl&lt;/b&gt;, dalam majalah Science, menulis artikel berjudul &lt;b&gt;Tembakau dan Umur Panjang&lt;/b&gt;. Tulisan tersebut menuai kritik salah satunya dari dr &lt;b&gt;FR Tylecote dari Inggris&lt;/b&gt;. Ia berargumen, justru tembakau memperpendek umur seseorang, karena fakta menunjukkan pasien-pasiennya yang menderita kanker paru-paru ternyata semuanya mempunyai riwayat merokok. Polemik ini menjadi perbincangan &lt;del&gt;panas&lt;/del&gt; hangat dunia kedokteran saat itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1939, &lt;b&gt;dr Alton Achsner&lt;/b&gt; pada &lt;b&gt;Kongres Kanker Internasional&lt;/b&gt; memberi pernyataan, "Kami yakin bahwa meningkatnya kekerapan kanker paru terutama disebabkan oleh meningkatnya kebiasaan menghisap rokok." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil otopsi pasien-pasien dari rumah-rumah sakit di Inggris menunjukkan hasil senada. Dari hasil otopsi diketahui dari seluruh kematian karena kanker paru-paru yang diotopsi, 80 persen memiliki riwayat merokok semasa hidup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pro kontra itu menyebabkan penelitian untuk membuktikan apakah merokok bermanfaat atau tidak mulai dilakukan dalam skala besar. Pada tahun 1951 &lt;b&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Richard_Doll"&gt;dr Richard Doll&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; dan dr AB Hill dari Inggris mulai melakukan penelitian. Mereka menyebar angket kepada sekitar 34.000 dokter laki-laki selama 20 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula di Amerika Serikat. &lt;b&gt;Dr Hammond&lt;/b&gt; dkk dari &lt;b&gt;American Cancer Society&lt;/b&gt;, mulai 1 Oktober 1959, melakukan riset atas 1.078.894 laki-laki dan perempuan dewasa selama 20 tahun. Penelitian dengan melibatkan lebih dari satu juta sampel saat itu merupakan penelitian terbesar di bidang kedokteran. Aspek yang diteliti adalah pengaruh gaya hidup terhadap kesehatan dan umur manusia (termasuk gaya hidup merokok). Setelah tiga tahun penelitian disusun laporan sementara sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jumlah kematian perokok dua kali lipat dari yang bukan perokok (1.385 berbanding 662).&lt;br /&gt;2. Jumlah kematian perokok karena penyakit jantung koroner dua kali lipat dari yang bukan perokok (654 berbanding 304).&lt;br /&gt;3. Jumlah kematian perokok karena kanker paru-paru sepuluh kali lipat dari yang bukan perokok (110 berbanding 12).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1964 &lt;b&gt;Surgeon General&lt;/b&gt; merilis laporan tentang merokok dan kesehatan yang menguatkan argumen betapa kebiasaan merokok dapat menyebabkan berbagai penyakit diantaranya penyakit jantung koroner, kanker paru-paru, bronkitis kronis, emfisema, penyakit pembuluh darah tepi, perdarahan pembuluh darah otak, &lt;i&gt;ulkus peptikum&lt;/i&gt;, kanker saluran napas atas dan mulut, sampai kelainan kehamilan serta janin yang dikandung oleh ibu yang merokok. Yang sering tidak disadari adalah efek negatif merokok bersifat kumulatif dan kronis yang terjadi secara perlahan-lahan, bertahun-tahun, dan berbeda-beda untuk tiap-tiap orang, tergantung daya tahan tubuh serta kebiasaan lain orang tersebut secara holistik. Perokok yang masih rajin olahraga berbeda dengan perokok yang sudahlah ngebul hobi dugem pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kandungan Rokok&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Percayakah Anda bahwa sebatang rokok mengandung lebih dari 4.000 zat beracun ? 40 diantaranya diduga kuat sebagai penyebab kanker paru-paru. Lihat beberapa diantaranya di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;b&gt;Aseton&lt;/b&gt;, bahan penghapus cat&lt;br /&gt;2. &lt;b&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amonia"&gt;Amonia&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;, bahan pembersih lantai&lt;br /&gt;3. &lt;b&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Arsen"&gt;Arsen&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;, racun kuat yang cukup mematikan&lt;br /&gt;4. &lt;b&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Butana"&gt;Butane&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;, pengencer bahan bakar&lt;br /&gt;5. &lt;b&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kadmium"&gt;Kadmium&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;, bahan pembuat aki mobil&lt;br /&gt;6. &lt;b&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karbon_monoksida"&gt;Karbon monoksida&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;, kandungan asap knalpot&lt;br /&gt;7. &lt;b&gt;DDT&lt;/b&gt;, insektisida - pembunuh serangga&lt;br /&gt;8. &lt;b&gt;Hidrogensianida&lt;/b&gt;, gas beracun.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;** Selengkapnya lihat gambar di atas. &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlihat kandungan asap knalpot hanya salah satu dari kandungan rokok. So, bukankah tidak berlebihan jika dikatakan ngisep knalpot masih lebih sehat daripada merokok. Paling tidak, hanya karbon monoksida yang diisep, bukan dicampur dengan pembersih lantai, cat, bensin, aki mobil, insektisida dan gas beracun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi saran saya daripada merokok mending ngisep knalpot aja Coy ! Boleh pilih knalpot motor, bajaj, truk kontainer atau F16 sekalian. Gimana ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;(Disarikan dari berbagai sumber)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4278532315769842325-4898808349255748821?l=blogsurawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogsurawan.blogspot.com/feeds/4898808349255748821/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogsurawan.blogspot.com/2008/01/ngisep-kanlpot-aja-coy.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4278532315769842325/posts/default/4898808349255748821'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4278532315769842325/posts/default/4898808349255748821'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogsurawan.blogspot.com/2008/01/ngisep-kanlpot-aja-coy.html' title='Ngisep Knalpot Aja Coy !'/><author><name>Surawan Tri Atmaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06536157167208318136</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nV3UWR-m_h4/TIRGE7ayboI/AAAAAAAAAQk/YQ82wOgCPNU/S220/Pas+Photo+Surawan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_nV3UWR-m_h4/R6v-CKHQDpI/AAAAAAAAAE4/M9mzRvp4XEY/s72-c/rokok.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4278532315769842325.post-1937248207084276820</id><published>2008-01-26T19:37:00.000-08:00</published><updated>2008-04-01T22:10:24.365-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Birrul Walidain'/><title type='text'>Keramat</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Apakah Anda termasuk anggota BPK ? Bukan ! Bukan &lt;a href="http://www.bpk.go.id/"&gt;Badan Pemeriksa Keuangan&lt;/a&gt; yang di Jalan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gatot_Soebroto"&gt;Gatot Subroto&lt;/a&gt; itu, tetapi &lt;b&gt;Barisan Pemuja Kuburan&lt;/b&gt;. Ya, mungkin itu bukan label yang berlebihan melihat kebiasaan mereka selama ini. Apa pasal ? Bayangkan apapun hajat yang sedang mereka upayakan, rasanya tidak &lt;i&gt;afdhol&lt;/i&gt; jika tidak didahului dengan semedi, ngalap berkah, berburu wangsit atau apalah, ke kuburan. Bagi mereka kuburan adalah keramat, yang konotasi maknanya adalah sesuatu yang jika disepelekan akan membuat celaka atau sebaliknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Padahal kalau mau sedikit (saja) berfikir dan membaca sejarah, pernahkah kita dengar/ baca para &lt;i&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/khulafaur_rasyidin"&gt;Khulafaur Rasyidin&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;,&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sahabat_Nabi"&gt; sahabat nabi&lt;/a&gt; yang lain, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tabi%27in"&gt;tabi'in&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tabi%27ut_tabi%27in"&gt;tabi'ut al tabi'in&lt;/a&gt; atau ulama-ulama sesudah itu mendatangi makam Rasulullah yang mulia, bermalam membaca wirid-wirid disitu, tatkala mereka sedang menghajatkan sesuatu, dengan tujuan agar hajatnya terkabul ? Rasanya tidak. Jika para sahabat saja tidak berlaku demikian atas makam nabi, apatah lagi jika (hanya) makam para sunan, wali, ulama atau kyai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal (lagi) tahukah Anda ada keramat yang lebih dekat dan mudah, yang untuk mendatanginya tidak mesti berdiam diri malam-malam diantara jejeran nisan, sambil mendonorkan darah kepada nyamuk pengelana malam, atau menyelipkan cebanan ke tangan juru kunci makam. Siapa dia ? &lt;b&gt; Dia adalah ibumu !&lt;/b&gt; Atau mama, ummi, simbok, emak, enyak, nyokap, mom, mother serta panggilan lain yang semakna. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah saya sedang akan bicara serius tentang berbakti kepada orang tua? Ah nanti saja, selain topiknya luas dan dalam, saya juga belum merasa melakukan bakti yang terbaik untuk orang tuaku. Jadi lain kali saja ya, Sayang ! Kali ini, untuk sekedar teman istirahat Anda, setelah suntuk &lt;i&gt;surfing &lt;/i&gt; di belantara dunia maya, ada hadiah spesial dariku. Lirik lagu tentang Ibu dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rhoma_Irama"&gt;Bang Haji Rhoma Irama&lt;/a&gt; yang berjuluk &lt;a href="http://www.rajadangdut.com/main.php"&gt;Si Raja Dangdut&lt;/a&gt; itu,   berjudul Keramat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan lupa, jika ingin sekalian mendengarkan lantunan lagunya bisa diunduh &lt;a href="http://pbrunswick.com/59 Keramat.mp3"&gt;di sini&lt;/a&gt;. &lt;b&gt;Dangdut Coy...!&lt;/b&gt; Selamat menikmati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;KERAMAT &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Karya : Rhoma Irama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai manusia&lt;br /&gt;Hormati ibumu&lt;br /&gt;Yang melahirkan&lt;br /&gt;Dan membesarkanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Darah dagingmu dari air susunya&lt;br /&gt;Jiwa ragamu dari kasih sayangnya&lt;br /&gt;Dialah manusia satu-satunya&lt;br /&gt;Yang menyayangimu tanpa ada batasnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa ibumu dikabulkan tuhan&lt;br /&gt;Dan kutukannya jadi kenyataan&lt;br /&gt;Ridha ilahi karena ridhanya&lt;br /&gt;Murka ilahi karena murkanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kau sayang pada kekasih&lt;br /&gt;Lebih sayanglah pada ibumu&lt;br /&gt;Bila kau patuh pada rajamu&lt;br /&gt;Lebih patuhlah pada ibumu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukannya gunung&lt;br /&gt;Tempat kau meminta&lt;br /&gt;Bukan lautan&lt;br /&gt;Tempat kau memuja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan pula dukun tempat kau menghiba&lt;br /&gt;Bukan kuburan tempat memohon doa&lt;br /&gt;Tiada keramat yang ampuh di dunia&lt;br /&gt;Selain dari doa ibumu jua&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4278532315769842325-1937248207084276820?l=blogsurawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogsurawan.blogspot.com/feeds/1937248207084276820/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogsurawan.blogspot.com/2008/01/keramat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4278532315769842325/posts/default/1937248207084276820'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4278532315769842325/posts/default/1937248207084276820'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogsurawan.blogspot.com/2008/01/keramat.html' title='Keramat'/><author><name>Surawan Tri Atmaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06536157167208318136</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nV3UWR-m_h4/TIRGE7ayboI/AAAAAAAAAQk/YQ82wOgCPNU/S220/Pas+Photo+Surawan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4278532315769842325.post-198571249383038144</id><published>2008-01-02T04:11:00.000-08:00</published><updated>2009-05-26T04:26:46.288-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><title type='text'>Hisab dan Rukyat (II)</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt; &lt;b&gt;Hisab&lt;/b&gt; berasal dari bahasa Arab &lt;i&gt;"hasaba"&lt;/i&gt;, yang secara harfiah  berarti menghitung, mengira dan membilang. Jadi hisab adalah , hitungan, kiraan dan bilangan.  Dalam al-Quran kata ini sering digunakan dalam konteks perhitungan perbuatan manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ilmu falak (astronomi) kata hisab berarti ilmu hitung posisi benda-benda langit, khususnya posisi matahari dan bulan dilihat dari bumi. Ilmu ini menjadi penting bagi Umat Islam karena berkaitan dengan pelaksanaan beberapa ibadah, misalnya penentuan waktu shalat, awal bulan Hijriyyah, Idul fithri, Idul Adha. Termasuk menentukan arah kiblat dengan tepat. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ilmu Falak yang mempelajari kaidah-kaidah Ilmu Syariah tersebut dinamakan &lt;b&gt;Falak Syar'i&lt;/b&gt;  (Ilmu Falak + Ilmu Syariah = Falak Syar'i).  Di Indonesia nama yang populer adalah Falak saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Rukyat&lt;/b&gt; adalah penyebutan secara singkat dari rukyatul hilal. Kata ini berasal dari bahasa Arab &lt;i&gt;"ra'a - yara - rukyat"&lt;/i&gt; yang artinya "melihat". &lt;b&gt;Hilal&lt;/b&gt; juga berasal dari bahasa Arab &lt;i&gt;"al-hilal - ahillah"&lt;/i&gt; yaitu bulan sabit  (&lt;i&gt;crescent&lt;/i&gt;) yang pertama terlihat setelah terjadinya &lt;i&gt;"ijtimak"&lt;/i&gt;. &lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;Ijtimak &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;I&gt;Adalah bulan baru (&lt;i&gt;new moon&lt;/i&gt;) disebut juga bulan mati. Ijtimak terjadi saat posisi bulan dan matahari berada pada jarak paling dekat. Secara astronomis, saat ijtimak terjadi maka bujur ekliptik bulan sama dengan bujur ekliptik matahari dengan arah penglihatan  dari pusat bumi (geosentris). &lt;br /&gt;Pada saat sekitar ijtimak, Bulan tidak dapat terlihat dari bumi, karena permukaan bulan yang nampak dari Bumi tidak mendapatkan sinar matahari, sehingga dikenal istilah Bulan Baru. Pada petang pertama kali setelah ijtimak, Bulan terbenam sesaat sesudah terbenamnya matahari&lt;br /&gt;Kadang-kadang peristiwa ijtimak juga ditandai dengan terjadinya gerhana matahari yaitu saat lintang ekliptik bulan berimpit atau mendekati lintang ekliptik matahari. Periode dari peristiwa ijtimak ke ijtimak berikutnya disebut "bulan sinodis" yang lamanya 29,531 hari alias 29 hari 12 jam, 44 menit 2,8 detik. &lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Sehingga dalam konteks ilmu falak, rukyat (&lt;i&gt;rukyatul hilal&lt;/i&gt;) adalah aktivitas mengamati keterlihatan(visibilitas) hilal, yakni penampakan bulan sabit yang nampak pertama kali setelah terjadinya ijtimak. Rukyat dapat dilakukan dengan mata telanjang, atau dengan alat bantu optik seperti teleskop. Apabila hilal terlihat, maka pada petang (Maghrib) waktu setempat telah memasuki bulan (kalender) baru Hijriyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktivitas rukyat dilakukan pada saat menjelang terbenamnya matahari pertama kali setelah ijtimak (pada waktu ini, posisi Bulan berada di ufuk barat, dan Bulan terbenam sesaat setelah terbenamnya Matahari). Apabila hilal terlihat, maka pada petang (Maghrib) waktu setempat telah memasuki tanggal 1 bulan berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, tidak selamanya hilal dapat terlihat. Jika selang waktu antara ijtimak dengan terbenamnya matahari terlalu pendek, maka secara ilmiah/teori hilal mustahil terlihat, karena iluminasi cahaya bulan masih terlalu suram dibandingkan dengan "cahaya langit" sekitarnya. &lt;b&gt;Kriteria Danjon&lt;/b&gt; (1932, 1936) menyebutkan bahwa hilal dapat terlihat tanpa alat bantu jika minimal jarak sudut (&lt;i&gt;arc of light&lt;/i&gt;) antara Bulan-Matahari sebesar 8 derajat. Apabila hilal (bulan sabit) tidak terlihat (atau gagal terlihat), maka bulan (kalender) berjalan digenapkan (istikmal) menjadi 30 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Islam, terlihatnya hilal di sebuah negeri dijadikan pertanda pergantian bulan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kalender_Hijriyah"&gt;Kalender Hijriyah&lt;/a&gt; di negeri tersebut.  Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT:&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Mereka bertanya kepada engkau tentang hilal (bulan sabit). Katakanlah hilal itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (ibadat) haji"  &lt;br /&gt; ( QS.  Al Baqarah: 189 )&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hilal juga dijadikan pertanda mulainya ibadah puasa Ramadhan yang sudah dipakai sejak jaman nabi waktu itu, sebagaimana hadits yang menyatakan :&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;br /&gt; &lt;I&gt;"Berpuasalah engkau karena melihat hilal dan berbukalah engkau karena melihat hilal.  Bila hilal tetutup atasmu, maka sempurnakanlah bilangan Syaban tiga puluh hari"  &lt;br /&gt;(HR. Bukhari dan Muslim) &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jika merujuk pada Hadis Nabi tentang puasa, hilal dapat diterjemahkan sebagai sabit bulan yang pertama kali terlihat dengan mata setelah ijtimak terjadi. Secara astronomi, ijtimak atau konjungsi terjadi jika Matahari dan Bulan berada pada bujur ekliptika yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa metode hisab yang sering digunakan. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya. Beberapa diantaranya sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hisab Urfi (`urf = kebiasaan atau tradisi) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;Ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Adalah hisab yang melandasi perhitungannya dengan kaidah-kaidah sederhana seperti di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Bulan komariyah ditentukan berdasarkan umur rata-rata bulan sehingga dalam setahun komariyah umur dibuat bervariasi 29 dan 30 hari. &lt;br /&gt;&lt;li&gt;Bulan bernomor ganjil yaitu mulai Muharram berjumlah 30 hari dan bulan bernomor genap yaitu mulai Shafar berumur 29 hari. Tetapi khusus bulan Zulhijjah (bulan 12) pada tahun kabisat komariyah berumur 30 hari.  &lt;br /&gt;&lt;li&gt;Tahun kabisat komariyah memiliki siklus 30 tahun dimana didalamnya terdapat 11 tahun yang disebut tahun kabisat (panjang) memiliki 355 hari, dan 19 tahun yang disebut basithah (pendek) memiliki 354 hari. &lt;br /&gt;&lt;li&gt;Tahun kabisat ini terdapat pada tahun ke 2, 5, 7, 10, 13, 16, 18, 21, 24, 26 dan ke 29 dari keseluruhan siklus kabisat selama 30 tahun. &lt;br /&gt;&lt;li&gt;Dengan demikian kalau dirata-rata maka periode umur bulan (bulan sinodis / lunasi) menurut Hisab Urfi adalah (11 x 355 hari) + (19 x 354 hari) : (12 x 30 tahun) = 29 hari 12 jam 44 menit ( menurut hitungan astronomis: 29 hari 12 jam 44 menit 2,88 detik ). &lt;br /&gt;&lt;li&gt;Walau terlihat sudah cukup teliti namun yang jadi masalah adalah aturan 29 dan 30 serta aturan kabisat tidak menujukkan posisi bulan yang sebenarnya dan hanya pendekatan. Oleh sebab itulah maka hisab ini tidak bisa dijadikan acuan untuk penentuan awal bulan yang berkaitan dengan ibadah misalnya Ramadhan, Syawwal dan Zulhijjah.&lt;br /&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hisab Taqribi ( taqrobu = pendekatan, aproksimasi ) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Adalah metode hisab yang sudah menggunakan kaidah-kaidah astronomis dan matematik tetapi rumus-rumusnya masih sederhana sehingga hasilnya kurang teliti. &lt;br /&gt;&lt;li&gt;Metode ini merupakan warisan para ilmuwan falak Islam masa lalu yang sampai  sekarang masih menjadi acuan di banyak pesantren di Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;li&gt;Hasil hisab taqribi akan sangat mudah dikenali saat penentuan ijtimak dan tinggi hilal menjelang 1 Ramadhan, Syawwal dan Zulhijjah yaitu terlihatnya selisih yang cukup besar terhadap hitungan astronomis modern. &lt;br /&gt;&lt;li&gt;Beberapa kitab falak yang berkembang di Indonesia yang masuk dalam kategori Hisab Taqribi misalnya; &lt;I&gt;Sullam al Nayyirain, Ittifaq Dzatil Bainy, Fat al Rauf al Manan, Al Qawaid al Falakiyah.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hisab Haqiqi ( haqiqah = realitas atau yang sebenarnya )&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Adalah metode hisab yang menggunakan kaidah-kaidah astronomis dan matematik. &lt;br /&gt;&lt;li&gt;Menggunakan rumus-rumus terbaru dilengkapi dengan data-data astronomis terbaru sehingga memiliki tingkat ketelitian yang tinggi. &lt;br /&gt;&lt;li&gt;Sedikit kelemahan dari metode hisab ini adalah penggunaan kalkulator yang mengakibatkan hasil hisab kurang sempurna atau teliti karena banyak bilangan yang terpotong akibat digit kalkulator yang terbatas. &lt;br /&gt;&lt;li&gt;Beberapa metode hisab haqiqi yang berkembang di Indonesia diantaranya: &lt;i&gt;Hisab Hakiki, Tadzkirah al Ikhwan, Badi'ah al Mitsal dan  Menara Kudus, Al Manahij al Hamidiyah,  Al Khushah al Wafiyah.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hisab Haqiqi Tahqiqi ( tahqiq = pasti ) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Merupakan pengembangan dari metode hisab haqiqi.&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Oleh penyusunnyadiklaim memiliki tingkat akurasi yang sangat-sangat tinggi sehingga mencapai derajat "pasti". &lt;br /&gt;&lt;li&gt;Sebetulnya klaim ini masih perlu diuji lagi secara ilmiah. Apalagi jika melihat kenyataan perhitungan astronomis modern saja hingga kini masih memberikan ruang kesalahan berupa angka ralat (delta T) dalam setiap rumusnya.  Tetapi bagaimananpun metode ini tetap harus diapresiasi sebagai bagian dari perkembangan metode hisab di Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;li&gt;Metode ini sudah melakukan perhitungan menggunakan komputer. Beberapa diantaranya telah dibuat software/program komputer. Contoh dari metode ini misalnya : &lt;i&gt;Al Falakiyah, Nurul Anwar.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hisab Kontemporer / Modern&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Metode hisab ini menggunakan alat bantu komputer yang canggih yang mampu melakukan perhitungan rumus-rumus dikenal dengan istilah algoritma. &lt;br /&gt;&lt;li&gt;Beberapa diantaranya terkenal karena memiliki tingkat ketelitian yang tinggi sehingga dikelompokkan dalam &lt;b&gt;&lt;i&gt;High Accuracy Algorithm&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; diantara :  &lt;i&gt;VSOP87, ELP2000 Chapront-Touse.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Ada beberapa yang memiliki tingkat ketelitian yang tinggi dan sangat akurat seperti : &lt;i&gt;Jean Meeus, New Comb, EW Brown, Almanac Nautica, Astronomical Almanac, Mawaqit, Ascript, Astro Info, Starrynight.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : www.rukyatulhilal.org, www.wikipedia.org&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4278532315769842325-198571249383038144?l=blogsurawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogsurawan.blogspot.com/feeds/198571249383038144/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogsurawan.blogspot.com/2008/01/hisab-berasal-dari-bahasa-arab-hasaba.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4278532315769842325/posts/default/198571249383038144'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4278532315769842325/posts/default/198571249383038144'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogsurawan.blogspot.com/2008/01/hisab-berasal-dari-bahasa-arab-hasaba.html' title='Hisab dan Rukyat (II)'/><author><name>Surawan Tri Atmaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06536157167208318136</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nV3UWR-m_h4/TIRGE7ayboI/AAAAAAAAAQk/YQ82wOgCPNU/S220/Pas+Photo+Surawan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4278532315769842325.post-6165143593523403556</id><published>2008-01-02T03:55:00.000-08:00</published><updated>2009-05-26T04:27:08.548-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><title type='text'>Hisab dan Rukyat (I)</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Perbedaan tanggal hari raya, baik Idul Fithri maupun Idul Adha, sudah sering terjadi di Indonesia. Saat ini masyarakat, bahkan yang awam sekalipun, sudah menganggapnya sebagai hal biasa yang tidak perlu dibesar-besarkan apalagi sampai dijadikan sebagai benih perpecahan. &lt;strong&gt;&lt;i&gt;Alhamdulillaah.&lt;/strong&gt;&lt;/i&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian bisa jadi ada yang bertanya-tanya, jika penentuan tanggal hari raya didasarkan pada posisi bumi, bulan dan matahari lantas kenapa sampai bisa berbeda padahal bumi, bulan dan matahari yang dijadikan landasan adalah bumi, bulan dan matahari yang sama ?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Betul bahwa bumi, bulan dan matahari yang dijadikan landasan adalan sama. Yang membedakan adalah metode atau kriteria yang digunakan. Ada beberapa kriteria yang selama ini lazim digunakan, diantaranya sebagai berikut : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Rukyatul Hilal&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Rukyatul Hilal adalah kriteria penentuan awal bulan (kalender) Hijriyah dengan mengamati terbitnya bulan sabit (hilal) secara langsung. Dasar dari metode ini adalah hadits yang berbunyi :&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;"Berpuasalah kamu karena melihat hilal dan berbukalah kamu karena melihat hilal. Jika terhalang maka genapkanlah (istikmal)"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Di Indonesia, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nahdlatul_Ulama"&gt;Nahdlatul Ulama (NU)&lt;/a&gt; menggunakan kriteria ini dengan alasan demikianlah yang dilakukan Rasulullah, para sahabat serta ijtihad ulama empat mazhab. Meskipun demikian hisab tetap digunakan sebagai alat bantu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Wujudul Hilal&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Wujudul hilal (juga disebut &lt;i&gt;ijtimak qoblal qurub&lt;/i&gt;) berprinsip : jika setelah terjadi ijtimak (konjungsi), bulan terbenam setelah terbenamnya matahari, maka pada petang hari tersebut dinyatakan sebagai awal bulan, tanpa melihat berapapun sudut ketinggian (&lt;i&gt;altitude&lt;/i&gt;) bulan saat matahari terbenam.Di Indonesia kriteria ini digunakan oleh &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammadiyah"&gt;Muhammadiyah&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/persis"&gt;Persis&lt;/a&gt;. Hisab Wujudul Hilal bukan untuk menentukan atau memperkirakan hilal mungkin dilihat atau tidak, akan tetapi dijadikan dasar penetapan awal bulan Hijriyah sekaligus jadi bukti bahwa bulan (kalender) baru sudah masuk atau belum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Imkanur Rukyat MABIMS&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kriteria ini mendasarkan diri pada hasil Musyawarah Menteri-menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS). Inilah yang dipakai secara resmi pada kalender ressmi pemerintah. Prinsip dari kriteria ini adalah awal bulan (kalender) Hijriyah terjadi jika:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt; &lt;br /&gt;&lt;li&gt;Pada saat matahari terbenam, ketinggian (altitude) Bulan di atas cakrawala minimum 2°, dan sudut elongasi (jarak lengkung) Bulan-Matahari minimum 3°, atau &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Pada saat bulan terbenam, usia Bulan minimum 8 jam, dihitung sejak ijtimak.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p align="justify"&gt;Di Indonesia, secara tradisi pada petang hari pertama sejak terjadinya ijtimak (yakni setiap tanggal 29 pada bulan berjalan), Pemerintah Republik Indonesia melalui Badan Hisab Rukyat (BHR) melakukan kegiatan rukyat (pengamatan visibilitas hilal), dan dilanjutkan dengan Sidang Itsbat, yang memutuskan apakah pada malam tersebut telah memasuki bulan (kalender) baru, atau menggenapkan bulan berjalan menjadi 30 hari. Di samping metode Imkanur Rukyat di atas, juga terdapat kriteria lainnya yang serupa, dengan besaran sudut/angka minimum yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Rukyat Global&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Rukyat Global berprinsip: jika satu penduduk negeri melihat hilal, maka penduduk seluruh negeri telah memasuki bulan Hijriyah yang baru, meski yang lain mungkin belum melihatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sumber : www.rukyatulhilal.org, www.wikipedia.org &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4278532315769842325-6165143593523403556?l=blogsurawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogsurawan.blogspot.com/feeds/6165143593523403556/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogsurawan.blogspot.com/2008/01/hisab-dan-rukyat-i_02.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4278532315769842325/posts/default/6165143593523403556'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4278532315769842325/posts/default/6165143593523403556'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogsurawan.blogspot.com/2008/01/hisab-dan-rukyat-i_02.html' title='Hisab dan Rukyat (I)'/><author><name>Surawan Tri Atmaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06536157167208318136</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nV3UWR-m_h4/TIRGE7ayboI/AAAAAAAAAQk/YQ82wOgCPNU/S220/Pas+Photo+Surawan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4278532315769842325.post-151258640289749214</id><published>2007-12-04T20:23:00.000-08:00</published><updated>2008-03-28T00:52:58.938-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><title type='text'>Bekam</title><content type='html'>&lt;p align=justify&gt;Hari Sabtu tanggal 1 Desember 2007 kemarin saya berkesempatan mendapatkan terapi bekam. Hasilnya ? &lt;b&gt;Huenak tenaan !&lt;/b&gt; Badan enteng, pusing-pusing hilang, keluhan saya akhir-akhir ini - punggung dan leher belakang kaku pegal-pegal lenyap seketika. &lt;i&gt;Pokoke Mak Nyos...&lt;/i&gt;. Satu lagi, saya suka berat bangun tidur. &lt;i&gt;Lha koq&lt;/i&gt; setelah bekam kemarin begitu bangun tidur mata langsung terang benderang. &lt;i&gt;Cling !&lt;/i&gt; Badanpun ringan untuk diangkat.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya ini bukan kali yang pertama saya mendapat terapi ini. Kurang lebih dua tahun yang lalu saya pernah mendapat hal yang sama dari seorang teman. Waktu itu saya dibekam pada tiga titik utama bekam. Itu titik wajib tatkala seseorang dibekam. Begitu yang saya dengar. Darah yang keluar sedikit. Setelah mengental hanya seperti sehelai benang sepanjang setengah lingkaran mangkuk bekam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekam kemarin dilakukan di &lt;a href='http://bengkelrohani.com/'&gt;Bengkel Rohani&lt;/a&gt; pimpinan Ustadz Abu Aqila di &lt;a href='http://id.wikipedia.org/wiki/Ciputat%2C_Tangerang'&gt;Ciputat&lt;/a&gt;. Setelah konsultasi, saya diruqyah sebentar, kemudian dilanjutkan dengan bekam. Cukup mengejutkan, saya dibekam di sembilan titik. Lebih mengejutkan lagi, darah yang keluar dari titik di pundak , kiri dan kanan, cukup banyak. Hampir separuh mangkuk. Berwarna merah tua, kental dan sedikit berbusa. Apakah ini pertanda mulai ada &lt;i&gt;error&lt;/i&gt; di jasad ini ? Semoga saja tidak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang telah mengetahui apa itu bekam tentu tidak asing dengan cerita 'berdarah-darah' di atas ; titik bekam, gelas, darah kental, berbusa. Bagi yang belum semoga tuturan berikut dapat menambah khasanah pengetahuan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pengertian Bekam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Istilah Bekam berasal dari Bahasa Melayu. Ia juga dikenal di beberapa wilayah dengan nama berbeda, misalnya &lt;i&gt;al Hijamah&lt;/i&gt; (Arab), &lt;i&gt;cupping&lt;/i&gt; (Inggris), &lt;i&gt;kop&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;cantuk&lt;/i&gt; (Indonesia). Orang awam memaknai bekam secara sederhana sebagai pembuangan darah kotor. Jika ditelaah lebih mendalam sesungguhnya ada kerancuan dalam penggunaan istilah darah kotor ini. Karena sesungguhnya seseorang yang sehat 100% pun (jika ada) maka ia memiliki juga darah kotor. Dan itu tidak perlu dikeluarkan. Untuk lebih lengkapnya silahkan baca &lt;a href='http://www.republika.co.id/suplemen/cetak_detail.asp?mid=2&amp;id=81331&amp;kat_id=105&amp;kat_id1=150&amp;kat_id2=204 '&gt;di sini&lt;/a&gt;. Namun demikian saya akan tetap menggunakan istilah ini. Semoga saja kerancuan istilah tidak menghalangi sampainya pengertian bekam kepada sidang pembaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sejarah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Bekam sudah dipraktekkan manusia, paling tidak, sejak zaman &lt;a href='http://id.wikipedia.org/wiki/Mesir_Kuno'&gt;Mesir Kuno&lt;/a&gt; pada masa kerajaan &lt;a href='http://en.wikipedia.org/wiki/Babylonia'&gt;Babylonia&lt;/a&gt;. Pada saat itu teknik ini populer untuk penyembuhan sawan (epilepsi), stroke, penyakit ringan seperti masalah kulit hingga letih atau lesu. Bekam kemudian berkembang di banyak negara diantaranya India. Negara-negara Arab dan &lt;a href='http://id.wikipedia.org/wiki/Cina'&gt;China&lt;/a&gt; merupakan tonggak penting perkembangan bekam hingga mendunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang pertama kali mengenal bekam dari khasanah pengobatan China mereka berasumsi bahwa bekam berasal dari China. Bahkan sering metode ini disebut &lt;i&gt;Chinese Healing Method&lt;/i&gt;. Demikian juga yang pertama kali mengenal bekam dari khasanah pengobatan Arab berasumsi bahwa bekam berasal dari Arab dan atau Islam. Apalagi bekam termasuk teknik pengobatan yang tertulis dalam risalah-risalah &lt;i&gt;thibbunnabawy&lt;/i&gt; (pengobatan a'la nabi). Dan memang Rasulullah sendiri merupakan penganjur teknik pengobatan ini dalam beberapa haditsnya. Tidak mengherankan jika di negara-negara yang mayoritas penduduknya muslim praktik bekam kental dengan nilai-nilai Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Alat Bekam.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pada zaman China kuno, bekam disebut sebagai "pengobatan tanduk", karena pengobat menggunakan tanduk yang telah dikosongkan sebagai mangkuk penghisap. Pada abad ke-18, pengobat Eropa menggunakan lintah sebagai alat untuk menyedot darah pasien. Saat ini telah tersedia berbagai jenis peralatan bekam yang lebih higienis. Satu paket peralatan bekam paling tidak terdiri dari penghisap &lt;i&gt;(hand pump)&lt;/i&gt;, mangkuk &lt;i&gt;(cupping set)&lt;/i&gt;, pena jarum &lt;i&gt;(lancet device)&lt;/i&gt;, silet, antiseptik (bahan sterilisasi seperti alkohol), sarung tangan karet &lt;i&gt;(rubber gloves).&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jenis Bekam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bekam kering&lt;/b&gt; atau bekam angin &lt;i&gt;(Hijamah Jaaffah)&lt;/i&gt;, yaitu bekam tanpa mengeluarkan darah. Yang dilakukan hanyalah menghisap permukaan kulit dan memijat sekelilingnya. Metode ini bermanfaat untuk mengurangi sakit secara darurat atau digunakan untuk meringankan nyeri punggung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekam kering disarankan bagi orang yang takut melihat darah dan atau tidak tahan suntikan jarum. Kulit yang dibekam akan tampak merah kehitam-hitaman (lebam) selama 3 hari. Untuk membantu menghilangkan tanda lebam ini dapat dioleskan minyak &lt;a href='http://id.wikipedia.org/wiki/Jintan_hitam'&gt;habbatussauda&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bekam basah&lt;/b&gt; &lt;i&gt;(Hijamah Rothbah)&lt;/i&gt;, yaitu bekam dengan mengeluarkan darah. Pertama dilakukan bekam kering kemudian permukaan kulit dilukai dengan jarum tajam (lancet), kemudian dihisap dengan &lt;i&gt;cupping set&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;hand pump&lt;/i&gt; untuk mengeluarkan darah dari tubuh. Lama hisapan 3 sampai 5 menit, dan maksimal 9 menit. Penghisapan tidak lebih dari 7 kali hisapan. Darah yang keluar berwarna merah pekat dan berbuih. Selama 3 jam setelah dibekam, hindarkan kulit yang lebam dari bersentuhan dengan air. Jarak waktu pengulangan bekam pada tempat yang sama adalah 3 minggu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Larangan bekam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa orang/ kondisi yang dilarang atasnya berbekam, antara lain orang tua yang renta dan sakit, penderita tekanan darah sangat rendah, sakit kudis, wanita yang sedang hamil, haid, orang yang sedang minum obat pengencer darah, penderita leukemia, trombosit, alergi kulit serius, orang yang sangat letih, kelaparan, kenyang, kehausan, gugup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekam tidak boleh dilakukan pada area-area mata, telinga, hidung, mulut, puting susu, alat kelamin, dubur, area tubuh yang banyak terdapat simpul limpa, dekat pembuluh besar, ada varises, tumor, retak tulang dan jaringan luka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Asy-Syuyuthi mengutip pendapat Ibnu Umar bahwa berbekam dalam keadaan perut kosong itu adalah paling baik karena dalam hal itu terdapat kesembuhan. Maka disarankan bagi yang hendak berbekam untuk tidak makan-makanan berat 2-3 jam sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4278532315769842325-151258640289749214?l=blogsurawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogsurawan.blogspot.com/feeds/151258640289749214/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogsurawan.blogspot.com/2007/12/bekam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4278532315769842325/posts/default/151258640289749214'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4278532315769842325/posts/default/151258640289749214'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogsurawan.blogspot.com/2007/12/bekam.html' title='Bekam'/><author><name>Surawan Tri Atmaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06536157167208318136</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nV3UWR-m_h4/TIRGE7ayboI/AAAAAAAAAQk/YQ82wOgCPNU/S220/Pas+Photo+Surawan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4278532315769842325.post-1402768409552976383</id><published>2007-09-27T19:13:00.000-07:00</published><updated>2007-11-21T16:25:55.550-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Excel'/><title type='text'>Menerjemahkan Angka Menjadi Terhitung (updated)</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;File excel ini saya buat sudah cukup lama. Lebih dari satu tahun yang lalu. Dengan file ini Anda dapat menerjemahkan angka menjadi terhitung . Misalnya &lt;b&gt;123.156&lt;/b&gt; menjadi &lt;b&gt;Seratus Dua Puluh Tiga Ribu Seratus Lima Puluh Enam&lt;/b&gt;. Maksimal yang bisa diterjemahkan &lt;b&gt;999.999.999.999.999&lt;/b&gt; atau &lt;b&gt;Sembilan Ratus Sembilan Puluh Sembilan Trilyun Sembilan Ratus Sembilan Puluh Sembilan Milyar Sembilan Ratus Sembilan Puluh Sembilan Juta Sembilan Ratus Sembilan Puluh Sembilan Ribu Sembilan Ratus Sembilan Puluh Sembilan.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sedikit modifikasi Anda dapat mengubahnya menjadi kuitansi atau dokumen pembayaran lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berminat ? Silahkan&lt;a href="http://www.mediafire.com/?b4lbgw32tiy"&gt;&lt;i&gt; download&lt;/i&gt; disini.&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;File ini adalah updated file dari yang terdahulu. File sebelumnya terdapat kesalahan penterjemahan angka ratusan ribu bulat ; 100.000,200.000, dsb. (Terima kasih die_must atas infonya). Hal tersebut telah terpecahkan dengan file baru ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika masih ada kesalahan dalam penerjemahan angka-angka tertentu bisa disampaikan kepada Penulis via komentar di blog ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4278532315769842325-1402768409552976383?l=blogsurawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogsurawan.blogspot.com/feeds/1402768409552976383/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogsurawan.blogspot.com/2007/09/menerjemahkan-angka-menjadi-terhitung.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4278532315769842325/posts/default/1402768409552976383'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4278532315769842325/posts/default/1402768409552976383'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogsurawan.blogspot.com/2007/09/menerjemahkan-angka-menjadi-terhitung.html' title='Menerjemahkan Angka Menjadi Terhitung (updated)'/><author><name>Surawan Tri Atmaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06536157167208318136</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nV3UWR-m_h4/TIRGE7ayboI/AAAAAAAAAQk/YQ82wOgCPNU/S220/Pas+Photo+Surawan.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4278532315769842325.post-490378095023320433</id><published>2007-09-25T18:22:00.000-07:00</published><updated>2008-05-18T22:09:50.484-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><title type='text'>Puisi/Teori Dorothy Law Nolte Tidak Untuk Semua Anak ?</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Pada postingan sebelumnya saya menampilkan &lt;a href="http://blogsurawan.blogspot.com/2007/09/children-learn-what-they-live.html"&gt;puisi/teori Dorothy Law Nolte&lt;/a&gt; terkait dengan pengasuhan anak. Banyak hal di situ. Salah satunya adalah &lt;i&gt;"Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia akan belajar menghargai"&lt;/i&gt;. Sesederhana itukah ? Perlukah hal itu diperinci lebih lanjut ; pujian seperti apa, kapan memuji, untuk anak dengan karakter seperti apa, mungkinkah pujian justru kontraproduktif, dst, dst ? Mungkin artikel di bawah ini sedikit membuat kita untuk lebih cermat lagi memahami puisi/ teori tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://afatih.wordpress.com/2007/09/22/pujian-pada-anak-perlukah/"&gt;Pujian pada Anak, Perlukah ?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4278532315769842325-490378095023320433?l=blogsurawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogsurawan.blogspot.com/feeds/490378095023320433/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogsurawan.blogspot.com/2007/09/puisiteori-dorothy-law-nolte-untuk.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4278532315769842325/posts/default/490378095023320433'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4278532315769842325/posts/default/490378095023320433'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogsurawan.blogspot.com/2007/09/puisiteori-dorothy-law-nolte-untuk.html' title='Puisi/Teori Dorothy Law Nolte Tidak Untuk Semua Anak ?'/><author><name>Surawan Tri Atmaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06536157167208318136</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nV3UWR-m_h4/TIRGE7ayboI/AAAAAAAAAQk/YQ82wOgCPNU/S220/Pas+Photo+Surawan.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4278532315769842325.post-1089303133189538450</id><published>2007-09-24T23:55:00.000-07:00</published><updated>2009-05-26T04:43:48.699-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><title type='text'>Children Learn What They Live</title><content type='html'>By Dorothy Law Nolte&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If children live with criticism, they learn to condemn.&lt;br /&gt;If children live with hostility, they learn to fight.&lt;br /&gt;If children live with fear, they learn to be apprehensive.&lt;br /&gt;If children live with pity, they learn to feel sorry for themselves.&lt;br /&gt;If children live with ridicule, they learn to feel shy.&lt;br /&gt;If children live with jealousy, they learn to feel envy.&lt;br /&gt;If children live with shame, they learn to feel guilty.&lt;br /&gt;If children live with encouragement, they learn confidence.&lt;br /&gt;If children live with tolerance, they learn patience.&lt;br /&gt;If children live with praise, they learn appreciation.&lt;br /&gt;If children live with acceptance, they learn to love.&lt;br /&gt;If children live with approval, they learn to like themselves.&lt;br /&gt;If children live with recognition, they learn it is good to have a goal.&lt;br /&gt;If children live with sharing, they learn generosity.&lt;br /&gt;If children live with honesty, they learn truthfulness.&lt;br /&gt;If children live with fairness, they learn justice.&lt;br /&gt;If children live with kindness and consideration, they learn respect.&lt;br /&gt;If children live with security, they learn to have faith in themselves and in those about them.&lt;br /&gt;If children live with friendliness, they learn the world is a nice place in which to live.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;h3&gt;Anak Belajar dari Kehidupannya&lt;/h3&gt; Oleh Dorothy Law Nolte&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar menyalahkan&lt;br /&gt;Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar untuk berkelahi&lt;br /&gt;Jika anak dibesarkan dalam ketakutan, ia selalu merasa cemas&lt;br /&gt;Jika anak sering dikasihani, ia belajar meratapi nasibnya&lt;br /&gt;Jika anak dibesarkan dengan ejekan, ia tumbuh menjadi pemalu&lt;br /&gt;Jika anak dibesarkan dengan rasa dengki, ia tak akan pernah puas &lt;br /&gt;Jika anak sering dipermalukan, ia selalu merasa bersalah &lt;br /&gt;Jika anak dibesarkan dengan pengertian, ia belajar menjadi penyabar&lt;br /&gt;Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia akan percaya diri&lt;br /&gt;Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia akan belajar menghargai&lt;br /&gt;Jika anak dibesarkan dengan penerimaan, ia akan belajar mencintai&lt;br /&gt;Jika anak dibesarkan dengan persetujuan, ia akan bahagia dengan dirinya&lt;br /&gt;Jika anak dibesarkan dengan kejujuran, ia akan terbisa melihat kebenaran&lt;br /&gt;Jika anak dibesarkan dengan adil, ia akan belajar berbuat adil&lt;br /&gt;Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, ia akan mempercayai diri dan orang lain&lt;br /&gt;Jika anak dibesarkan dengan keramahan, ia akan merasa dunia adalah tempat yang menyenangkan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4278532315769842325-1089303133189538450?l=blogsurawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogsurawan.blogspot.com/feeds/1089303133189538450/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogsurawan.blogspot.com/2007/09/children-learn-what-they-live.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4278532315769842325/posts/default/1089303133189538450'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4278532315769842325/posts/default/1089303133189538450'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogsurawan.blogspot.com/2007/09/children-learn-what-they-live.html' title='Children Learn What They Live'/><author><name>Surawan Tri Atmaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06536157167208318136</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nV3UWR-m_h4/TIRGE7ayboI/AAAAAAAAAQk/YQ82wOgCPNU/S220/Pas+Photo+Surawan.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4278532315769842325.post-6033128290720881555</id><published>2007-09-24T18:53:00.000-07:00</published><updated>2009-06-01T00:56:09.021-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><title type='text'>Berbuka Dengan Yang Manis. Sunnahkah ?</title><content type='html'>&lt;span&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sering kita mendengar anjuran bagi orang yang berpuasa untuk berbuka (ifthor) dengan yang manis. Bahkan kebanyakan menganggap anjuran itu merupakan sunnah nabi. Begitukah ? Mungkin artikel berikut ini bisa sedikit memberi pencerahan kepada Kita. Penulis meyakinkan kita bahwa ini bukan &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hoax"&gt;hoax&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://tausyiah275.blogsome.com/2007/09/14/bukan-hoax-jangan-berbuka-puasa-dengan-yang-manis/"&gt;Bukan Hoax - Jangan Berbuka Puasa Dengan Yang Manis &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4278532315769842325-6033128290720881555?l=blogsurawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogsurawan.blogspot.com/feeds/6033128290720881555/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogsurawan.blogspot.com/2007/09/berbuka-dengan-yang-manis-sunnahkah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4278532315769842325/posts/default/6033128290720881555'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4278532315769842325/posts/default/6033128290720881555'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogsurawan.blogspot.com/2007/09/berbuka-dengan-yang-manis-sunnahkah.html' title='Berbuka Dengan Yang Manis. Sunnahkah ?'/><author><name>Surawan Tri Atmaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06536157167208318136</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nV3UWR-m_h4/TIRGE7ayboI/AAAAAAAAAQk/YQ82wOgCPNU/S220/Pas+Photo+Surawan.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4278532315769842325.post-73406105299370369</id><published>2007-09-22T20:22:00.000-07:00</published><updated>2011-02-01T16:56:46.107-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lingkungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><title type='text'>Penggunaan Pengeras Suara di Masjid</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_nV3UWR-m_h4/ShvBVZ1HW1I/AAAAAAAAAL8/sXPvmC3lkVc/s1600-h/Loudspeake.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 188px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nV3UWR-m_h4/ShvBVZ1HW1I/AAAAAAAAAL8/sXPvmC3lkVc/s200/Loudspeake.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5340074356632935250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dalam suatu masa saya tinggal di sebuah rumah di wilayah padat dan &lt;br /&gt;rapat penduduk di Kecamatan Senen Jakarta Pusat. Masa-masa itu saya menjalani profesi sebagai kontraktor. Maksudnya tinggal dari kontrakan satu ke kontrakan lainnya. Lalu apa yang istimewa sehingga saya berkeinginan membaginya dengan sidang pembaca budiman? Begini ceritanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di situ saya tinggal di lantai tiga. Lantai tertinggi dari rumah itu. Di seberang gang terdapat sebuah masjid yang cukup besar, tapi tidak cukup tinggi. Demikian pula menaranya. Ia hanya sedikit lebih tinggi dari kamarku. Celakanya (saya tidak tahu apakah saya pantas menyebut ini sebagai celaka atau tidak), &lt;i&gt;speaker&lt;/i&gt; atawa pengeras suara alias "TOA" (sebutan ini sering menjadi generik hanya karena merk itu yang sering dipakai orang-orang, seperti kebiasaan di daerah-daerah tertentu menyebut, apapun merk sepeda motornya, sebagai &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Honda"&gt;Honda&lt;/a&gt;, kecuali &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Vespa"&gt;Vespa&lt;/a&gt;) nyaris tepat mengarah ke arah jendela kamarku. Saya muslim. Saya berusaha menjadi lebih taat beragama dari hari ke hari. Tentu saja saya suka melakukan (juga mendengarkan) tadarus, dzikir, sholawat dan aktivitas ibadah lainnya. Maghrib, Isya dan Subuh adalah sholat-sholat dimana saya sering berjamaah di situ. Tapi apa yang salah dengan masjid ini sehingga saya mengganggapnya melakukan syiar agama dengan cara yang tidak proporsional ? Adalah cara saudara-saudara itu dalam menggunakan pengeras suara yang saya nilai berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hampir seluruh kegiatan di masjid tersebut disiarkan dengan pengeras suara ke luar dengan volume suara - yang saya yakin - distel maksimal. &lt;i&gt;Wa bil khusus&lt;/i&gt; pengajian ibu-ibu pada siang hari. Masya Allah, ibu pemimpin pengajian itu dikaruniai Allah suara yang kuenceeeeng sekaleee. &lt;i&gt;"Bagi ibu-ibu yang merasa muslimah diharap datang ke masjid. Yang tidak merasa penting untuk datang ke masjid itu artinya lebih mementingkan urusan dunia daripada urusan akhirat. Bla..bla..bla..bla.. &lt;/i&gt;Begitu kira-kira. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sudah datang masa itu, saya tutup jendela rapat-rapat, saya hentikan seluruh aktivitas. Sungguh saya merasa terganggu. Bukan karena pengajiannya. Tapi suaranya yang memekakkkan telinga itu lho ! Saya berpikir bagaimana jika diantara tetangga masjid ini ada yang sedang sakit, atau sedang menidurkan anak bayinya. Mungkin mereka lebih terganggu dari saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika ibu tersebut berhenti dari ceramahnya. Dengan nada murka beliau menceracau, kurang lebihnya demikian. &lt;i&gt;"Ibu-ibu, barusan ada yang telpon ke masjid. Katanya suara pengajian kita terlalu keras. Katanya ia kebisingan. Bagi yang merasa terganggu dengan pengajian ini, &lt;b&gt;silahkan pindah dari kampung ini&lt;/b&gt;. Tinggal sono di hutan bareng macan. Mesjid ini sudah berdiri sejak Indonesia belum merdeka. Pengajian ini sudah berjalan puluhan tahun. Lalu tiba-tiba sekarang ada yang merasa terganggu. Kalo memang kebisingan, apa susahnya, tutup tuh telinga pake bantal. Gitu aja koq repot !"&lt;/i&gt; Begitu, dengan nada suara melengking-lengking. Ternyata benar, bukan hanya saya yang merasa terganggu. Terus terang saya merasa malu, bagaimana mungkin dari masjid yang mulia bisa keluar kalimat &lt;del&gt;sekasar&lt;/del&gt; sekeras itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anehnya, setelah kejadian tersebut justru pengajian bapak-bapak yang - setelah saya cermati- mengecilkan volume suaranya dan bahkan bapak ustadzpun berbicara dengan volume sekadar terdengar oleh hadirin. Pengajian ibu-ibu ? &lt;i&gt;Doing it as usual&lt;/i&gt;. Kagak ade perubahannye. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya telah ada pedoman yang mengatur penggunaan pengeras suara di masjid, yakni Instruksi &lt;a href="http://www.depag.go.id/index.php?menu=page&amp;pageid=107"&gt;Dirjen Bimas Islam&lt;/a&gt; No. Kep/D/101/78 tanggal 17 Juli 1978. Hanya saja sepertinya kurang disosialisasikan, sehingga masih banyak pengurus masjid atau mushala yang tidak tahu. Isi dari peraturan tersebut secara garis besar adalah bahwa penggunaan pengeras suara masjid atau mushala hendaknya mempertimbangkan hal-hal demikian :&lt;ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Pengeras suara/speaker hendaknya dalam kondisi baik sehingga suara yang dihasilkannyapun  enak didengar.&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Hendaknya dipisahkan antara speaker dalam dengan speaker luar.&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Tujuan awal penggunaan speaker luar hanyalah untuk mengumandangkan adzan. Shalat dan doa untuk keperluan jamaah (di dalam masjid) tidak perlu dipancarkan keluar masjid.&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Kegiatan membangunkan kaum Muslimin paling awal 15 menit sebelum tiba waktu Subuh.&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Rangkaian kegiatan Sholat Jum'at seperti pengumuman, doa, dan khotbah  menggunakan speaker dalam. Kecuali jika jamaah hingga diluar masjid dan tidak lagi cukup hanya dengan speaker dalam.&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Tadarusan pada bulan Ramadhan menggunakan speaker dalam.&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Takbir Idul Fitri dan Idul Adha dapat dilakukan dengan speaker luar maupun dalam.&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Ceramah atau tabligh akbar bisa menggunakan speaker luar dan dalam.&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Pengumuman kematian, musibah dan bencana, dan kegiatan lain untuk kemaslahatan jamaah dapat menggunakan speaker masjid. &lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Anda tertarik untuk membantu mensosialisasikannya ? Silahkan hubungi Kantor &lt;a href="http://www.depag.go.id/"&gt;Departemen Agama&lt;/a&gt; terdekat untuk mendapatkan peraturan tersebut. Saya sendiri memiliki kopinya sejak tujuh tahun yang lalu. Tapi sekarang entah nyelip dimana. Tapi yang jelas masih di dalam rumah. Insya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin bagi sidang pembaca urusan pro kontra penggunaan pengeras suara di masjid bukan hal baru lagi. Ada yang pernah mengalaminya sendiri seperti saya, atau hanya sekadar mendengar khabar berita. Beberapa tulisan berikut ini mungkin bisa jadi referensi bagi Anda, sidang pembaca budiman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;a href="http://eepinside.com/?p=430"&gt;Aturan penggunaan pengeras suara masjid&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;a href="http://www.okezone.com/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=47438&amp;Itemid=67"&gt; Tadarusan tengah malam di Ternate dilarang&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;a href="http://tausyiah275.blogsome.com/2007/06/07/islam-dan-pengeras-suara/"&gt;Masjid menyetel kaset tadarus seharian penuh&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;a href="http://bensohib.wordpress.com/2007/07/01/masjid-al-heboh/"&gt;Masjid Al Heboh&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;5. &lt;a href="http://www.eramuslim.com/ustadz/qrn/7913091128-tadarrus-menggunakan-pengeras-suara.htm"&gt;Tadarus menggunakan pengeras suara&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4278532315769842325-73406105299370369?l=blogsurawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogsurawan.blogspot.com/feeds/73406105299370369/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogsurawan.blogspot.com/2007/09/penggunanan-pengeras-suara-di-masjid.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4278532315769842325/posts/default/73406105299370369'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4278532315769842325/posts/default/73406105299370369'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogsurawan.blogspot.com/2007/09/penggunanan-pengeras-suara-di-masjid.html' title='Penggunaan Pengeras Suara di Masjid'/><author><name>Surawan Tri Atmaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06536157167208318136</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nV3UWR-m_h4/TIRGE7ayboI/AAAAAAAAAQk/YQ82wOgCPNU/S220/Pas+Photo+Surawan.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_nV3UWR-m_h4/ShvBVZ1HW1I/AAAAAAAAAL8/sXPvmC3lkVc/s72-c/Loudspeake.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
